Kebiasaan Membaca di Jepang: 10 Menit Setiap Hari di Sekolah

Bisa dibilang, Jepang merupakan macan Asia, di mana segala kemajuan, mulai dari kemajuan perekonomian hingga teknologi, berjalan sangat pesat. Pada dasarnya, kemajuan yang dicapai Jepang pada saat ini merupakan buah dari kerja keras pemerintah Jepang untuk membangun budaya literasi yang dimulai sejak dari bangku sekolah dasar. Menurut Yoshiko Shimbun, sebuah harian nasional Jepang terbitan

Kampung Buku Langkawi: Riwayatmu Kini

Desa buku atau lazim dikenal dengan Book Village adalah sebuah konsep wisata baca di daerah pedesaan yang digagas pertama kali oleh Richard Booth di Wales, Inggris pada tahun 1960-an dengan desa bukunya bernama Hay on Wye Book. Pada perkembangannya, desa buku ini diikuti oleh beberapa negara, salah satunya Indonesia, dengan Desa Buku Taman Kyai Langgeng di Magelang, yang didirikan pada

Assalamualaikum wr. wb.

Assalamu alaikumSobat Nida sehat-sehat saja kan? Syukurlah … Kalau tengok kiri-kanan kita, ups… banyak "virus" betebaran. Ada aja yang lagi nggak enak badan, hidungnya meler, demam, batuk-batuk sampai suaranya hilang … Masuk musim kemarau kayak sekarang memang tubuh serasa dipaksa buat adaptasi nih. Kalau Nida sih kaki pecah-pecah

Assalamualaikum wr. wb.

Assalamualaikum wrwb,Teman-teman, memilih sering menjadi sesuatu yang tidak mudah. Ada banyak pilihan, banyak pula konsekuensi di baliknya, bahkan ada juga yang menjadikan tidak memilih sebagai salah satu pilihan. Apapun itu, tiap pilihan yang kita ambil pasti membawa dampak besar untuk masa depan. Nah, yang jelas… pilihanmu meng-klik Nida Online hari ini sudah tepat dan jitu!

Assalamualaikum wr. wb.

Assalamualaikum... Hallo, Sobat Nida? Kabar baik, kan? Masih liburan sekolah, ya? Hwa, senangnya!! Nah, biar liburanmu lebih sarat makna, nggak ada salahnya mengunjungi beberapa tempat yang mungkin saja bisa memberi inspirasi kepadamu. Misalnya? Kayak pergi mengunjungi pameran. Buat teman-teman yang ada di sekitar Jakarta, misalnya. Hari ini adalah hari terakhir Pesta Buku Jakarta (PBJ)

Assalamualaikum wr. wb.

  Apa kabar, Sobat Nida? Semoga kita selalu dalam kondisi terbaik. Oh ya, selamat datang di website Annida-Online. Ini memang bukan web Annida yang pertama, melainkan yang terbaru. Soalnya, web www.annida-online.com sudah lama kalian kunjungi, ketika Annida versi cetak masih terbit. Nah, sejak Annida versi cetak berhenti terbit (Juli dan seterusnya), kalian akan menjadi

Pesan dari Bangau

Penulis : Arum Effendi Habil menatap tajam sebuah stoples berisi kertas-kertas origami yang dipangkunya. Kertas bernama washi itu dilipat dengan sangat rapi membentuk puluhan bentuk bangau berwarna-warni yang menyesaki seluruh ruang dalam stoples bening. Washi sangatlah istimewa karena sebenarnya kertas itu dipakai untuk pembatas ruang pada rumah tradisional di negeri sakura. Sudah

Mudik

Penulis : Khoirul Saleh Malam ini aku akan berangkat mudik, setelah tiga tahun merantau di Medan. Desaku berada di Madina, tepatnya di Desa Pagarantonga. Dari Medan ke Madina biasa dilewati busa dalam satu malam atau persisnya 12 jam jika tiada kerusakan atau bencana dalam perjalanan. Aku mudik dengan bus ALS trip Madina, dan satu jam sebelum keberangkatan aku telah tiba di stasiun.

DI UJUNG PERJALANAN

Penulis : A.M. Yahya Zakaria Siang itu, di penghujung musim hujan, benar-benar panas menyengat. Terik mentari seakan-akan menghisap sesuatu yang berair. Genangan air di depan jalan kampus kering seketika, membuat para pengguna jalan menjadi lega, melenggok dengan nyaman tanpa kecipratan air buthek kubangan. Daerah di garis khatulistiwa benar-benar panas laksana neraka. Aku baru saja

SAAT LEBARAN TIBA

Penulis : GUSRIANTO Suara beduk yang disusul dengan lantunan merdu adzan Magrib terdengar ketika aku melangkah memasuki halaman. Setelah mengucapkan salam aku langsung masuk ke rumah. Kuletakkan ransel di punggungku ke atas sofa, lalu bergegas menuju ruang makan."Eh, Wi... pulang juga akhirnya. Ayo cepat, sudah buka nih!" Jamal dan Leni yang berebut kolak pisang buatan ibu

Sorban Buat Ayah

Penulis : Elie Mulyadi Ayahku menginginkan sebuah hadiah untuk lebaran. Sebuah sorban. Ya, hanya sebuah sorban. Tapi bukan sorban biasa yang bisa kautemui di toko-toko baju di kota kecilku, melainkan sorban istimewa seperti yang dimiliki seorang ustad ternama. Ustadz itu sering tampil di layar kaca, dan kalau tampil selalu mengenakan sorban yang modelnya sama. "Aku ingin sorban

BANG JUKI

Penulis : Sidiq Maulana "Adit, jangan lupa itu sampahnya dibuang dulu sana." Mama menunjuk keranjang sampah di dapur yang sudah penuh. "Yah udah telat nih, Ma," ujar Adit sambil memakai sepatu hitamnya. "Siapa suruh kelamaan? Mama kan udah suruh kamu dari abis subuh tadi." "Iya iya." Dengan terpaksa Adit mengambil keranjang sampah

Dari yang Lirih Sampai yang Lantang

Penulis : Adi Zam Zam Apakah kalian pernah mendengar nama Negeri Kegelapan? Negeri itu adalah tempat di mana kalian yang mengaku berani membela kebenaran dan keadilan diculik dan lalu disiksa hingga kelian menyerah. Apakah kalian benar-benar teguh pendirian, ataukah sekedar pandai memulas bibir dengan segala kalimat megah akan segera terlihat nanti. Jarang ada yang bisa

Pengajian Terakhir

Penulis : Millatuz Zakiyah Sebuah dorongan kuat berasal dari arah belakang. Tubuh Lia membentur pintu dengan cukup keras. Hampir ia terjatuh. Untung tangannya masih sempat berpegangan pada seseorang yang berdiri dengan berdesakan di sampingnya. Setelah benar-benar tegak, dia langsung ganti mendorong orang-orang yang berada di depannya. Hari ini benar-benar melelahkan bagi Lia. Jumlah

Petaka Tengah Ramadhan

Andromeda Agasa Duar! Trattatt...Trattatt...TrattattDuar! Duar!"Ampun deh! Masih pagi begini udah bikin ribut." omelan terdengar dari mulut Diar. Entah petasan jenis apa yang berbunyi itu, yang pasti selepas sahur telinga Diar sudah disuguhkan orkestra oleh anak-anak kompleks. Enak iya, kalo orkestranya bagus macam di Dvarak Hall, Praha sana, nah ini, udah bikin kuping