Bolehkah Memperlama Sujud Akhir dalam Shalat?

Fashion-Styles-for-Girls-Online

Sobat Nida, pernah ikutan shalat berjamaah dengan imam yang lumayan lama (lebih lama dari biasanya) ketika sujud terakhir? Denger-denger sih, karena saat sujud tersebut do'a-do'a kita akan diijabah, jadi deh memperlama sujud untuk memperbanyak do'a-do'a. Bagaimana sih penjelasan lengkapnya? Apakah hal itu boleh dilakukan? Atau termasuk sunah? Berikut ini ulasan Nida.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya tentang sikap orang yang memperlama sujud terakhir untuk berdo'a dan istighfar. Syaikh menjawab, “Memperlama sujud terakhir bukanlah termasuk sunah. Karena yang sesuai sunah, setiap gerakan shalat itu mendekati sama; rukuk, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud. 

Sebagaimana yang dinyatakan Al-Barra bin Azib radhiallahu ‘anhu, ‘Aku lihat berdirinya, rukuk, sujud, dan duduk di antara dua sujud mendekati sama.' 

Haditsnya, "Shalatnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam antara rukuknya, i'tidalnya, sujudnya, duduk di antara dua sujud, lamanya hampir sama." (HR. Bukhari dan Muslim)

Inilah cara yang lebih utama. Hanya saja, ada tempat untuk berdo'a di selain sujud, yaitu tasyahud. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika mengajarkan tasyahud kepada Ibnu Mas’ud, Nabi bersabda, “Kemudian pilihlah doa yang dia sukai.

Maka Nabi tempatkan do'a, baik sedikit maupun banyak, setelah tasyahud akhir, sebelum salam. (Fatawa Nur ‘ala ad-Darb, kaset rekaman no. 376, side B).

 

Baca juga: Bacaan Saat Sujud Tilawah atau Sujud Sajdah  

 

Memperlama sujud akhir saat shalat bila dilakukan sekali atau dua kali dan tidak menjadi kebiasaan, menurut sebagian ulama dibolehkan. Fatawa Syabakah Islamiyah menyatakan, "Memperlama sujud secara umum dibolehkan. Akan tetapi mengkhususkan sujud terakhir atau sujud tertentu lainnya adalah perkara yang tidak dinukil dari dalil. Jika terjadi sekali atau bertepatan dengan butuh banyak do'a maka tidak masalah dan tidak boleh dijadikan kebiasaan. Ini jika orang tersebut shalat sendirian. Adapun jika dia menjadi imam maka tidak selayaknya memperlama sujud, sehingga memberatkan orang yang berada di belakangnya." (islamweb[dot]net[slash]fatwa)

Ustadz Syaikh Sholih Al Munajid dalam Al Islam Sual wa Jawab menjelaskan, "Berdasarkan hadits, nampaklah bahwa tidak ada anjuran untuk memperlama sujud terakhir ketika shalat agar bisa memperbanyak do'a ketika itu. Yang tepat, hendaklah gerakan rukun yang ada sama atau hampir sama lamanya dan thuma'ninahnya. Silakan membaca do'a ketika sujud terakhir, namun hendaknya lamanya hampir sama dengan sujud sebelumnya atau sama dengan rukun lainnya. Apalagi jika imam sudah selesai dari sujud terakhir dan sedang tasyahud, maka selaku makmum hendaklah mengikuti imam ketika itu. Karena imam tentu saja diangkat untuk diikuti. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Imam itu diangkat untuk diikuti, maka janganlah diselisihi." (HR. Bukhari no. 722, dari Abu Hurairah). (islamqa[dot]com)

Semoga menjadi jelas buat kita ya, Sob. Memperlama sujud terakhir bukanlah sunah. Kita boleh melakukannya, tetapi tidak menjadikannya kebiasaan dan lamanya pun tidak boleh berlebihan dari rukun shalat yang lain. Saat menjadi imam, terlalu lama saat sujud terakhir bisa memberatkan makmum. Saat menjadi makmum, harus segera mengikuti imam ketika sudah masuk tasyahud.

Allahu a'lam.

 

Referensi: dari berbagai sumber

Foto ilustrasi: google

Yuk, Jadi ORANGTUA ASUH (OTA) Santri Penghafal Qur'an Askar Kauny! Donasi Rp 150.000,-/bulan. Dapat Majalah Ummi (free ongkir)

Transfer ke Bank Muamalat 335-000-9175 a.n. Yayasan Askar Kauny

Konfirmasi ke 0813 8054 4843 : OTA#Nama#AlamatLengkap#Telp#jumlahtransfer#TanggalTransfer#JamTransfer

Tags:
loading...