"Gaya Bertutur Harus Jujur"

PIDI BAIQ (Penulis Drunken Monster, Drunken Molen, Drunken Mama)   Dalam keseharian, saya selalu menggunakan kata saya, oleh karena itu dalam buku pun saya bertutur dengan memakai kata saya, bukan gue atau lainnya. Bagi saya, gaya bertutur seorang penulis itu haruslah membuat dirinya nyaman dan nikmat, jangan sampai dibikin-bikin apalagi dibuat-buat seperti membikin-bikin dan

"Nggak Nyangka, Dokumentasinya Laris"

Debby Sahertian   MULANYA cuma buat mendokumentasikan saja, menyusun kosakata gaul ke dalam buku. Eh, nggak tahunya animo masyarakat lumayan heboh. Kamus gaulnya (diterbitkan oleh Pustaka Sinar Harapan) tergolong best seller. Untuk edisi I (1999) dan edisi II (2004) tembus 60.000 eksemplar. Tentu saja, sang penyusun, Debby Sahertian (46) senang. Kamus Gaul edisi III pun lahir

Japemethe, Lucu-lucuan Jadi Lem Keakraban

"KEMEKELEN sepanjang masa, nesu mulih," jadi semacam semboyan Japemethe. Kemekelen, bahasa Jawa yang berarti tertawa terpingkal-pingkal, nesu mulih artinya marah pulang. Kalau marah/tersinggung ya lebih baik pulang saja.   Tahu kan Dagadu yang terkenal dengan kaos kocaknya? Dagadu itu kata walikan (kebalikan) dari matamu. Begitu juga dengan Japemethe yang berarti cahe dewe

MERABA KESADARAN LITERASI KITA

Muhammad Yulius Apa itu literasi? Apakah berhubungan dengan literan dan terasi? Lantas, apa pula kesadaran literasi itu? Sobat Nida, pertanyaan model begini memang jarang kita dengar, apalagi menyangkut istilah yang masih asing di telinga kita. Maka, saat kita terpaksa mengikuti maunya sang penanya, kita pun hanya bisa meraba-raba. Nah, biar tidak salah raba, mari kita ikuti pembahasannya

“Penyediaan Buku Bacaan untuk Masyarakat Masih Kurang”

Wien Muldian, Tokoh Perbukuan dan Perpustakaan Nasional      Saya agak sulit menentukan kriteria apakah seseorang telah memiliki kesadaran literasi atau belum. Saya sendiri membagi literasi menjadi lima komponen. Pertama adalah Basic Literacy atau Literasi Dasar, yaitu kemampuan seseorang untuk membaca, menulis, dan berhitung. Terkadang dengan memiliki kemampuan

"Kecerdasan Literasi Anak Tanggung Jawab Orang Tua"

Seto Mulyadi, Pemerhati Perkembangan Anak Dan Keluarga/Penggagas Homeschooling      Kesadaran literasi merupakan pintu gerbang mengenal dunia yang luas ini. Harap diperhatikan bahwa kesadaran literasi bukan sekadar menguasai keterampilan dasar dalam membaca dengan melihat huruf-huruf yang disusun dan disejajarkan. Lebih dari itu, kesadaran literasi adalah

“Kecerdasan Penulis Terlihat dari Isi Tulisannya”

Ajip Rosidi, Sastrawan Senior    Apa yang menjadi tolak ukur seorang penulis dikatakan telah memiliki kecerdasan literasi? Saya tidak tahu, saya tidak pernah mengukur-ukur kecerdasan literasi penulis. Yang jelas, serang penulis itu kan dinilai dari isi tulisannya, bobot karyanya.    Saya mengerti masyarakat kita masih menilai bagus atau tidaknya

"Kita Perlu Manajemen Kearifan Alam"

Bang Idin, Aktivis Lingkungan, Pendiri Kelompok Tani Sangga Buana Bahan bacaan harus memuat nilai-nilai pendidikan. Kalau asal laku, selesailah majalah itu besok. Tapi kalau bacaan membuat nilai kepahaman, baru tulisan itu mendidik. Kalau saya fakultasnya ilmu-ilmu paham, Universitas Pesanggrahan, saya rektornya. Orang mendapatkan gelar akademi dia cuma sebatas pintar. Orang pintar belum

"Kesadaran Literasi = Pembiasaan Literasi"

Yessy Gusman, Pendiri Yayasan Bunda Yessy/Penggagas Taman Bacaan Anak Yessy Gusman      Sebuah kesadaran muncul biasanya diawali karena adanya pembiasaan yang dilakukan berulang-ulang hingga ia tertanam dalam diri seseorang. Tidak ada yang serba tiba-tiba. Ada proses yang panjang untuk sebuah kesadaran. Begitu juga bila kita ingin berbicara mengenai

"Nggak Sepenuhnya Benar Blog Anak Muda Remeh dan Dangkal"

Zulfian Prasetyo, Blogger, Penulis Diari Dodol Pelajar Konyol Membaca dan menulis sebenarnya penting. Ngeblog misalnya bisa melatih kemampuan. Contoh paling mudah, saya lebih aware dengan penggunaan Bahasa Indonesia. Meskipun tulisan saya cenderung tidak sesuai EYD begitu, hehe… Cuma meskipun kesannya nyeleneh, ada point penting juga, unsur kayak karya sastra itu sendiri saya

CHICHA KOESWOYO: MENJEMPUT HIDAYAH DENGAN BUKU

Sobat Nida mungkin nggak terlalu ngeh dengan nama Mirza Riadiani Kesuma. Selain sosok ini adalah artis cilik lawas era 1970-an, ia juga lebih dikenal dengan nama panggungnya; Chicha Koeswoyo. Kalau masih nggak kenal juga, coba tanyakan pada ayah-ibu kalian tentang pelantun tembang Helly, Senam Pagi, atau Chicha Natal Berbaris. Lagu yang Nida sebutkan terakhir memang menjadi tanda bahwa

BUKU YANG MENGUATKAN SAYA KETIKA FUTUR

OKI SETIANA DEWI    Pernah ditawari melepas jilbab ketika akan membintangi sebuah produksi film televisi, tak membuatnya tergoda apalagi menerima tawaran tersebut. Rupanya, Allah memang memiliki rencana indah untuk gadis kelahiran Batam, 20 tahun silam ini. Di tahun 2008, ia berhasil menyingkirkan ribuan peserta audisi bintang film Ketika Cinta Bertasbih (KCB) dan

Allah Maha Memungkinkan dan Maha Tidak Memungkinkan -Yang Penting Optimis!

Syahdan, pada tahun 1986 di New York, diselenggarakan kompetisi lari marathon tingkat dunia yang diikuti oleh ribuan pelari. Ada satu peserta yang menjadi pusat perhatian karena ia berbeda dengan para peserta lainnya. Ia tak memiliki sepasang kaki yang menjadi modal utama dalam kejuaran itu. Tapi ia tak kehilangan akal-juga semangat-untuk berpartisipasi dalam lomba tersebut. Ia gunakan kedua

Su udzon: The Danger Zone

Kamu kudu berhati-hati sama penyakit yang satu ini! Nama bekennya su’udzon alias buruk sangka. Penyakit berbahaya ini bisa menginfeksi hati dan pikiran tanpa disadari layaknya virus. Akan tetapi, kalau virus flu burung dan flu babi paling banter membunuh jasad, virus su’udzon bisa memecah belah umat. Penyakit su’udzon juga disinyalir bisa mendatangkan dosa lebih