Benarkah Jin itu Bisa Terlihat Oleh Manusia

Fashion-Styles-for-Girls-Online

Sobat Nida, dunia ini diciptakan bukan hanya untuk manusia, hewan, dan tumbuhan. Tetapi, Allah menciptakan dunia ini juga untuk jin. Apakah jin itu?

Jin berasal dari kata janna. Segala sesuatu yang tersembunyi darimu didalam Bahasa Arab disebut dengan janna anka. Ibnul Manzhur mengatakan bahwa dinamakan jin karena mereka tersembunyi dan tidak terlihat oleh mata.

Diperkuat lagi dalam firman Allah pada surat Al-A’raf ayat 27,

يَا بَنِي آدَمَ لَا يَفْتِنَنَّكُمُ الشَّيْطَانُ كَمَا أَخْرَجَ أَبَوَيْكُم مِّنَ الْجَنَّةِ يَنزِعُ عَنْهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوْآتِهِمَا ۗ إِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لَا تَرَوْنَهُمْ ۗ إِنَّا جَعَلْنَا الشَّيَاطِينَ أَوْلِيَاءَ لِلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ

Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh setan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapakmu dari surga, ia menanggalkan dari keduanya pakaiannya untuk memperlihatkan kepada keduanya ‘auratnya. Sesungguhnya ia (iblis/setan) dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman.

Jelaslah sudah bahwa manusia tidak dapat melihat jin dalam bentuk aslinya, tetapi jin bisa dilihat jika jin itu mengubah bentuk (menjelma) menjadi manusia, binatang, atau yang lainnya. Al Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah mengatakan: Bahwa setan terkadang menjelma dengan berbagai bentuk sehingga memungkinkan (manusia) melihatnya.

Rasulullah bersabda, “Pernah suatu ketika jin menampakkan diri di hadapanku, hampir saja aku menangkapnya dan akan aku ikat dia pada tiang masjid agar anak-anak Madinah menontonnya.” Beliau juga bersabda, “Tiap-tiap orang didampingi setan, Setan itu selalu akan menggodanya. Tetapi aku telah dibantu Allah hingga setan yang mendampingiku masuk Islam.”

Dalam shahih Bukhari diterangkan, Abu Hurairah menangkap jin ketika dia mencuri kurma yang disediakan untuk sedekah. Jin takut menghadapi manusia yang tabah dan waspada, tetapi manusia penakut justru akan digoda dan ditakut-takuti.

Bila seorang mengucap, “Audzubillahiminasysyaithaanirrajiim” (Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk). Mendengar itu, ia akan lari tunggang-langgang. Namun, apabila manusia menunjukkan sikap takut kepada setan dan jin apalagi memuja-mujanya, ia akan menjadi lebih sombong.

Jin itu bisa dikatakan seperti manusia, ada yang beriman dan adapula yang kafir. Jin lebih senang tinggal di hutan, semak belukar, bahkan di rumah yang kita tinggali.

Jadi Sobat Nida, sesungguhnya jin tidak dapat dilihat oleh manusia. Tetapi, berdialog dengan jin dan mengusir jin yang masuk ke dalam tubuh seseorang, merupakan perkara yang benar-benar terjadi. Bukan berarti orang yang dapat megusir jin itu mendapat kemuliaan dari Allah. Jika mengusir jin yang masuk ke dalam orang dilakukan menurut syari’at, maka dibenarkan. Dan sebaliknya, jika menyelisihi syari’at, maka terlarang.

Wallahua’lam bishowab, semoga bermanfaat. (Cucu Rizka Alifah)

Sumber: almanhaj(dot)or(dot)id, kabarmakkah(dot)com
Ilustrasi: google

Yuk, Jadi ORANGTUA ASUH (OTA) Santri Penghafal Qur'an Askar Kauny! Donasi Rp 150.000,-/bulan. Dapat Majalah Ummi (free ongkir)

Transfer ke Bank Muamalat 335-000-9175 a.n. Yayasan Askar Kauny

Konfirmasi ke 0813 8054 4843 : OTA#Nama#AlamatLengkap#Telp#jumlahtransfer#TanggalTransfer#JamTransfer

Tags:
loading...