Kalau Belum Mampu Membayar Utang, Jangan Marahin yang Nagih

Fashion-Styles-for-Girls-Online

Sobat Nida, kita memang sudah memasuki masa, di mana orang yang utang lebih galak daripada yang nagih.


Pas mau utang, dateng dengan muka memelas, tutur kata yang ramah, manis, dan sopan. Eh giliran ditagih pasang muka preman. Boro-boro ramah atau bermanis-manis ria. Alih-alih meminta maaf dan memberikan alasan kenapa belum bisa bayar utang, malah melotot sambil ngoceh-ngoceh nggak jelas.

Ada juga yang setiap ditagih jawabnya tarsok-tarsok (entar, besok-entar besok). Sering ngeles, ngasih alasan begini atau begitu hanya untuk mengulur waktu. Kalau udah gemes dan jengkel karena ditagih-tagih, langsung ngilang bak ditelan bumi. Semua akses komunikasi dengan si pemberi pinjaman bahkan sampai diblokir segala. Alamak!

Tukang utang begini mah emang rese tingkat akut dan perlu banget dikasih pelajaran. #Eh, ini kok kayak lagi curhat gitu sih, Nida! Hehehe
 
Tukang utang yang suka mangkir dari tanggungjawabnya ini memang udah pernah Rasulullah sebutkan dalam hadits berikut ini:
 
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam di dalam shalat membaca do'a: 'ALLAHUMMA INNII A'UUDZU BIKA MIN 'ADZAABIL QABRI, WA A'UUDZU BIKA MIN FITNATIL MASIIHID DAJJAAL, WA A'UUDZU BIKA MIN FITNATIL MAHYAA WA FITNATIL MAMAAT. ALLAHUMMA INNII A'UUDZU BIKA MINAL MA'TSAMI WAL MAGHRAM (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah Al Masihid Dajjal, dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah kehidupan dan fitnah kematian. Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan dosa dan utang)'. Tiba-tiba ada seseorang berkata kepada beliau, "Kenapa tuan banyak meminta perlindungan dari utang?" Beliau menjawab, "Sesungguhnya seseorang apabila berutang dia akan cenderung berkata dusta dan berjanji lalu mengingkarinya." (HR Bukhari)

Ayo coba ngaku ... Kamu jadi orang yang suka utang atau diutangi???

Padahal perkara utang itu nggak sepele lho Sob. Rasulullah sangat mewanti-wanti umatnya perihal utang.

Telah mengabarkan kepada kami Ali bin Hujr dari Isma'il telah menceritakan kepada kami Al 'Ala` dari Abu Katsir, budak Muhammad bin Jahsy dari Muhammad bin Jahsy, dia berkata; "Kami pernah duduk-duduk bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam kemudian beliau mendongakkan kepala beliau ke langit kemudian beliau meletakkan telapak tangan beliau pada kening beliau kemudian bersabda: "Subhanallah, apakah yang telah diturunkan dari sikap keras?" kemudian kami diam dan terkejut. Kemudian setelah besok harinya saya bertanya kepada beliau; "Wahai Rasulullah, sikap keras apakah yang telah diturunkan ini? Beliau bersabda: "Demi Dzat yang jiwaku ada di tanganNya, seandainya seseorang terbunuh di jalan Allah, kemudian dihidupkan, kemudian terbunuh, kemudian dihidupkan, kemudian terbunuh dan ia memiliki tanggungan utang maka ia tidak akan masuk Surga hingga terbayarkan utangnya." (HR Nasa'i)

Na'udzubillah ya Sob. Masak gegara utang yang kita lalaikan,  terus kita nggak dibolehin masuk Surga.

Yuk Sob, mulai sekarang kita hindari utang. Kalau emang nggak butuh-butuh amat, mending nabung deh buat beli sesuatu.

Yuk, Jadi ORANGTUA ASUH (OTA) Santri Penghafal Qur'an Askar Kauny! Donasi Rp 150.000,-/bulan. Dapat Majalah Ummi (free ongkir)

Transfer ke Bank Muamalat 335-000-9175 a.n. Yayasan Askar Kauny

Konfirmasi ke 0813 8054 4843 : OTA#Nama#AlamatLengkap#Telp#jumlahtransfer#TanggalTransfer#JamTransfer

Tags:
loading...