Jangan Asal HOAX Kenali dulu Asal-Usulnya

Fashion-Styles-for-Girls-Online

“No pict. Hoax!”


Sobat Nida, seberapa sering berucap seperti itu? Terutama pada teman yang jago bohong alias tukang ngibul. Atau sekedar usil berucap hoax agar teman di seberang sana geram kepad ketidakpercayaan dan memberi bukti foto akan aktivitasnya detik itu.


Sob, sebelum melulu  berkata hoax dan menjadi anak gaul yang katanya kekiknian coba  cari tahu asal-usulnya dulu deh. Lumayan kan biar makin keren.


Berikut  asal-usul kata hoax  yangNida himpun dari berbagai Sumber.

Menurut Lynda Walsh dalam buku berjudul Sins Against Science, istilah hoax atau kabar bohong, merupakan istilah dalam bahasa Inggris yang masuk sejak era industri. Diperkirakan pertama kali muncul pada 1808.


Dilansir  dari Antara, asal kata 'hoax' diyakini ada sejak ratusan tahun sebelumnya, yakni 'hocus' dari mantra 'hocus pocus'. Frasa yang kerap disebut oleh pesulap, serupa 'sim salabim'.


Alexander Boese dalam bukuny, Museum of Hoaxes, mencatat hoax pertama yang dipublikasikan adalah almanak atau penanggalan palsu yang dibuat Isaac Bickerstaff alias Jonathan Swift pada 1709.


Lain ladang lain belalang, lain lubuk lain ikannya.


Dilansir dari dari brilio(dot)net  pengertian sama akan arti hoax yang  berasal dari kata "Hocus", yang berarti menipu. Hocus sendiri merupakan mantra sulap yang merupakan kependekan dari "Hocus Pocus" mengatakan dalam sejarah bahwa penggunaan kata hoax berasal dari dari filsuf asal Inggris, Robert Nares.


Sadar atau ngga setiap generasi punya kata sendiri untuk menyematkan seseorang itu adalah adalah pembohong atau berita itu adalah “kibul” atau “tukang ngibul” bagi si tukang bohong  atau “bokis” bagi sesuatu hal yang dianggap bohong.


Nah ketenaran kata hoax yang menjamur di seluruh dunia termasuk Indonesia dimulai dari film The Hoax yang dibintangi Richard gere pada 2006 lalu. Film yang disutradarai Lasse Hallstrom yang skenarionya ditulis oleh William Wheeler ini diangkat dari sebuah buku yang berjudul sama karya Clifford Irving.


Namun walaupun diadaptasi dari buku Irving, cerita filmnya justru banyak mengalami perubahan sehingga versi filmnya tidak mirip sama sekali dengan buku. Lalu, tadaaaaa tenarlah kata hoax di lingkungan kita sebagai arti dari kabar bohong atau suatu kebohongan.


Ngomong-ngomong Sobat Nida jangan jadi penyebar hoax ya, selain merugikan orang dan hal itu tiada guna dan mungkin berujung dosa.

Semoga bermanfaat Sob!

 

Referensi : dari berbagai sumber

Foto illustrasi : google

Nurul Aprillianti

Yuk, Jadi ORANGTUA ASUH (OTA) Santri Penghafal Qur'an Askar Kauny! Donasi Rp 150.000,-/bulan. Dapat Majalah Ummi (free ongkir)

Transfer ke Bank Muamalat 335-000-9175 a.n. Yayasan Askar Kauny

Konfirmasi ke 0813 8054 4843 : OTA#Nama#AlamatLengkap#Telp#jumlahtransfer#TanggalTransfer#JamTransfer

Tags:
loading...