Bolehkah Bermewah-Mewahan Dalam Resepsi Pernikahan?

Fashion-Styles-for-Girls-Online

Sobat Nida, pernikahan memang menjadi salah satu momen terpenting dalam hidup dua orang insan yang akan membangun rumah tangga. Tak heran, banyak orang ingin menggelar pernikahan dengan resepsi yang mewah agar dilihat orang karena resepsi mengundang banyak sanak saudara, kerabat, tetangga serta teman-teman. Itu juga yang dilakukan sejumlah orang. 

Resepsi pernikahan atau walimatur ursy dalam islam adalah sunnah. Islam memandang resepsi pernikahan bukanlah acara pesta hura-hura tetapi sebuah bentuk rasa syukur kepada Allah sekaligus tanda resmi akad nikah seseorang.

Perintah untuk menggelar walimatur ursy disampaikan Nabi Muhammad SAW ketika putrinya, Fatimah dipinang Ali bin Abi Thalib. Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya pada perkawinan harus diadakan walimah".

Tetapi, di zaman sekarang ini resepsi pernikahan yang diadakan orang-orang islam digelar secara mewah, ada yang diadakan di gedung bahkan di hotel berbintang yang memakan dana puluhan sampai ratusan juta.

Apakah hal ini diperbolehkan?

Tidak bermewah-mewahan dalam resepsi pernikahan disebutkan dalam firman Allah yang melarang umatnya untuk boros.

وَلَا تُسْرِفُوا إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ  [الأنعام/141]

“…dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.” (QS Al-An’am[6]: 141)

Adapula dalam surat at-Takatsur ayat 1 dan 2,

أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ (1) حَتَّى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ [التكاثر/1، 2]

 “Bermegah-megahan telah melalaikan kamu. Sampai kamu masuk ke dalam kubur.” (Qs. At-Takatsur[102]: 1-2)

Diriwayatkan dari Anas bin Malik, ia berkata, "Aku melihat Rasulullah mengadakan walimah untuk Zainab, yang tidak pernah diadakan untuk istri-istri beliau lainnya, dan beliau menyembelih seekor kambing." Menurut Anas, Nabi SAW pernah menginap tiga hari di suatu tempat antara Khabir dan Madinah untuk menyelenggarakan perkawinan dengan Shafiyah. Rasulullah lalu mengundang kaum Muslimin untuk menghadiri walimahnya. Dalam walimah itu para undangan tak disuguhi roti maupun daging. Hidangan yang disajikan bagi para tamu undangan hanyalah kurma kering, gandum dan minyak samin.

Hal ini yang seharusnya dicontoh oleh kaum muslimin lainnya. Mengadakan resepsi yang sederhana dan terhindar dari hutang. Karena banyak di luar sana yang berhutang hanya untuk menggelar resepsi mereka agar terlihat mewah di hadapan tamu undangan.

Sahabat Ummi, hendaknya kita tidak perlu bermewah-mewahan terutama dalam resepsi pernikahan. Lakukanlah sesuai kemampuan, karena yang terpenting dalam sebuah pernikahan adalah keberkahan di dalamnya. (Cucu Rizka Alifah)

Sumber : nahimunkar(dot)org, khazanah(dot)republika(dot)co(dot)id
Ilustrasi: Google

Yuk, Jadi ORANGTUA ASUH (OTA) Santri Penghafal Qur'an Askar Kauny! Donasi Rp 150.000,-/bulan. Dapat Majalah Ummi (free ongkir)

Transfer ke Bank Muamalat 335-000-9175 a.n. Yayasan Askar Kauny

Konfirmasi ke 0813 8054 4843 : OTA#Nama#AlamatLengkap#Telp#jumlahtransfer#TanggalTransfer#JamTransfer

Tags:
loading...