Untitled Document

Kategori : Berita Penulis

Dibaca : 3607 Kali

Mamun Affani: Film Kehormatan di Balik Kerudung Berbeda dengan Novelnya

Annida-online—Apa rasanya kalau novel yang kita tulis dilirik oleh Rumah Produksi dan kemudian dilamar untuk difilmkan ke layar lebar? Wow... dahsyat pastinya! Ada rasa haru, bangga, senang, semuanya campur aduk. Bayangkan... novel yang awalnya hanya hidup dalam imajinasi penulis, kemudian divisualisasikan ke media film yang dapat dinikmati oleh lebih banyak orang.

Nah, mungkin perasaan dahsyat itu jugalah yang dirasakan oleh Ma’mun Affany, saat novelnya dilamar oleh Star Vision menjadi film dengan judul sama, “Kehormatan di Balik Kerudung”, yang rilis 27 Oktober ini.

“Surprise bagi saya karena ternyata Rumah Produksi tertarik dengan novel Kehormatan di Balik Kerudung, kemudian menghubungi saya dan membeli novel itu tahun 2010 lalu,” ucap penulis yang berkepribadian low profile ini.

“Tetapi bukan saya yang menulis skenario filmnya, saya bahkan tidak membaca bagaimana isi skenarionya, tapi diberitahu oleh Rumah Produksi bahwa skenario melenceng dari novelnya, sehingga filmnya bukan mengadopsi novel, melainkan mengadaptasi. Kalau sudah pernah baca novel Kehormatan di Balik Kerudung pasti akan memahami mengapa sulit mengadaptasinya menjadi film,” terangnya lagi. Ia mengungkapkan bahwa novelnya tersebut telah dicetak ulang tiga kali, bisa diperoleh di toko buku di kota-kota besar.

Yang tidak disangka-sangka, bukan hanya tidak membaca skenario filmnya, Ma’mun juga sama sekali tidak pernah menyambangi lokasi syuting film yang disutradarai oleh Tya Subiakto ini.

“Saya tidak berniat ikut campur banyak-banyak, kalau hanya sedikit saya mau,” ungkapnya jujur.

Lalu, apa harapan Ma’mun pribadi terhadap filmnya?

“Yaa... berharap film laris di pasaran adalah ekpektasi wajar seorang penulis, tapi lebih dari itu... saya berharap ada pesan yang dapat diambil oleh penikmat novel dan film Kehormatan di Balik Kerudung.”

Yap, meskipun dikatakan melenceng dari novel aslinya, moga saja tetap ada hikmah yang bisa dipetik dari film yang dimainkan oleh Donita, Andhika Pratama, dan Ussy Sulistiawati ini yah Sob... Tertarik menonton filmnya? (Syamsa)

 


Berbagi Tulisan

Artikel Sebelumnya :

  • Belajar Nulis Dari Ollie Salsabeela
  • Jurus Nulis ala Ifa Avianty
  • Tasaro GK: Penulis Wajib Memberikan Bacaan yang Berbeda
  • Kehormatan Untuk Penulis Mesir di Abu Dhabi Film Festival 2011
  • Resep Jadi Penulis Komedi ala Dedew
  • Buku Nonfiksi Pertama Guntur Alam, Bicara tentang Wanita
  • Kalau Guru Buat Buku
  • Eksekutif Google Menulis Memoar Revolusi Mesir
  • Selamat Jalan Nurul F. Huda
  • Jodoh dan Ridho Orang Tua
  • Buku Telat Terbit, Penulis Salahkan Penggemar
  • Memotret Indonesia Kecil Lewat Film "Negeri 5 Menara"
  • Penulis Argentina, Ernesto Sabato, Meninggal di Usia 99 Tahun
  • Kartini Masa Kini Versi Pipiet Senja dan Adzimattinur Siregar
  • Tiga Novelis Debutan Dalam Daftar Orange Prize