INVESTASI MASA: Sikap Cerdas Orang Bertaqwa

Oleh: Alan Ruslan Huban*


“Al Waqtu Kas Syaif; waktu bagaikan pedang,” begitulah pepatah Arab menuturkan Sob. Yupz, waktu diperumpamakan seperti sebilah pedang bagi manusia. Perumpamaan ini tidaklah mengada-ngada lho. Pedang sebagai sebuah senjata akan sangat berdaya guna bagi orang yang dapat menggunakanya dengan baik. Dia dapat menjaga dari berbagai hal yang dapat mengancam keamanan pemiliknya. Namun sebaliknya, dia akan sangat membahayakan bahkan mencelakakan bagi orang yang tak memilki kemampuan untuk menggunakannya.

Begitu halnya dengan waktu, waktu bagi orang yang beriman merupakan senjata, harta dan asset yang sangat berharga bagi keberlangsungan hidup di dunia. Jika digunakan dengan sebaik-baiknya, ia akan menjadi modal berharga yang berdaya guna. Namun bila tidak cakap menggunakan masa, maka yang terjadi adalah sebuah kecelakaan bagi pemiliknya.

Kita tahu, setiap manusia dikasih jatah waktu 24 jam dalam sehari semalam. Dari mulai orang Singapura sampai orang Singaparna, dari orang Chicago sampai orang Cicaheum, semuanya memiliki jatah masa yang sama, yaitu dua puluh empat jam dalam sehari. Jadi, modal yang Allah berikan sama kita selaku manusia sama tidak dibeda-bedakan. Meski ada jatah hidup yang berbeda dari segi umur, seperti ada yang lebih panjang ataupun pendek umurnya, hanya saja manusia punya waktu yang sama dalam menempuh kesehariannya.


Memahami Masa dari Pemiliknya

Sebagai seorang mu’min, kita selayaknya memahami masa dari Pemiliknya langsung, Sob, yaitu Allah. Karena Dialah yang telah menciptakan waktu tersebut sebagai modal bagi kita semua. Untuk memahami masa tersebut, sebelumnya kita harus tahu dulu kenapa Allah menciptakan manusia di muka bumi dan dalam waktu tertentu? Setidaknya kita dapat memahami dari beberapa hal tersebut:

1.Allah menciptakan manusia tiada lain untuk melakukan penyembahan kepada-Nya Sob, sebagaimana dalam Firman-Nya:

“Dan tidaklah Aku ciptakan Jin dan Manusia kecuali agar mereka beribadah kepada-Ku”. (Q.S. Adz Dzariyat: 56)

Jadi, segala aktivitas kita harus memiliki muatan dan nilai Ibadah, Sob. Kita tidak bisa memisah-misahkan antara kegiatan apapun yang kita lakukan. Mau di Sekolah, di Toko Buku, di Halaqah-halaqah pengajian ataupun di Mall sekalipun kita harus tetap menyertakan-Nya. Sehingga semua yang kita lakukan bernilai ibadah. Sebagaimana perkataan sahabat ‘Ali Radhiyallahu ‘anhu: “Hayatuna Kulluha ‘Ibadah; Setiap sendi kehidupan kita seluruhnya merupakan Ibadah” ^^

2.Peribadahan selama di dunia tersebut waktunya ditentukan. Alias tidak abadi

Hal ini bisa kita simak dalam Firman Allah Jalla Wa’ala ketika Menurunkan Nabi Adam ‘alaihi salam dan Siti Hawa ke Dunia.

“… dan bagi kamu ada tempat tinggal dan kesenangan di bumi sampai waktu yang ditentukan” (Q.S. Al Baqarah: 37)

Selain itu, Firman Allah yang ini juga Sob..

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari. kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (QS. Ali Imran: 185)

3.Allah Jalla Wa’ala merupakan Sang Pemilik Masa, manusia tidak memiliki kemampuan untuk memajukan atau mengakhirkannya

Inilah salah satu Kekuasaan-Nya sebagai Pemilik waktu, manusia tidak memiliki kemampuan atasnya.

“Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat (pula) memajukannya.” (QS. Al A’raf: 34)

Kehidupan ini merupakan rangkaian masa tertentu yang sudah ditentukan batasnya, tidak bisa dipercepat atau diperlambat. Gak kayak di film Doraemon yang memiiliki alat buat masuk ke masa lalu atau masa depan. (Mimpi Kali ye) ^.^

4.Karena sangat pentingnya waktu, Allah senantiasa mengingatkan hamba-Nya dengan bersumpah atas nama-nama waktu tersebut, bahkan menamai surat-surat dalam Al Qur’an dengan nama-nama waktu

Nama-nama dalam Al Qur’an banyak yang berhubungan dengan waktu, seperi Al ‘Ashr; Masa, Al Lail; malam, Al Fajr; Fajar, Adh Dhuha; Waktu Dhuha dan sebagainya. Ini menunjukan pentingnya kita mengingat waktu.

“Demi masa, sesungguhnya manusia berada dalam kerugian kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shaleh serta saling mewasiatkan dalam kebenaran dan kesabaran” (Q.S. Al ‘Ashr: 1-3)

Masa; Aset Berharga Orang Beriman

Waktu bagi orang beriman harus menjadi perhatian penting. Ada warning dari Allah supaya kita memperhatikan hari esok jauh kedepan (futuristic). Tak sebatas hari esok dunia semata yang bersifat tidak abadi, tapi hari esok yang tak ada hari lagi setelahnya. Yaitu kehidupan abadi akhirat.

“Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat)..” (Q.S. Al Hasyr: 18)

Dengan memperhatikan waktu esok (kehidupan akhirat), seorang muslim akan sangat menjaga waktu dan memanfaatkannya untuk kemaslahatan dunia plus akhirat. Dia tidak akan mengahambur-hamburkan waktu atau menghambiskannya tanpa makna. Karena dia sadar, bahwa membuang-buang waktu merupakan sikap Tabdzir yang akan menjadi ‘Ikhwah-nya’ setan. ^.^

Selain itu, waktu merupakan salah satu asset yang harus diinvestasikan untuk kehidupan abadi. Karena tak selamanya manusia dapat bertahan abadi pada satu kondisi yang sama ketika di dunia. Maka dalam Islam, Nabi Muhammad Shallahu ‘alaihi wasallam telah memberikan arahan agar umatnya melakukan 5 Invesvestasi superior sebelum 5 masalah datang meneror.

1.Investasi Masa Muda, sebelum masa tua

Masa muda merupakan salah satu modal berharga yang harus diinvestasikan. Karena ia merupakan masa berharga manusia yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Karena di masa inilah karakter manusia terbentuk. Karena tadi kita sudah tahu, tujuan kita diciptakan adalah untuk beribadah. Maka di masa inilah kita melakukan beragam charger dari berbagai aspek agar menjadi pribadi yang shaleh. Bahkan dalam hal belajar pun, di masa inilah merupakan masa keemasan manusia. Ada pepatah Arab mengatakan “Belajar di waktu kecil bagai mengukir di atas batu, belajar dicwaktu tua bagai mengukir di atas air”. Maka pantaslah masa muda ini diinvestasikan dengan baik, agar kelak di masa tua dapat diambil buah dari kebaikan di masa muda.

2.Investasi Masa sehat, sebelum sakit

Masa sehat juga merupakan anugerah dan kenikmatan dari Allah yang harus diinvestasikan, banyak hal positif yang dapat kita lakukan ketika sehat. Kan kalau lagi sakit mah, boro-boro mau berbuat banyak, minum aja diambilin, makan pun disuapin. ^.^

3.Investasi Masa Luang, sebelum sempit

Nah, inilah salah satu nikmat yang sering dilupakan orang, Sob. Waktu luang selayaknya dimanfatkan dengan baik. Karena kalo kita nyantai-nyantai maka akan membentuk pribadi yang malas. Dalam pandangan Islam, ketika kita selesai dalam satu pekerjaan maka hendaklah menyelesaikan urusan yang lain. Jangan biarkan waktu luang terbuang Ok.

4.Investasi Masa Kaya, sebelum miskin

Masa kaya merupakan masa yang harus diinvestasikan juga, karena di masa ini seorang mu’min dapat melakukan beragam investasi dunia plus akhirat. Bisa berinfaq, pergi haji, bantu anak yatim, membeli buku, berwaqaf dan sebagainya. Maka, selayaknya masa kaya menjadi perhatian kita dalam melakukan investasi. ^.^

5.Investasi Masa Hidup, sebelum mati

Investasi ini merupakan investasi menyeluruh dari sekian investasi di atas. Pasaknya, masa-masa di atas terangkum dalam kehidupan kita. Iya gak?

Masa muda, masa sehat, masa luang, dan masa kaya merupakan serangkaian perjalanan kehidupan kita. Dalam masa ini manusia kembali dituntut untuk terus berupaya melihat secara utuh tugas serta kewajibannya sebagai hamba Allah.

Karenanya, masa sebagai asset berharga harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Investasikanlah 5 waktu kita sebelum 5 kondisi menyapa. Investasikan masa, agar hidup lebih hidup untuk menuju YANG MAHA HIDUP, yaitu Allah. Jika tidak, maka kita wajib GALAU! ^.^

Wallahu A’lam Bis Shawab


*penulis adalah Mahasiswa STID Mohammad Natsir Jakarta