Cerpen Romantis

Lari dari Antum

Oleh: KaililaDua email masuk ke alamat surelku minggu lalu saat aku baru menyelesaikan studi magisterku, dari judulnya saja sudah membuat kalut dan tidak menentu. Salah satunya, yang terus kupandangi adalah yang rangkaian hurufnya selalu buram sebelum lenyap berganti kabut kelabu. Kalau bukan aku yang melihat email itu, kalau saja Fengye misalnya, sudah barang tentu dia akan melompat kegirangan.

Lelaki Ketiga

Penulis: Minke Pangemanann   “Kau terlambat, Nak. Kami sudah punya calon untuk Hana. Semoga kau dapat memakluminya.” Lelaki miskin tapi bermimik terpercaya di depan ayah, tersenyum. Tak tampak aura kekecewaan di wajahnya.  Bukan hanya dia seorang yang datang ke rumah, lalu pulang dengan tangan hampa. Seluruhnya ada tiga orang. Dua yang lainnya,

Sepotong Cinta Sepasang Sandal

Penulis: Mimosa Pudica   Untukmu yang namanya telah tercatat sebagai sandal kiri Ini penawaran yang kurangkai untukmu Sebuah surga yang berpijak dari kesederhanaan cinta Bukan syair-syair pujian berselimut kefanaan Bukan… Bukan kesenangan manusia kebanyakan Karena kau sebuah sandal yang lahir dari rasa yang kubangun Karena aku bersyukur kau bukan sepatu kaca penuh

Kasih Tak Sampai di Bulan Ramadhan

Penulis: Eka Putri Irianti Bulan Ramadhan memang bulan penuh berkah. Bagiku berkah itu adalah pertemuan dengannya. Saat pertama pandanganku tak sengaja tertumbuk padanya, kulihat dia sama sibuknya denganku, memanjatkan tasbih, melafalkan tahmid, mengucapkan tahlil, mengingat Sang Pencipta, Allah Ta’ala. Kami larut bersama dengan lantunan dzikir dan doa yang berdengung dari

Teror di Balik Lamaran

  Penulis: Revika Rachmaniar   “Bagaimana, Niar? Kamu mau tidak terima lamaran Arya?” Sebuah pertanyaan yang diulang kembali oleh Dila. Ketakutan yang terselip dari kata lamaran itu masih sama dalam hatiku. Ketakutan itu masih membayangi. Terselip keraguan yang luar biasa yang tak kunjung sirna. Pandanganku kosong menatap orange juice yang hanya terus aku