Untitled Document

Kategori : Sapa Nida

Dibaca : 1023 Kali

Pentingnya Kreativitas

Assalamualaikum wrwb.

Sobat Nida, siapa yang merasa hari-hari yang berjalan terasa membosankan? Tiba-tiba sudah awal pekan lagi, rutinitas lagi, huff... bete! Ya udah... mending baca dulu kisah hikmah berikut, yang Nida kutip dari blog http://sufimuda.wordpress.com/ dengan judul Nenek Pemungut Daun.

Dahulu di sebuah kota di Madura, ada seorang nenek tua penjual bunga cempaka. Ia menjual bunganya di pasar, setelah berjalan kaki cukup jauh. Usai jualan, ia pergi ke masjid Agung di kota itu. Ia berwudhu, masuk masjid, dan melakukan salat Zhuhur. Setelah membaca wirid sekedarnya, ia keluar masjid dan membungkuk-bungkuk di halaman masjid. Ia mengumpulkan dedaunan yang berceceran di halaman masjid. Selembar demi selembar dikaisnya. Tidak satu lembar pun ia lewatkan.

Tentu saja agak lama ia membersihkan halaman masjid dengan cara itu. Padahal matahari Madura di siang hari sungguh menyengat. Keringatnya membasahi seluruh tubuhnya.

Banyak pengunjung masjid jatuh iba kepadanya. Pada suatu hari Takmir masjid memutuskan untuk membersihkan dedaunan itu sebelum perempuan tua itu datang. Pada hari itu, ia datang dan langsung masuk masjid. Usai salat, ketika ia ingin melakukan pekerjaan rutinnya, ia terkejut. Tidak ada satu pun daun terserak di situ. Ia kembali lagi ke masjid dan menangis dengan keras. Ia mempertanyakan mengapa daun-daun itu sudah disapukan sebelum kedatangannya. Orang-orang menjelaskan bahwa mereka kasihan kepadanya.

"Jika kalian kasihan kepadaku," kata nenek itu, "Berikan kesempatan kepadaku untuk membersihkannya."Singkat cerita, nenek itu dibiarkan mengumpulkan dedaunan itu seperti biasa.

Seorang kiai terhormat diminta untuk menanyakan kepada sang nenek mengapa ia begitu bersemangat membersihkan dedaunan itu. Perempuan tua itu mau menjelaskan sebabnya dengan dua syarat: pertama, hanya Kiai yang mendengarkan rahasianya; kedua, rahasia itu tidak boleh disebarkan ketika ia masih hidup.

Sekarang ia sudah meninggal dunia, dan kita dapat mendengarkan rahasia itu...

"Saya ini perempuan bodoh, pak Kiai," tuturnya. "Saya tahu amal-amal saya yang kecil itu mungkin juga tidak benar saya jalankan. Saya tidak mungkin selamat pada hari akhirat tanpa syafaat Kanjeng Nabi Muhammad. Setiap kali saya mengambil selembar daun, saya ucapkan satu salawat kepada Rasulullah. Kelak jika saya mati, saya ingin Kanjeng Nabi menjemput saya. Biarlah semua daun itu bersaksi bahwa saya membacakan shalawat kepadanya."

Subhanallah, betapa kreatifnya nenek tersebut ya Sob! Biarpun ia memiliki kekurangan dari banyak sisi: Sudah tua, sudah banyak kehilangan kekuatan, tapi ia tak kehilangan gairah untuk mengisi hari-harinya dengan ibadah. Lah... kalau kita yang masih muda ini gimana?

Sob, butuh kreativitas untuk menjalani hari-hari dengan bergairah, baik untuk kehidupan dunia saat ini maupun bekal akhirat kita kelak, dan yang bertugas menemukan kreativitas tersebut adalah diri kita sendiri. Jangan mau kalah semangat dari nenek pemungut daun!

Selamat berkreativitas mengisi hari!

 

Wassalam


Berbagi Tulisan

Artikel Sebelumnya :

  • Memaknai Apa yang Dilakukan
  • Make Up Your Mind
  • Syukur dan Sabar
  • Jangan Remehkan Kekurangan
  • Tidak Perlu Paksa Orang Lain Berubah
  • Menjadi Pemenang Sejati
  • Boleh Jadi Kesalahan Ada Pada Kita
  • Jangan Kalah Sama Duit 100 Ribu
  • Jembatan Hati
  • Saat Iman Membutuhkan Kecerdasan
  • Jangan Salahkan Allah
  • Kabur
  • Sambut Datangnya Ramadhan
  • Kiamat Makin Dekat
  • Semua yang Allah Beri itu Mahal
  • Untitled Document