Cerpen Sejarah

Merah di Hattin

Penulis: Saran Annisa   Damaskus, 580 H/ 1184-1185 M Dari balik jendela karavan Fatimah memandang hamparan Hijaz dengan gelisah. Sejauh mata memandang bermandikan cahaya matahari. Musim panas yang ekstrem membuat peluhnya merembes  hingga ke niqab (kain penutup wajah pada cadar). Roda-roda karavan yang berputar ditarik unta bergesekkan dengan jalanan mengepulkan debu yang

Subuh Itu Biru

  Penulis: Sarah Annisa Pidie, 1996"Subuh itu biru, Rasyid, kau tahu kan, kenapa?” “Ya, Nyak (Ibu)” “Sebab hanya itu warna yang cocok. Akan aneh jika berwarna merah, hijau, atau kuning. Tidak ada lagi warna yang cocok untuk sebuah subuh selain biru. Allah sudah memilihkan warna yang terbaik” Subuh yang biru menyesakkan

Earth Virtual

Penulis: Sara Fiza   Kapal Antariksa, Angkasa. Unit Indonesia, Tahun 3250 Kedua bola mataku menancap tajam tertuju pada layar besar di hadapanku. Berdecak kagum terus menerus. Sesekali kupandangi wajah Ron, matanya berbinar-binar. Bibirnya tersenyum lebar. Benar-benar terbius dengan keindahan yang tersaji di depan mata. Kalian ingin tahu apa yang kami lihat? Sebuah tayangan yang

Lantunan dalam Desau

Penulis: Wi Akulah angin, melembut namun tak mau ditundukkan, kecuali oleh satu. Atas inginNya, aku mewujud dalam rasa. Bahkan amuk lautan turut dalam amarahku.IAku menggairahkan awan yang akhirnya melahirkan hujan. Aku suka ketika butirannya jatuh dengan anggun di permukaan sungai Naf. Bergabung kembali dalam kumpulan. Aku meliuk di atas sungai, menyaksikan hujan lain dari mata orang-orang

History of a City

Penulis: Donny Muhammad Ramdhan            Aku rasa tidak semua orang bisa belajar tentang arti hidup. Aku cukup heran juga. Bagaimana mungkin orang bisa sulit untuk memaknai hidup padahal mereka hidup! Kita hidup, ya, kan? Aku sendiri sangat mengingatnya, persis setelah aku melarikan diri dari kejaran Kloin Si