Inilah Sahabat yang Diajak Rasulullah Saat Berdakwah kepada Kaum Jin

Fashion-Styles-for-Girls-Online

Sobat Nida, tahukah kamu bahwa selain berdakwah kepada manusia, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga berdakwah kepada kaum jin? Dalam berdakwah kepada golongan Jin, Rasulullah mengajak salah seorang Sahabatnya. Siapakah beliau? Mari, disimak!

Dilansir dari buku Laskar Api: Buku Paling Pintar tentang Jin karya Ruqayyah Yaqubi, disebutkan bahwa ada suatu malam yang disebut dengan istilah lailatul jin atau malam jin. Artinya, malam ketika Rasulullah mendatangi para jin untuk berdakwah, seperti mengajarkan agama dan memperdengarkan ayat-ayat Al-Qur’an. Istilah ini menegaskan bahwa ada hari-hari tertentu ketika Rasulullah akan mendatangi bangsa jin untuk berdakwah.

Tempat jin yang didatangi Rasulullah untuk berdakwah berbeda-beda, seperti gua, pohon besar atau tempat-tempat lainnya yang sering menjadi tempat kumpul jin. Mazayasyah dan Ummi Alhan Ramadhan M menjelaskan bahwa suatu ketika Allah Ta’ala pernah mendatangkan kepada Rasulullah sekelompok jin untuk belajar agama kepadanya. Lalu, sebuah pohon besar menawarkan dirinya kepada Rasulullah sebagai tempat berkumpulnya para jin yang hadir tersebut. Para jin itu pun datang dan belajar agama kepada Rasulullah. Setelah itu, mereka segera kembali kepada kaumnya untuk menyampaikan apa yang telah dipelajarinya dari Rasullah.

Dalam dakwahnya kepada kaum jin, Rasulullah seringkali mengajak para sahabatnya untuk melihat bagaimana cara ia berdakwah.

Menurut Ibnu Mas’ud, suatu malam, Rasulullah pernah bersabda kepada para sahabat, “Barangsiapa pada malam ini ingin mengetahui masalah yang berkaitan dengan jin, maka ayo, ikutilah saya.

Ternyata, tak ada seorang pun yang berani menyatakan kesediaannya untuk ikut berdakwah. Mereka merasa segan karena rasa hormat dan sifat ingin memuliakan Rasulullah yang begitu besar.

Pada kesempatan itu, Ibnu Mas’ud memberanikan diri untuk ikut Rasulullah. Akhirnya, Rasulullah mengajak Ibnu Mas’ud pergi menuju dataran tinggi di kota Mekkah. Setelah sampai, ia membuat garis di tanah dengan menggunakan jari kaki. Ibnu Mas’ud diperintahkan untuk duduk di garis itu. Kemudian, Rasulullah berjalan menjauh dari tempat Ibnu Mas’ud duduk.

Dari kejauhan, Ibnu Mas’ud masih dapat melihat Rasulullah. Ia berhenti di suatu tempat dan kemudian membaca ayat-ayat Al-Qur’an. Tak lama kemudian, Ibnu Mas’ud melihat banyak orang mengerumuni Rasulullah. Bersamaan dengan itu, Ibnu Mas’ud tidak bisa lagi melihat tubuh Rasulullah dan bacaan Al-Qur’an beliau sudah tak dapat didengar olehnya.

Ketika penyampaian ayat-ayat Al-Qur’an telah selesai dibaca Rasulullah, Ibnu Mas’ud melihat orang-orang itu mulai pergi meninggalkan Rasulullah. Namun, ada satu kelompok yang masih tetap tinggal bersamanya. Rasulullah tampak masih menyampaikan dakwah kepada kaum jin tersebut sampai fajar tiba.

Setelah itu, ia menyudahi pertemuan dan kembali mendekat ke arah Ibnu Mas’ud yang masih setia duduk menunggu. Rasulullah bertanya kepada Ibnu Mas’ud, “Lihatlah, apakah yang mereka kerjakan?” Ibnu Mas’ud menjawab, “Ya Rasulullah, begitulah mereka.”

Setelah mendengar jawaban Ibnu Mas’ud, Rasulullah mengambil sebatang tulang dan kotoran. Ia memberikannya kepada para jin yang masih menunggu sebagai bekal mereka. Setelah itu, ia bersabda, yang isinya melarang siapa pun beristinja atau bersuci dengan menggunakan tulang dan kotoran.

فَلَا تَسْتَنْجُوا بِهِمَا فَإِنَّهُمَا طَعَامُ إِخْوَانِكُمْ

Janganlah kalian melakukan istinjak dengan tulang dan kotoran, karena itu makanan saudara kalian (dari jin).”  (HR. Ahmad 4149, Muslim 450, Turmudzi 3258)

Sobat Nida, itulah salah satu sahabat Rasulullah yang ikut berdakwah kepada kaum jin. Dalam dakwahnya itu, terkadang Rasulullah mengajak para sahabatnya dan kadang pula sendirian. Apa yang dilakukan Rasulullah ialah sebuah perjuangan yang sangat berat, karena ia tidak saja berdakwah dengan kaum manusia, tapi juga dengan kaum jin. (Dina Nazhifah)

Sumber: markazruqyahibnusina(dot)com, konsultasisyariah(dot)com
Ilustrasi: google

 

 

Yuk, Jadi ORANGTUA ASUH (OTA) Santri Penghafal Qur'an Askar Kauny! Donasi Rp 150.000,-/bulan. Dapat Majalah Ummi (free ongkir)

Transfer ke Bank Muamalat 335-000-9175 a.n. Yayasan Askar Kauny

Konfirmasi ke 0813 8054 4843 : OTA#Nama#AlamatLengkap#Telp#jumlahtransfer#TanggalTransfer#JamTransfer

Tags:
loading...