Apakah Benar Yajuj Majuj itu Orang Mongol atau Cina?

Fashion-Styles-for-Girls-Online

Sobat Nida, salah satu tanda-tanda datangnya hari kiamat ialah datangnya Ya’juj dan Ma’juj yang tidak pernah kita ketahui tanggal pastinya. Munculnya ia telah dicirikan dengan jelas  oleh Allah subhanahu wata’ala.

Ya’juj dan Ma’juj tetaplah jenis manusia yang bahkan keturunan nabi pertama kita Nabi Adam Salallahu alaihiwasallam.

Dalil yang menunjukkan bahwa mereka dari jenis manusia keturunan Adam ‘alaihissalam adalah apa yang diriwayatkan dalam Shahih Bukhari dalam Kitabul Anbiya’ bab Qishah Ya’juj wa Ma’juj, dari Abu Sa’id Al-Khudri.

Radhiyallahu’anhu, bahwa Nabi Sallallahu’alaihiwassallam bersabda:

Allah subhanahuwata’ala berfirman kepada Adam: “Wahai Adam.” Maka Adam menjawab: “Labbaika wa sa’daika wal khairu fi yadaika (Aku sambut panggilan-Mu dengan senang hati dan kebaikan semuanya di tangan-Mu).” Kemudian Allah subhanahuwata’ala berfirman: “Keluarkan pasukan penghuni neraka.” Maka Adam bertanya: “Apa itu pasukan penghuni neraka?” Allah subhanahuwata’ala berfirman: “Mereka dari setiap seribu orang, sembilan ratus Sembilan puluh sembilan orang!” Maka ketika itu anak kecil menjadi beruban, setiap yang hamil melahirkan apa yang dikandungnya, dan kamu lihat orang-orang seakan-akan mabuk padahal mereka tidak mabuk, tetapi karena adzab Allah subhanahuwata’ala  yang sangat keras. Kemudian para sahabat bertanya: “Siapa yang satu itu, wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab: “Bergembiralah sesungguhnya penghuni neraka itu dari kalian satu dan dari Ya’juj wa Ma’juj seribu.” (HR. Al-Bukhari dengan Fathul Bari, juz 6 hal.382)

Dalam sebuah ceramahnya, ustadz Khalid Basalamah menyatakan bahwa Ya’juj dan Ma’juj adalah 2 suku yang dipersiapkan oleh Allah Subhanahu wata’ala untuk membuat kerusakan dimuka bumi dan telah ada sejak zaman Dzulkarnain.

 

Baca juga: Ciri-ciri Kedatangan Kiamat yang Sudah Banyak Kita Temukan Saat Ini

 

Mari simak Al Quran surat al Kahfi ayat 94 Allah berfirman :

قَالُوا يَا ذَا الْقَرْنَيْنِ إِنَّ يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ مُفْسِدُونَ فِي الْأَرْضِ فَهَلْ نَجْعَلُ لَكَ خَرْجًا عَلَىٰ أَنْ تَجْعَلَ بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمْ سَدًّا

Mereka berkata: "Hai Dzulkarnain, sesungguhnya Ya'juj dan Ma'juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?"

Ciri utama mereka adalah perusak dan jumlah mereka yang sangat besar sehingga ketika mereka turun dari gunung seakan-akan air bah yang mengalir, bermata kecil (sipit), berhidung kecil, lebar mukanya, merah warna kulitnya seakan-akan wajahnya seperti perisai dan lain-lain.

Dalam sebuah penelitian di buku “Mengungkap Misteri Perjalanan Dzulqarnain ke Cina: Munculnya Ya’juj dan Ma’juj di Asia” bahkan disebutkan kata Ya'juj dan Ma'juj bisa jadi berasal dari bahasa Cina, yakni Yazhou dan Mazhou, yang berarti benua Asia dan bangsa berkuda (Mongol). 

Selain itu, dalam sejarah, salah satu bangsa yang dikenal sadis dan memiliki track record mengerikan dalam membunuh secara masif adalah bangsa Mongol. Pernah mendengar julukan Genghis Khan? Satu dari banyak daftar perbuatannya yang paling mencengangkan, adalah : ia diceritakan telah membunuh 1,748,000 dalam kurun waktu satu jam saja.

Angka tersebut adalah jumlah populasi pada sebuah kota di Persia yang dinamakan Nishapur. Kota ini berlokasi di tempat yang sekarang bernama Iran, kota yang ramai pada masa Khan. Dan selama penjelajahannya ke wilayah barat, setelah berhasil menundukkan negeri Cina, Nishapur menjadi salah satu target Khan berikutnya. Meskipun angka tersebut masih simpang siur kejelasannya, Sob.

Selain itu, sebuah penelitian di tahun 2003 menemukan, bahwa sebanyak 16 juta orang yang hidup di zaman sekarang atau sekitar 0,5 persen dari populasi global dunia, adalah keturunan dari Khan. Wallahua'lam.

Benarkah Ya'juj Ma'juj yang dimaksudkan adalah orang-orang bangsa berkuda (Mongol)?  

Disebutkan dalam riwayat Al-Imam Ahmad rahimahullahu, dari Ibnu Harmalah, dari bibinya, dia berkata:

Rasulullah sallallahu’alaihi wassallam berkhutbah dalam keadaan jarinya tersengat kalajengking. Beliau bersabda: “Kalian mengatakan tidak ada musuh. Padahal sesungguhnya kalian akan terus memerangi musuh sampai datangnya Ya’juj wa Ma’juj, lebar mukanya, kecil (sipit) matanya, dan ada warna putih di rambut atas. Mereka mengalir dari tempat-tempat yang tinggi, seakan-akan wajah-wajah mereka seperti perisai.” (HR. Ahmad)

Ustadz Khalid basalamah pernah bertanya pada seorang dosennya ‘Syekh, adakah orang di antara seperti kita ini yang ikut sama mereka?’  lalu dijawab dengan dosennya ‘tidak ada. Memang mereka sendiri suku itu saja, bahkan mereka membunuh seluruh manusia selain mereka. Mereka manusia dan akan tahu manusia lain yang bukan dari suku mereka.  Sungguh kesombongan sangat dimiliki oleh Ya’juj dan Ma’juj.

Kembali bertanya berada di manakah Ya’juj dan Ma’juj sebenarnya? Dilihat dari ciri yang digambarkan oleh hadits dan berdasarkan hasil survey  salah satu doktor  dari Mesir dalam buku terjemahannya  berjudul “Ya’juj dan Ma’juj” ustadz Khalid Basalamah menyebutkan di dalam buku tersebut disebutkan hasil survey mengenai benteng Ya’juj Ma’juj berada di Cina, benteng Cina itu adalah benteng Ya’juj dan Ma’juj. Karena dia pertemukan antara hasil survey yang disebutan dalam Al Quran dengan yang ada di lapangan.

Pada benteng Cina yang awal dibangun, jika 'dikerok' akan terdapat lapisan semen, itu jika dikerok lagi dalamnya itu tembaga. Hal tersebut seperti yang dilakukan oleh Dzulkarnain yang membuat benteng dengan susunanbesi dan tembaga yang dituliskan dalam Al Quran dan benteng tersebut akan terbuka atas izin Allah pada waktunya. Berikut ayat yang menyatakan hal tersebut:

“Mereka berkata: “Hai Dzulkarnain, sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?”

Dzulkarnain berkata: “Apa yang telah dikuasakan oleh Tuhanku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka, berilah aku potongan-potongan besi.” Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah Dzulkarnain: “Tiuplah (api itu).” Hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, diapun berkata: “Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar aku kutuangkan ke atas besi panas itu.”

Maka mereka tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa (pula) melobanginya.

Dzulkarnain berkata: “Ini (dinding) adalah rahmat dari Tuhanku, maka apabila sudah datang janji Tuhanku, Dia akan menjadikannya hancur luluh; dan janji Tuhanku itu adalah benar.” [QS. Al Kahfi 94-98]

Hanya Allah yang mengetahui fakta sesungguhnya mengenai Ya'juj dan Ma'juj.  

Saat ini Cina adalah negara dengan kekuatan militer ke 3 terkuat di dunia setelah AS dan Rusia. Cina sudah punya pesawat tempur jet stealth (siluman) Chengdu J20 dengan kecepatan 2100 km/jam. Cina juga punya rudal Balistik Dong Feng DF41 dengan jangkauan 13.000 km yang bisa menjangkau seluruh dunia. Rudal Cina ini begitu cepat sehingga bisa menghancurkan kota-kota di Inggris dan Amerika Serikat dalam waktu 30 menit. Kalau ke Indonesia, mungkin sekitar 15 menit. Tiap rudal dilengkapi 10 hulu ledak nuklir yang bisa menyerang 10 tempat yang berbeda.

Jadi, benarkah ya'juj dan ma'juj merupakan bangsa Mongol atau Cina? Wallahu’alam bishowab. Semoga Allah melindungi kita dari golongan orang yang merugi di hari akhir nanti. Aamiin.

Referensi : dari berbagai sumber

Foto ilustrasi: google

Nurul Aprillianti

 

Yuk, Jadi ORANGTUA ASUH (OTA) Santri Penghafal Qur'an Askar Kauny! Donasi Rp 150.000,-/bulan. Dapat Majalah Ummi (free ongkir)

Transfer ke Bank Muamalat 335-000-9175 a.n. Yayasan Askar Kauny

Konfirmasi ke 0813 8054 4843 : OTA#Nama#AlamatLengkap#Telp#jumlahtransfer#TanggalTransfer#JamTransfer

Tags:
loading...