Jangan Hanya Membaca Al Maidah 51 Lanjutkan Ayat Berikutnya

Fashion-Styles-for-Girls-Online

Sobat Nida, keterangan Allah dalam Al Quran sungguh luar biasa. Kita tidak diperbolehkan mengambil non muslim sebagai pemimpin, kecuali dalam kondisi-kondisi darurat, tentulah ada alasan besar di baliknya. Ingat, hal ini sama sekali tak ada kaitannya dengan perbedaan suku bangsa atau warna kulit loh yaa, melainkan dilatarbelakangi oleh perbedaan akidah.

Nah, Sob, dalam Al Quran surat Al Maidah ayat 51 Allah terangkan bahwa orang yang mengambil non muslim sebagai pemimpin berarti termasuk ke dalam golongan mereka juga. Artinya, kita tidak boleh menyepelekan masalah ini dengan berkata "Ah sudahlah, yang penting kinerjanya, daripada pilih muslim tapi koruptor, mendingan pilih non muslim tapi kerjanya bagus dong!" Loh... nyata-nyata Allah melarang kita melakukannya, mengapa kita masih menganggap hal ini sebagai urusan yang remeh?

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebagian mereka adalah pemimpin bagi sebagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim." (QS. Al Maidah: 51)

Apalagi ketika al quran surat Al Maidah ayat 51 tersebut dinistakan dengan dianggap telah membohongi atau membodoh-bodohi kaum muslimin, waduuh... kebangetan juga kalau ada muslim yang tidak tersinggung mendengar ucapan ini. Bahkan ulama pun sampai menangis mendengar ayat quran dilecehkan di depan kaum muslimin.

Akan tetapi jangan berhenti sampai ayat itu saja, Sob, karena kemudian Allah melanjutkan dengan menerangkan munculnya orang-orang munafik yang akan mendekati para non muslim tersebut akibat khawatir akan bencana menimpa mereka:

"Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya (orang-orang munafik) bersegera mendekati mereka (yahudi dan Nasrani), seraya berkata: “Kami takut akan mendapat bencana”. Mudah-mudahan Allah akan mendatangkan kemenangan (kepada Rasul-Nya), atau sesuatu keputusan dari sisi-Nya. Maka karena itu, mereka menjadi menyesal terhadap apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka." (QS. Al Maidah: 52)

Dalam ayat selanjutnya lagi, Allah menjelaskan bahwa orang-orang beriman akan tersentak terhadap kaum munafik yang mulai menampakkan diri tersebut.

"Dan orang-orang yang beriman akan mengatakan: “Inikah orang-orang yang bersumpah sungguh-sungguh dengan nama Allah, bahwasanya mereka benar-benar beserta kamu.” Rusak binasalah segala amal mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang merugi." (QS. Al Maidah : 53)

Menariknya, setelah itu, di ayat 54 surat Al Maidah tersebut pula, Allah mengumumkan ciri-ciri kaum yang Ia cintai:

"Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah-lembut terhadap orang-orang mu’min, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dihendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui." (QS. Al Maidah : 54)

Maasya Allah, kira-kira... kita sudah termasuk dalam golongan orang-orang yang Allah cintai tersebut apa belum, Sob? Antara lain: Lemah lembut terhadap orang beriman, bersikap tegas terhadap orang kafir, berjihad di jalan Allah dan tidak takut terhadap celaan.

Namun jangan lupa, kita perlu tetap bersikap lurus dan adil yah Sob, karena dalam surah Al Maidah ayat 8 Allah meminta kita menyingkirkan kebencian dan tetap berlaku adil karena sikap adil tersebut mendekatkan diri pada ketaqwaan:

"Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada taqwa. Dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS. Al Maidah : 8)

Jadi, jangan sampai kebencian membutakan mata kita sehingga berlaku buruk apalagi sampai berbuat kezaliman terhadap orang lain. BIG NO! Bukan itu ajaran Islam Sob, Islam adalah rahmat bagi semesta alam, maka tunjukkanlah akhlak sebagai seorang yang penuh dengan rahmat. Setuju?
 
foto ilustrasi: google 

Yuk, Jadi ORANGTUA ASUH (OTA) Santri Penghafal Qur'an Askar Kauny! Donasi Rp 150.000,-/bulan. Dapat Majalah Ummi (free ongkir)

Transfer ke Bank Muamalat 335-000-9175 a.n. Yayasan Askar Kauny

Konfirmasi ke 0813 8054 4843 : OTA#Nama#AlamatLengkap#Telp#jumlahtransfer#TanggalTransfer#JamTransfer

Tags:
loading...