Cara Bersuci Setelah Keluar Air Madzi

Fashion-Styles-for-Girls-Online

Sobat Nida, pernah nggak ketika entah sengaja atau tidak disengaja melihat aurat lawan jenis di televisi, majalah misalnya, atau sedang membayangkan sesuatu yang mungkin bisa membangkitkan syahwat kemudian merasa ada cairan yang keluar dari kemaluan.

Itu cairan apa sih sebenernya? Apakah wajib mandi besar untuk menyucikannya?

Bisa jadi cairan yang keluar tersebut adalah air Madzi. Tapi untuk lebih jelasnya, baca dulu yuk pembahasan singkat tentang air Madzi di bawah ini.

Air Madzi adalah air atau cairan yang keluar dari kemaluan, teksturnya bening dan lengket. Biasanya Madzi keluar karena syahwat yang muncul ketika seseorang memikirkan atau membayangkan jima' (hubungan seksual). Bisa juga keluar ketika sepasang suami istri tengah bercumbu. Air Madzi keluarnya tidak memancar dan tidak menyebabkan seseorang tersebut menjadi lemas, tidak seperti keluarnya air mani pada umumnya. Terkadang juga air Madzi keluar tanpa disadari (tidak terasa keluar). Umumnya terjadi pada wanita, meskipun lelaki juga bisa keluar air Madzi. Madzi termasuk najis mukhaffafah (najis ringan).

Lantas bagaimana cara menyucikan atau membersihkan air Madzi?

Telah menceritakan kepada kami Za'idah dari Abi Hushain dari Abu 'Abdurrahman dari 'Ali berkata,: "Dulu aku adalah seorang yang sering mengeluarkan Madzi. Maka aku minta seseorang untuk bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Karena kedudukan putri Beliau shallallahu 'alaihi wasallam. Maka orang itu bertanya, lalu Jawab Nabi shallallahu 'alaihi wasallam.: "Baginya wudlu' dan mencuci kemaluannya. (HR Bukhari No 261)

Yak, jadi membersihkan air Madzi tidaklah harus mandi junub sebagaimana ketika keluar air mani. Tetapi cukup dengan membersihkan kemaluan dan berwudhu ketika hendak thawaf, shalat, menyentuh Al-Qur'an. Jika mengenai pakaian, cukup mengambil air bersih dan memercikkannya ke bagian yang terkena air Madzi tersebut.

Wallahua'lam bishowab. Yang jelas menonton atau menatap aurat lawan jenis disertai dengan syahwat itu tidak dibenarkan ya di dalam ajaran Islam.

Yuk, Jadi ORANGTUA ASUH (OTA) Santri Penghafal Qur'an Askar Kauny! Donasi Rp 150.000,-/bulan. Dapat Majalah Ummi (free ongkir)

Transfer ke Bank Muamalat 335-000-9175 a.n. Yayasan Askar Kauny

Konfirmasi ke 0813 8054 4843 : OTA#Nama#AlamatLengkap#Telp#jumlahtransfer#TanggalTransfer#JamTransfer

Tags:
loading...