Bolehkah Menikah dengan Saudara Sepupu

Fashion-Styles-for-Girls-Online

Sobat Nida, menikah dalam islam merupakan salah satu bentuk ibadah yang dianjurkan kepada seluruh manusia. Menikah adalah bentuk wujud fitrah dan cinta kasih manusia yang dapat menjauhkan manusia dari perbuatan zina dan pergaulan bebas. Serta terwujud ketentraman dan keindahan dalam berumah tangga dan keluarga. Tetapi Sobat Nida, bagaimana jadinya jika calon yang dipilih sebagai pasangan hidup nantinya adalah saudara sepupu? Apakah diperbolehkan?

Dalam Al Qur’an Surah Al Ahzab ayat 50 menjelaskan, yang artinya, “Hai Nabi, sesungguhnya Kami telah menghalalkan bagimu isteri-isterimu yang telah kamu berikan mas kawinnya dan hamba sahaya yang kamu miliki yang termasuk apa yang kamu peroleh dalam peperangan yang dikaruniakan Allah untukmu, dan (demikian pula) anak-anak perempuan dari saudara laki-laki bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara perempuan bapakmu, anak-anak perempuan dari saudara laki-laki ibumu dan anak-anak perempuan dari saudara perempuan ibumu.” Pada ayat tersebut, dijelaskan bahwa bolehnya menikah dengan saudara sepupu dan dihalalkannya hal tersebut.

Selain itu, diterangkan pula bahwa wanita yang boleh dinikahi dan tidak dinikahi pada Al Qur’an Surah An-Nisa ayat 23-24, yang artinya, “Diharamkan atas kamu (mengawini) ibu-ibumu; anak-anakmu yang perempuan; saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan; ibu-ibu istrimu (mertua); anak-anak istrimu yang dalam pemeliharaanmu dari istri yang telah kamu campuri, tetapi jika kamu belum campur dengan istrimu itu (dan sudah kamu ceraikan), maka tidak berdosa kamu mengawininya; (dan diharamkan bagimu) istri-istri anak kandungmu (menantu); dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara, kecuali yang telah terjadi pada masa lampau; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

“Dan (diharamkan juga kamu mengawini) wanita yang bersuami, kecuali budak-budak yang kamu miliki (Allah telah menetapkan hukum itu) sebagai ketetapan-Nya atas kamu. Dan dihalalkan bagi kamu selain yang demikian (yaitu) mencari istri-istri dengan hartamu untuk dikawini bukan untuk berzina. Maka istri-istri yang telah kamu nikmati (campuri) di antara mereka, berikanlah kepada mereka maharnya (dengan sempurna), sebagai suatu kewajiban; dan tiadalah mengapa bagi kamu terhadap sesuatu yang kamu telah saling merelakannya, sesudah menentukan mahar itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”

Sobat Nida, dari kedua ayat tersebut telah menjelaskan dan menegaskan dengan baik, bahwa saudara sepupu diperbolehkan untuk menikah dan halal. Oleh karena itu, Sobat Nida tidak perlu atau khawatir untuk memilih calon pasangan hidup meski dari saudara sepupu. Syeikh Muhammad Khothib al-Syarbini juga menegaskan bahwa “Haram menikahi wanita yang sekerabat kecuali yang termasuk anaknya paman atau anaknya bibi (sepupu).” (al Iqna’ : 2 /109)

Wallahua’lam bishowab. Semoga bermanfaat ya Sob. (Fikriah NurJannah)

Sumber : konsultasisyariah(dot)com dan berbagai sumber
Ilustrasi: google

Yuk, Jadi ORANGTUA ASUH (OTA) Santri Penghafal Qur'an Askar Kauny! Donasi Rp 150.000,-/bulan. Dapat Majalah Ummi (free ongkir)

Transfer ke Bank Muamalat 335-000-9175 a.n. Yayasan Askar Kauny

Konfirmasi ke 0813 8054 4843 : OTA#Nama#AlamatLengkap#Telp#jumlahtransfer#TanggalTransfer#JamTransfer

Tags:
loading...