Apakah Meninggalkan Shalat Sama Dengan Kafir?

Fashion-Styles-for-Girls-Online

Sobat Nida, kerap kali kita merasa malas dan enggan melaksanakan shalat karena terlalu sibuk dengan masalah dunia. Padahal shalat merupakan amalan paling utama yang wajib hukumnya.

Khalifah Umar bin Khatab pernah berkata di akhir hidupnya, “Laa islama liman tarokash sholaah” (Tidak disebut muslim bagi orang yang meninggalkan shalat). Nauzubullah min dzalik. Apakah hal itu benar jika meninggalkan shalat disebut kafir?

Allah Ta’ala berfirman,

فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا إِلَّا مَنْ تَابَ وَآَمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا

Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui al ghoyya, kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal saleh.” (QS. Maryam : 59-60)

Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhuma mengatakan bahwa ‘ghoyya’ dalam ayat di atas merupakan sungai di Jahannam yang sangat menjijikkan dan tempatnya sangat dalam. (Ash Sholah, hal. 31)

Dalam ayat ini Allah menjadikan sungai di Jahannam sebagai tempat bagi orang yang menyiakan shalat dan mengikuti hawa nafsu. Seandainya orang yang meninggalkan shalat adalah orang yang hanya bermaksiat biasa, tentu dia akan berada di neraka paling atas, tempat orang muslim yang berdosa. Ghoyya merupakan bagian neraka paling bawah, bukanlah tempat orang muslim, melainkan tempat orang-orang kafir.

Dalam ayat lain, Allah Ta’ala berfirman,

فَإِنْ تَابُوا وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَآَتَوُا الزَّكَاةَ فَإِخْوَانُكُمْ فِي الدِّينِ

Jika mereka bertaubat, mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka (mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama.” (QS. At Taubah [9] : 11).

Ayat di atas menjelaskan bahwa Allah Ta’ala mengaitkan persaudaraan seiman dengan mengerjakan shalat. Jadi, jika shalat tidak dikerjakan, bukanlah saudara seiman. Konsekuensi dari meninggalkan shalat ialah bukanlah seorang mukmin karena orang mukmin itu bersaudara.

Umar berkata,

ولاَحَظَّ فِي الاِسْلاَمِ لِمَنْ تَرَكَ الصَّلاَةَ

Tidak ada bagian dalam Islam bagi orang yang meninggalkan shalat.” (Dikeluarkan oleh Malik. Begitu juga diriwayatkan oleh Sa’ad di Ath Thobaqot, Ibnu Abi Syaibah dalam Al Iman. Diriwayatkan pula oleh Ad Daruquthniy dalam sunannya, juga Ibnu ’Asakir. Hadits ini shohih, sebagaimana dikatakan oleh Syaikh Al Albani dalam Irwa’ul Gholil no. 209).

Saat Umar mengatakan perkataan di atas ketika menjelang sakratul maut, tidak ada satu orang sahabat pun yang mengingkarinya. Oleh karena itu, hukum bahwa meninggalkan shalat adalah kafir termasuk ijma’ atau kesepakatan para sahabat seperti yang dikatakan oleh Ibnul Qoyyim dalam kitab Ash Sholah.

Mayoritas sahabat Rasulullah menganggap bahwa orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja ialah kafir.

Abdullah bin Syaqiq berkata,

كَانَ أَصْحَابُ مُحَمَّدٍ -صلى الله عليه وسلم- لاَ يَرَوْنَ شَيْئًا مِنَ الأَعْمَالِ تَرْكُهُ كُفْرٌ غَيْرَ الصَّلاَةِ

Dulu para shahabat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah pernah menganggap suatu amal yang apabila ditinggalkan menyebabkan kafir kecuali shalat.” Perkataan ini diriwayatkan oleh At Tirmidzi dari Abdullah bin Syaqiq Al ‘Aqliy seorang tabi’in dan Hakim mengatakan bahwa hadits ini bersambung dengan menyebut Abu Hurairah di dalamnya. Dan sanad (periwayat) hadits ini adalah shohih. (Lihat Ats Tsamar Al Mustathob fi Fiqhis Sunnah wal Kitab, hal. 52)

Penjelasan di atas jelas terlihat bahwa Al Qur’an, hadits, dan perkataan sahabat menyatakan bahwa orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja ialah kafir atau keluar dari Islam.

Sobat Nida, sebagai umat Muslim yang beriman, hendaknya kita menjaga shalat lima waktu. Terlebih lagi jika juga melaksanakan shalat sunnah. Semoga kita bisa menjaga amalan dan mengingatkan kerabat dan keluarga mengenai bahaya meninggalkan shalat lima waktu. Semoga bermanfaat. (Dina Nazhifah)

Sumber:  rumaysho(dot)com
Ilustrasi: Google

 

 

 

Yuk, Jadi ORANGTUA ASUH (OTA) Santri Penghafal Qur'an Askar Kauny! Donasi Rp 150.000,-/bulan. Dapat Majalah Ummi (free ongkir)

Transfer ke Bank Muamalat 335-000-9175 a.n. Yayasan Askar Kauny

Konfirmasi ke 0813 8054 4843 : OTA#Nama#AlamatLengkap#Telp#jumlahtransfer#TanggalTransfer#JamTransfer

Tags:
loading...