Untitled Document

Kategori : Berita Umum

Dibaca : 18516 Kali

Majalah “Story”, Gudang Cerpen Remaja

Annida-Online--Minat membaca fiksi tak pernah lekang dari peradaban masyarakat, begitu juga di kalangan remaja. Di penghujung Juli ini, sebuah majalah remaja khusus fiksi mewarni media cetak yang membanjiri pasar Indonesia. Selasa (28/07) kemarin menandai lahirnya teenlit magazine "Story" yang launching di Restoran Dapur Sunda, Jalan Gatot Subroto, Jakarta. Majalah Story yang berisi 80 persen fiksi dan 20 persen non fiksi siap memanjakan pecinta fiksi remaja dengan motto menghanyutkan. Cahya Sadar, pemimpin umum Majalah Story mengungkapkan optimis Story bisa diterima dan berkembang di tengah kemeriahan acara yang juga bertabur doorprize.

"Pecinta fiksi itu tetap ada. Kita lihat saja, tayangan televisi yang paling banyak penggemarnya adalah sinetron. Itu kan bentuk fiksi di televisi, makanya saya optimis Story bisa menjadi majalah fiksi yang diterima remaja," ujar Cahya yang sebelumnya bergabung di Majalah Anita Cemerlang, era 80-an itu.

Launching Majalah Story ramai dihadiri oleh penulis-penulis senior yang juga menulis edisi perdana majalah yang mengambil cover penyanyi muda Gita Gutawa itu. Di antaranya Nazaruddin, Kurnia Effendi, Boim Lebon, Ali Muakhir, dan penulis lainnya, termasuk penulis muda yang baru pertama kali cerpennya dimuat. Istimewanya, Zara Zetirra dari Kanada juga menulis cerita bersambung menandai kelahiran Story. Untuk mendekatkan dengan pembaca, penulis yang ingin karyanya dimuat bisa mengirim langsung pada editor tamu yang salah satunya sastrawan Gus Tf Takai di Sumatera Barat.

Beberapa artis seperti Rachel Amanda dan Nesa Sadin juga menghadiri peluncuran majalah yang diterbitkan PT Nuansa Karya Berita tersebut. Penulis dan penyair juga tampak membacakan cerpen dan puisi yang dimuat Story. Termasuk Amanda yang menyumbangkan pembacaan puisi. Story akan terbit tanggal 25 setiap bulannya dengan rubrik cerpen, cerita berseri, cerita misteri, true story, novelet, puisi, dan rubrik lainnya. Gusur yang menjadi awak Story juga berharap media yang mereka gagas bisa menjadi tempat berkreativitas untuk menulis pengarang muda di Indonesia. "Beda cerpen di Story dengan majalah-majalah lain apa ya? Yang pasti lebih baik dan menghayutkan," ujar Gusur menjawab pertanyaan salah satu tamu yang hadir sembari senyum-senyum.

Oke, selamat untuk Story. Semoga bisa menambah khasanah kecintaan sastra yang berpihak pada remaja ya! [Elzam]

 

 

 


Artikel Sebelumnya :

Untitled Document