3 Cara Perempuan Berinisiatif Menawarkan Diri untuk Dinikahi

Fashion-Styles-for-Girls-Online



Sobat Nida, khususnya para akhwat, adakah merasakan kegelisahan karena belum juga ada yang datang ta'aruf apalagi melamar? Subhanallah, ketahuilah bahwa syariat Islam membolehkan wanita berinisiatif menawarkan diri untuk dinikahi, bagaimana caranya?

1. Menawarkan diri secara langsung pada yang bersangkutan

Cara ini berisiko tinggi, oleh sebab itu perlu dipastikan orang tersebut memiliki akhlak dan pemahaman agama yang bagus sehingga kita tidak direndahkan olehnya. Hadits berikut ini memperlihatkan kisah seorang wanita yang menawarkan dirinya pada Rasulullah:

Ada seorang wanita menghadap Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menawarkan dirinya, “Ya Rasulullah, saya datang untuk menawarkan diri saya agar anda nikahi.”

Setelah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memperhatikannya, beliau tidak ada keinginan untuk menikahinya. Hingga wanita ini duduk menunggu. Kemudian datang seorang sahabat, ‘Ya Rasulullah, jika anda tidak berkehendak untuk menikahinya, maka nikahkan aku dengannya,’ (HR. Bukhari 5030).

Lihatlah bahwa Rasulullah tidak melarang seorang wanita melakukan hal tersebut, akan tetapi juga memperlihatkan bahwa menolak wanita yang berinisiatif menawarkan dirinya secara langsung amat tidak enak dilakukan oleh pria yang beriman.

Dalam lafaz yang lain, Imam Bukhari menceritakan cerita dari Anas radiyallaahu 'anhu, ada seorang wanita yang datang menawarkan diri kepada Rasulullah Shalallaahu 'alaihi wassalam dan berkata: "Ya Rasulullah! Apakah baginda membutuhkan daku?"

Putri Anas yang hadir dan mendengarkan perkataan wanita itu mencela sang wanita yang tidak punya harga diri & rasa malu, "Alangkah sedikitnya rasa malunya, sungguh memalukan, sungguh memalukan." Anas berkata kepada putrinya: "Dia lebih baik darimu, Dia senang kepada Rasulullah lalu dia menawarkan dirinya untuk beliau!" (HR Bukhari)

Lihatlah bahwa cara yang pertama ini memang risikonya luar biasa, jika diketahui orang lain bisa memancing perkataan atau pandangan yang merendahkan perempuan tersebut dan berisiko harga dirinya terjatuh. Oleh sebab itu, walaupun diperbolehkan, sebaiknya tidak melakukan cara ini jika tidak siap mental.

2. Meminta bantuan orang lain untuk menjadi comblang

Sebagaimana yang dilakukan oleh Khadijah binti Khuwailid ketika merasa tertarik pada akhlak Muhammad shalallaahu 'alaihi wassalam, Khadijah mengutus orang untuk menanyakan pada Muhammad apakah ia siap menikah, apakah ia merasa tertarik menikahi seorang wanita suci (Khadijah), dan alhamdulillah... inisiatif Khadijah meminta bantuan untuk menawarkan diri tersebut berbuah manis.

3. Meminta bantuan ayah

Sebagaimana yang dilakukan oleh Umar bin Khatthab yang menawarkan putrinya, Hafsah kepada Sahabat-sahabat terbaiknya.

Umar bin Khatab radhiyallahu ‘anhu, ketika putrinya Hafshah selesai masa iddah karena ditinggal mati suaminnya, Umar menawarkan Hafshah ke Utsman, kemudian ke Abu Bakr radhiyallahu ‘anhum.

Umar mengatakan, “Kemudian aku menemui Abu Bakar ash-Shiddiq dan berkata, ‘Jika engkau mau, aku akan nikahkan Hafshah binti ‘Umar denganmu.’ Akan tetapi Abu Bakar diam dan tidak berkomentar apa pun. Saat itu aku lebih kecewa terhadap Abu Bakar daripada kepada ‘Utsman,” (HR. Bukhari 5122 & Nasai 3272).

Rupanya Abu Bakar terdiam karena telah mengetahui bahwa Rasulullah memiliki niat menikahi Hafshah. Maka, Umar pun bergembira ketika Rasulullah menikahi putrinya.

Nah, Sobat Nida berani berinisiatif? Hati-hati yaa... pastikan sudah siap mental, menggunakan metode paling kecil risiko, dan tetap jaga kemuliaanmu sebagai muslimah.

 
Foto ilustrasi: google

Yuk, Jadi ORANGTUA ASUH (OTA) Santri Penghafal Qur'an Askar Kauny! Donasi Rp 150.000,-/bulan. Dapat Majalah Ummi (free ongkir)

Transfer ke Bank Muamalat 335-000-9175 a.n. Yayasan Askar Kauny

Konfirmasi ke 0813 8054 4843 : OTA#Nama#AlamatLengkap#Telp#jumlahtransfer#TanggalTransfer#JamTransfer

Tags:
loading...