Ini Bukti Islam Agama Damai dan Penuh Toleransi

Fashion-Styles-for-Girls-Online

Banyak yang mengatakan Islam identik dengan kekerasan, terorisme, dan tidak bertoleransi. Agama dengan jumlah penduduk terbanyak kedua ini pun dianggap sebagai agama yang melegalkan kekerasan untuk membela kelangsungan umatnya. Benarkah demikian?

Sebelum membahas ini lebih lanjut, cobalah tengok terjemahan ayat ini.

“Tidak ada paksaan dalam agama.” (QS. AL-Baqarah : 256)

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, ia berkata tentang sebab diturunkannya ayat ini, “Ayat ini diturunkan berkaitan dengan salah seorang Anshar dari Bani Salim bin Auf. Al-Hushaini mengatakan, ‘Sahabat ini memiliki dua orang anak laki-laki yang beragama Nasrani dan dia seorang muslim. Lalu ia berkata kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, bolehkah aku memaksa keduanya karena mereka menolak agama kecuali agama Nasrani? Allah pun menurunkan ayat ini’.” (Tafsir Ibnu Katsir).

Hal ini membuktikan tidak adanya pemaksaan dalam agama Islam. Baik dalam penerapan hukum sehari-hari maupun penerapan hukum negara secara keseluruhan.

Kebanyakan orang akan berdalih, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun melegalkan peperangan saat masa hidupnya, maka kita buka kembali lembaran sejarah yang lampau. Dilansir dari kisahmuslim(dot)com, peperangan yang terjadi pada masa Rasul disebabkan hal-hal berikut:

Perang di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam terjadi dalam rentang 10 tahun masa Madinah. Selama itu terjadi kurang lebih 25 atau 27 peperangan. Jamak diketahui, pemicu peperangan melawan bangsa Quraisy adalah provokasi orang-orang Quraisy terhadap umat Islam bahkan sebelum beliau hijrah ke Madinah kafir Quraisy telah menunjukkan permusuhan mereka.

 

Baca juga: Untuk Para Ulama Kami: Semoga Allah Memberi Keteguhan Seperti Imam Ahmad bin Hambal dalam Membela Agama Ini

 

Adapun penyebab peperangan dengan orang-orang non-Quraisy seperti Perang Mu’tah  dan Tabuk yaitu:

Perang Mu’tah disebabkan oleh dibunuhnya utusan Rasululluah yang bernama al-Harits bin Amir al-Azdi oleh orang Ghassan yang beranama Syarahbil bin Amr. Dalam tradisi klasik, bagaimanapun besarnya permusuhan antara dua negara, jaminan keselamatan terhadap utusan tetap harus dihormati. Pembunuhan terhadap utusan adalah sebuah tindakan culas yang sangat keterlaluan. Karena hal inilah Perang Mu’tah terjadi.

Perang lainnya adalah Perang Tabuk. Perang Tabuk disebabkan orang-orang Romawi menghimpun pasukan yang besar di Syam untuk menyerang negara Islam. Rasulullah memerintahkan pasukannya untuk menghadang orang-orang Romawi ini sebelum mereka memasuki wilayah-wilayah umat Islam.

Perang-perang yang terjadi disebabkan oleh kekejaman yang melampaui batas dan orang Islam telah terusir dari kampung halamannya. Perang ini juga bertujuan untuk melindungi dan menjaga semua agama.

Masih mau menganggap Islam sebagai agama yang kasar? Mari kita tengok Indonesia sebagai negara mayoritas Islam terbesar, apakah perang agama sering terjadi di sini? Bukankah selama puluhan tahun negara ini merdeka, tidak ada konflik agama yang dipicu oleh umat Islam? Bahkan saat masa penjajahan pun banyak pahlawan Islam yang gugur di medan perang untuk memperjuangkan kemerdekaan negara ini.

Sementara itu lihatlah Rohingya yang akhir-akhir ini ramai diperbincangkan. Ribuan bahkan jutaan korban dari pihak muslim berjatuhan tanpa mendapatkan simpati kemanusiaan dunia. Pada tahun 1942 M, tercatat 100.000 muslim Rohingya tewas dalam penyerangan yang dilakukan orang-orang Budha Magh. Bahkan pembantaian ini menewaskan kalangan wanita, anak-anak, dan lanjut usia yang selama ini paling dilindungi dalam Islam.

Hal miris juga dialami oleh saudara kita di Ethiopia, mereka dilarang melakukan kegiatan yang mengusung nama agama karena dicurigai sebagai cikal bakal radikalisme di negara ini. Pergerakan mereka terbatas karena diamata-matai oleh pemerintah. Bahkan izin pendirian sarana Islam seperti masjid pun sangat sulit didapat di Ethiopia. Miris seali mengingat dulu Ethiopia (Habasyah) menjadi tujuan hijrah umat Islam yang pertama mengingat negaranya yang aman dan damai.

Masih mau beranggapan Islam negara yang melegalkan kekerasan? Silakan dipikir ulang dan bergaul dengan sejarah otentik yang dikeluarkan oleh sejarawan muslim terpercaya. Wallahu alam

Nidaul Fauziah

Foto ilustrasi: google

Yuk, Jadi ORANGTUA ASUH (OTA) Santri Penghafal Qur'an Askar Kauny! Donasi Rp 150.000,-/bulan. Dapat Majalah Ummi (free ongkir)

Transfer ke Bank Muamalat 335-000-9175 a.n. Yayasan Askar Kauny

Konfirmasi ke 0813 8054 4843 : OTA#Nama#AlamatLengkap#Telp#jumlahtransfer#TanggalTransfer#JamTransfer

Tags:
loading...