Ada Lho Jasa Agensi Minta Maaf di Jepang yang Terkenal dengan Budaya Malunya

Fashion-Styles-for-Girls-Online

Sobat Nida, rasanya sedih bahkan  jengkel ya,  jika kita melulu diperbandingkan dengan orang lain. Terutama hal yang menyangkut budaya. Namun, tak bisa dipungkiri hal ini sangat melekat pada sebagian orang Indonesia. Wabil khusus budaya malu, malu mengakui kesalahan dan malu meminta maaf,  seperti para pejabat negara yang korupsi.. uupss.

 

Sob, memilik dari budaya malu di Jepang  bukan hal yang diragukan lagi deh dalam penerapannya. Mungkin hal tersebut hanya sebagian saja kita lihat terjadi. Seperti pada momentum yang menyentuh dilakukan oleh mundurnya mantan Perdana Menteri Yukio Hayatoma karena ia merasa melanggar janji kampanyenya. Nyatanya hal tersebut sangat diapresiasi dan tak sedikit dilakukan  para petinggi negara di Jepang.

 

Budaya malu memang berkaitan cukup erat dengan meminta maaf. Namun, tak sedikit orang lidahnya menjadi kelu saat ingin meminta maaf, dan  meminta maaf menjadi hal yang cukup sulit dilakukan. Mulai dari alasan bersalah sampai gengsi. Hal yang demikian itu mungkin disadari oleh negara matahari terbit ini.  

 

Jepang pun menghadirkan layanan jasa untuk meminta maaf nih Sob, mulai dari  Shazaiya Aiga Pro, Yokohama Benriya Natchan dan Nihon Shazai Daikokao. Caranya pun bervariasi seperti meminta maaf secara langsung, via email, atau telepon. Mulai dari yang hanya satu jam atau hingga 12 jam. Mulai  dari minta maaf biasa sampai acara tangis-tangisan.

 

Ckckck... keren kan Sob, biasanya permintaaan maaf ini terjadi pada perusahaan yang  melakukan kesalahan atau mengecewakan kliennya, atau masalah yang berkaitan dengan uang dan macam-macam deh jenis lainnya.

 

Seperti kasus  petinggi negara kita tercinta yang senang sumpah-sumpah jika dia terlibat pada kasus korupsi akan digantung di Monas atau ada yang minta diiris telinganya segala, atau puluhan janji saat kampanye yang tak ditepati. Namun, saat si oknum tertangkap basah dan sah menjadi pelaku korupsi, apa yang terjadi? untung-untung mengakui kesalahannya, minta maaf saja tidak. Bahkan mereka hanya tersenyum. Duh duh...  Mungkin jasa ini bisa digunakan oleh mereka, ya nggak Sob?

 

Sob, faktanya terdapat perdebatan juga lho untuk jasa meminta maaf ini pada masyarakat Jepang. Dikhawatirkan seseorang akan menganggap remeh masalahnya dan tidak menjalani proses pendewasaan diri  terhadap masalah yang ada.  So proud!

 

Sob, meminta maaf tidak menjadikan diri kita lebih rendah, meminta maaf juga menunjukan siapa diri kita sebenarnya dengan benar-benar tulus meminta maaf dan tidak mengulangi kesalahan yang sama.

 

Pun dengan memaafkan, hal itu menunjukkan kedewasaan kita, dengan tulus memaafkan dan memberikan sebuah kepercayaan baru.

 

Semoga bermanfaat!

 

 

Referensi : dari berbeagai sumber

Foto illustrasi : google

Nurul Aprillianti

 

Yuk, Jadi ORANGTUA ASUH (OTA) Santri Penghafal Qur'an Askar Kauny! Donasi Rp 150.000,-/bulan. Dapat Majalah Ummi (free ongkir)

Transfer ke Bank Muamalat 335-000-9175 a.n. Yayasan Askar Kauny

Konfirmasi ke 0813 8054 4843 : OTA#Nama#AlamatLengkap#Telp#jumlahtransfer#TanggalTransfer#JamTransfer

Tags:
loading...