Adakah Keberkahan dari Batu Hajar Aswad

Fashion-Styles-for-Girls-Online

Sobat Nida, Hajar Aswad merupakan batu berwarna hitam kemerah-merahan yang terletak di sudut selatan, sebelah kiri pintu Ka’bah. Ketinggian batu ini 1,10 meter dari permukaan tanah dan tertanam di dinding Ka’bah. Apakah Sobat Nida ingin tahu sejarah di balik Hajar Aswad? Apakah ada keberkahan dari batu ini? Mari, disimak!

Sejarah Batu Hajar Aswad

Ketika Nabi Ibrahim bersama anaknya, Nabi Ismail membangun Ka’bah, banyak kekurangan yang didapati kala itu. Pada mulanya, Ka’bah itu tidak beratap dan tidak memiliki pintu masuk. Nabi Ibrahim bersama Nabi Ismail mengumpulkan dan mengangkut batu dari berbagai gunung.

Dalam sebuah kisah, disebutkan ketika pembangunan Ka’bah selesai, ternyata Nabi Ibrahim merasa kekurangan sebuah batu lagi untuk diletakkan di Ka’bah.

Nabi Ibrahim berkata kepada Nabi Ismail, “Pergilah engkau mencari sebuah batu yang akan aku letakkan sebagai pertanda bagi manusia.”

Kemudian, Nabi Ismail pun pergi dari satu bukit ke bukit lainnya untuk mencari batu yang baik dan sesuai. Ketika Nabi Ismail sedang mencari batu di sebuah bukit, tiba-tiba beliau dihampiri oleh malaikat Jibril yang memberikan sebuah batu yang berwarna putih dan sangat bersih seperti tak bernoda.

Nabi Ismail dengan segera membawa batu itu kepada Nabi Ibrahim. Nabi Ibrahim sangat senang melihat batu yang tampak begitu putih dan bersih, beliau menciumnya beberapa kali. Kemudian, Nabi Ibrahim bertanya, “Dari mana kamu dapat batu ini?”

Nabi Ismail berkata, “Batu ini kuterima dari yang tidak memberatkan cucuku dan cucumu (Jibril).” Nabi Ibrahim mencium lagi batu itu dan diikuti oleh Nabi Ismail yang juga menciumi batu yang diperoleh dari malaikat Jibril.

Sehingga sekarang Hajar Aswad itu diciumi oleh orang-orang yang pergi ke Baitullah. Beratus-ratus ribu kaum muslimin berebut ingin mencium Hajar Aswad itu, yang tidak mencium cukuplah dengan memberikan isyarat lambaian tangan saja.


Keberkahan dari Batu Hajar Aswad

Al-Imaam Al-Bukhaariy rahimahullah berkata:

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ كَثِيرٍ أَخْبَرَنَا سُفْيَانُ عَنْ الْأَعْمَشِ عَنْ إِبْرَاهِيمَ عَنْ عَابِسِ بْنِ رَبِيعَةَ عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّهُ جَاءَ إِلَى الْحَجَرِ الْأَسْوَدِ فَقَبَّلَهُ فَقَالَ إِنِّي أَعْلَمُ أَنَّكَ حَجَرٌ لَا تَضُرُّ وَلَا تَنْفَعُ وَلَوْ لَا أَنِّي رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُقَبِّلُكَ مَا قَبَّلْتُكَ

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin katsiir : Telah mengabarkan kepada kami Sufyaan, dari Al-A’masy, dari Ibraahiim, dari ‘Aabis bin Rabii’ah, dari ‘Umar radliyallaahu ‘anhu : Bahwasannya ia pernah mendatangi Hajar Aswad, lalu menciumnya dan berkata : “Sesungguhnya aku tahu bahwasannya engkau hanyalah sebuah batu yang tidak memberikan kemudlaratan dan tidak pula manfaat. Seandainya aku tidak melihat Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam menciummu, aku tidak sudi menciummu” (Shahiih Al-Bukhaariy no. 1597]).

Riwayat ini memberikan beberapa manfaat, diantaranya:

1. Hajar Aswad dan sebagaimana batu yang lainnya tidak memberikan mudlarat maupun manfaat.
2. ‘Umar bin Al-Khaththaab radliyallaahu ‘anhu tidak bertabarruk dengan dzat Hajar Aswad karena dianggap mengandung barokah, karena kerberkahan benda-benda tertentu harus berdasarkan dalil, bukan berdasarkan akal dan pendapat semata.
3. ‘Umar bin Al-Khaththaab radliyallaahu ‘anhu hanyalah mencium Hajar Aswad karena melihat Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam melakukannya.
4. Mencium atau mengusap benda-benda tertentu dalam rangka ibadah tidak diperbolehkan kecuali jika ada dalilnya.

Sobat Nidatidak ada satupun Sunnah yang menunjukkan disyariatkannya mencari berkah dari Hajar Aswad atau batu apa pun di Ka’bah. Orang yang berbuat demikian dengan tujuan agar dapat sembuh dari suatu penyakit atau agar terbebas dari musibah, maka hal ini bukan suatu yang disyariatkan. Bahkan perbuatan ini termasuk perkara yang bid’ah atau diada-adakan yang wajib dijauhi. (Dina Nazhifah) 

Sumber: Wanitashalihah(Dot)com dan berbagai sumber
Ilustrasi: google

 

Yuk, Jadi ORANGTUA ASUH (OTA) Santri Penghafal Qur'an Askar Kauny! Donasi Rp 150.000,-/bulan. Dapat Majalah Ummi (free ongkir)

Transfer ke Bank Muamalat 335-000-9175 a.n. Yayasan Askar Kauny

Konfirmasi ke 0813 8054 4843 : OTA#Nama#AlamatLengkap#Telp#jumlahtransfer#TanggalTransfer#JamTransfer

Tags:
loading...