Nikmat Membawa Laknat

Assalamualaikum wrwb.
Hati-hati Sobat Nida, saat ini banyak sekali bergentayangan kenikmatan palsu! Sesuatu yang di awalnya terlihat nikmat, ternyata berujung laknat! Hiiy... serem amat, apaan aja sih?
Nikmat membawa laknat ini mencakup 3 TA yang biasanya diincar oleh manusia: Harta, Tahta, dan Cinta. Apa saja contoh nyatanya?
Nikmat harta yang dilaknat salah satu contohnya adalah korupsi! Memang sih nikmat banget pakai duit orang lain untuk membiayai kebutuhan kita, nggak perlu khawatir harga barang-barang naik, nggak perlu susah payah banting tulang bermandi keringat, apalagi saat ini korupsi dilakukan berjamaah alias rame-rame, tambah terasa nikmatlah melakukan perbuatan laknat tanpa gentar sedikitpun, malah rasanya rugi kalau nggak ikutan! Betul begitu? Semoga nggak betul...
Nikmat harta yang mengandung laknat lainnya adalah: Kikir, pamer, mubazir. Semuanya sih kerasa seru Sob, gak keluar duit buat zakat apalagi sedekah, bebas huya-huya (baca: hura-hura dan foya-foya), pamer gadget canggih, kendaraan mewah, perkawinan jor-joran, padahal mubazir temennya setan. Sayangnya, kita sering merasa hal-hal tersebut sah-sah saja dan sudah biasa...
Kedua adalah Nikmat tahta, yang dilaknat ada banyak jenisnya Sob, bisa jadi tahta yang didapat dengan sogokan, nepotisme, ataupun perbuatan curang dan tidak adil lainnya. Kan nikmat banget tuh dapat jabatan dengan instan, tinggal bayar bisa langsung duduk di “kursi empuk”, sayangnya... laknat yang menyertainya itu nggak banget deh.
Nah yang terakhir ini kayaknya banyak anak muda yang demen lakonin nih, yaitu nikmat cinta yang dilaknat! Aih.... Nikmat cinta yang dilaknat ini mencakup zina alias sex sebelum nikah, termasuk pula pacaran yang dibumbui pegangan tangan, sender-senderan, sentuh-sentuhan, sms-sms an, dan kawan-kawannya yang minimal efeknya adalah membuang waktu dan pikiran untuk hal yang nggak jelas juntrungannya.
Mengapa nikmat-nikmat tersebut dilaknat Sob? Yang pasti karena melanggar aturan Allah. Allah telah menetapkan aturan untuk jujur, adil, menahan nafsu, kita malah seenaknya melanggar, pantas dong kalau dapat hukuman! Bukankah kalau kita bekerja di perusahaan saja ada aturannya Sob, sekolah juga ada aturannya, gak bisa seenak udel masuk dan pulang sesuka hati! Apalagi dalam menjalani hidup, ada aturan yang perlu kita patuhi.
Hidup ini nikmat banget kok kalau kita menjauhi hal-hal yang dilaknat Allah. Mendapat harta, tahta, dan cinta dengan cara yang benar dan halal jauh lebih memuaskan dibandingkan menikmatinya dengan cara maksa! Setuju?
Semoga kita bukanlah orang-orang yang tergiur nikmat sampai lupa akan ancaman laknat! Selamat menikmati hari dengan rahmat-Nya, Sob...
Wassalam



