Kebaikan Palsu
Assalamualaikum wrwb.
Bukannya Nida latah lagu 'alamat palsu', Sob! Tapi memang benar ada loh yang namanya kebaikan palsu!
Contohnya, kita punya temen tajir mampus, kaya buangets, trus kita selalu berbuat baik sama dia, demi ditraktir atau ada tujuan tertentu deh. Sedangkan sama temen yang kere kita ogah berbuat baik, kasih senyum aja kita merasa rugi. Nah, berarti kebaikan yang kita lakukan palsu Sob!
Ibaratnya uang palsu, kebaikan palsu juga gak laku buat membeli syurga! Yang ada malahan kita terhina dunia-akhirat.
Tidak hanya masalah harta, kalau kita berbuat baik demi dapat tahta juga bisa dibilang kebaikan kita palsu. Seperti yang sering dilakukan oleh calon anggota dewan, calon walikota, dkk yang berbuat baik sama rakyatnya menjelang pemilihan doang.
Begitu pula kalau kita berbuat baik sekedar untuk menjaga popularitas, ngedapatin gebetan, dan sederet niat melenceng lainnya.
Apakah kita berdosa kalau melakukan kebaikan palsu? Tentu saja itu urusan Allah. Yang jelas kita bodoh kalau terbiasa melakukan kebaikan palsu! Pasalnya, segala amalan bergantung niat Sob... Kalau niat kita sekedar dapat jabatan, uang, gebetan, beuh... Rugi bener!
Trus bagaimana cara tau kebaikan yang kita lakukan palsu atau asli? Gampang Sob... Kalo kita bisa melakukan kebaikan pada orang cakep dan jelek, pada orang kaya dan miskin, pada orang populer dan terasing, pada orang normal dan cacat, pada orang pinter dan bodoh, bahkan pada manusia dan binatang, baik dilihat orang lain atau hanya sendirian, berarti kebaikan kita asli!
Bukankah itulah tujuan Islam diturunkan ke dunia? Untuk menjadi rahmat bagi semesta alam! So, yuk kita sering-sering introspeksi... Apakah kebaikan kita bernilai ataukah hampa?
Wassalam



