Apakah Boleh Berqurban untuk Muslim di Luar Negeri?

Fashion-Styles-for-Girls-Online

Sobat Nida, semakin maju zaman, soal berqurban juga semakin canggih, Sob. Sekarang, nggak cuma berqurban untuk muslim di tanah air, ide-ide kreatif bermunculan untuk menyalurkan hewan qurban ke daerah-daerah yang susah terjangkau. Ke luar daerah atau negeri yang susah mendapatkan hewan qurban hingga negara konflik yang susah melaksanakan qurban.

Gimana tuh hukumnya, Sob, kalau kita mengirimkan hewan qurban ke luar negeri? Kalau beberapa orang mengatakan, masih banyak loh saudara-saudara di tanah air Indonesia yang makannya belum tercukupi, kok ngirim-ngirim hewan qurban ke luar negeri sih? Simak pembahasannya berikut ini.

Hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik Ra., “Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu alaihi Wasallam menyembelih dua ekor domba yang amat gemuk maka aku melihat beliau meletakkan kaki beliau yang mulia pada lambung domba tadi seraya mengucapkan basmalah dan bertakbir lalu menyembelih keduanya dengan tangan beliau yang mulia.” Hadits Riwayat Bukhari (5558) dan Muslim (1966). Hadits tersebut menjadi salah satu dasar bahwa yang paling utama bagi seseorang yang berqurban adalah bila ia menyembelih sendiri binatang qurbannya.

Berqurban di luar negeri adalah bahasan yang menghasilkan beda pendapat di kalangan ulama. 

Doktor Wahbah Az Zuhaili berkata, “Adapun penyembelihannya di negara lain; Al Hanafiyyah  berkata, Makruh hukumnya mengirim hewan sembelihan keluar negara, kecuali jika mengirimkan kepada kerabatnya, atau kepada sekelompok komunitas orang yang sangat membutuhkan dibanding orang yang tinggal di negara itu, walau  tidak bisa tidak dan harus dikirim ke negara lain, hal ini tetap diperbolehkan dan mendapatakan pahala meskipun makruh hukumnya. 

Al Malikiyyah berpendapat, Tidak boleh mengirimkannya ke daerah yang melebihi batas diperbolehkannya mengqashar shalat, melainkan jika penduduk daerah tersebut sangat membutuhkan daripada penduduk daerah atau negara yang berqurban, maka wajib mengirimkan hewan qurban ke daerah atau negara yang membutuhkan tersebut lebih banyak, dan menyisakan sedikit bagi penduduk negara atau daerah yang berkurban. 

 

Baca juga: Tips Bikin Tabungan Qurban Idul Adha untuk Tahun Depan  

 

Al Hanabilah dan As Syafi’iyyah berpendapat sama dengan pendapat Al Malikiyyah, Diperbolehkan mengirimkannya ke negara atau daerah yang jaraknya kurang dari jarak diperbolehkannya mengqashar shalat, dari negara yang terdapat harta atau hewan qurban, dan diharamkan mengirimkan binatang sembelihan sebagaimana zakat, ke negara yang jaraknya sepadan dengan jarak diperbolehkannya mengqashar shalat atau melampaui batas tersebut...

Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah menjelaskan, "Jika ia mengirim uang lantas berqurban di sana. Itu baik asalkan lewat perantaraan orang yang terpercaya. Jika ia hanya mengirimkan sejumlah uang, itu tidaklah masalah. Namun jika melaksanakan qurban di tempat shohibul qurban lalu nanti memudahkan rekan dan teman-temannya untuk menyantapnya, itu lebih afdhol. Semisal ia melaksanakannya di lembaga Islami di negerinya lalu ia menghadiahkan pada rekan dan kaum muslimin, juga termasuk orang kafir -selain kafir harbi- karena itu adalah sedekah sunnah, itu lebih baik. Namun jika ia mengirim qurban ke Afrika -misalnya- untuk para mujahidin -jika ada- atau ia hanya mengirim sejumlah uang, maka tidaklah mengapa.” (Fatawa Nur ‘alad Darb, 18: 206)

Dr. Abdullah bin Jibrin berpendapat, "Jika negara asal sudah cukup kaya dan tidak ada orang miskin, bahkan ketika qurban ini dibagikan di negara kaya tersebut, dagingnya akan disimpan berhari-hari, dan mereka memiliki banyak daging sepanjang tahun, maka boleh mengirim hewan qurban ke negara miskin yang lebih membutuhkan, yang kekurangan daging, atau mereka jarang mendapatkan daging. Dan harus diperhatikan kepastian hewan ini disembelih tepat pada hari qurban, dipastikan usia hewan qurban, yang terbebas dari cacat, serta dipastikan orang yang menanganinya adalah orang yang amanah. Allahu a’lam." (Fatwa Islam, no. 175475)

Syaikh Kholid Mushlih, murid sekaligus menantu Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin, berpendapat asalnya memang shohibul qurban di negerinya. Namun, jika ada hajat, boleh ditransfer ke daerah lain.

So, Sob, kalau memang kita melihat kondisi qurban di daerah kita sudah mencukupi, terdistribusi dengan baik, bahkan kadang masih sisa-sisa banyak, tidak ada salahnya meringankan derita saudara-saudara kita di negara lain yang sedang berkonflik, seperti Suriah, Palestina, Somalia, dan lain-lain. Akan sangat membahagiakan bila derita karena selalu hidup di bawah bayang-bayang teror dan perang, diringinkan dengan mereka masih bisa menikmati daging qurban dan peringatan hari raya Idul Adha yang utuh. Tentu, kita harus memilih lembaga penyalur hewan qurban yang terpercaya.

Allahu a'lam.  

 

 

Referensi: dari berbagai sumber

Foto ilustrasi: google 

Yuk, Jadi ORANGTUA ASUH (OTA) Santri Penghafal Qur'an Askar Kauny! Donasi Rp 150.000,-/bulan. Dapat Majalah Ummi (free ongkir)

Transfer ke Bank Muamalat 335-000-9175 a.n. Yayasan Askar Kauny

Konfirmasi ke 0813 8054 4843 : OTA#Nama#AlamatLengkap#Telp#jumlahtransfer#TanggalTransfer#JamTransfer

Tags:
loading...