Tema Kurang Unik, Pembaca Males Melirik

Sobat Nida, sebagai pembaca sebuah karya fiksi (dalam hal ini cerpen), tentu kita berharap mendapat sesuatu yang berbeda dari apa yang kita baca. Kesan yang dapat diambil dari kisah itu setidaknya dapat membawa pembaca kepada sensasi yang baru. Tak jarang petikan risalah hidup dan teladan dari jalinan cerita yang dibawakan akan menimbulkan kesan yang mendalam. Untuk itu, cerpenis dituntut pembaca agar membawakan pengalaman berbeda dari cerita yang disajikan.

Sayangnya, banyak cerpen yang sobat Nida kirim masih bertemakan hal sama. Tema yang sudah sangat sering diangkat sebagai cerpen. Tentang percintaan, persahabatan, keretakan rumah tangga, keprihatinan atau kekaguman terhadap hidup sesorang. Apalagi tema percintaan, banyak sekali kiriman cerita yang memiliki “benang merah” yang sama. Cerita cinta boleh saja, asalkan menawarkan sesuatu yang berbeda.

Seperti cerpen di bawah ini. Cerpen ini berjudul Kerinduan Cinta Hamidah karya Annur El-Kareem. Simak sinopsisnya:

Prolog menceritakan tokoh Hamidah yang didesak oleh orangtuanya agar cepat menikah. Hamidah diminta menikah karena umurnya sudah berkepala tiga. Sebagai seorang perempuan, usianya sudah melewati ambang kesiapan untuk menikah. Hamidah memiliki alasan tersendiri mengapa dia tidak menikah, meskpun tak sedikit yang sudah berniat melamarnya. Hamidah menunggu pujaan hatinya yang jauh di pulau seberang, dan telah berjanji melamarnya saat kembali. Tetapi apa daya, sang kekasih ternyata sudah menikah dan memiliki anak. Kerinduan Hamidah berakhir dengan kekecewaan.

Bila dilihat dari sudut teknik penceritaan, sebenarnya cerpenis berhasil membawakannya dengan cukup baik. Tetapi melihat tema yang diangkat sungguh disayangkan.

Sobat Nida tentu pernah bahkan sering menemui jalinan cerita yang hampir sama dengan yang di atas. Nida juga banyak mendapat cerita yang hampir sama. Tentang perjalanan kehidupan meraih pasangan hidupnya lengkap segala problema yang hampir sama. Pembaca tentu ingin disuguhkan hal-hal baru.

Sayang sekali, cerpen yang Sobat Nida kirim sebenarnya sudah bagus teknik penceritaanya. Tetapi tema yang diangkat sudah sering digunakan. Coba gali lagi dan berimajinasi, tema apa yang menurut kalian unik. Tentunya cerita itu sarat akan manfaat, dan penuh kesan di hati pembacanya.

Saran Nida bila ingin “menemukan” hal-hal yang menarik sebagai tema cerpen adalah membaca! Cobalah banyak membaca berbagai karya. Tak harus terpaku dengan karya fiksi, terkadang karya non-fiksi justru membuat kita berpikir kritis dan berbeda. Jadi, selamat mencoba ya...