Kalau Tolak Ukur Kebahagiaan adalah Banyak Harta, Seharusnya Artis-artis Sukses itu Nggak Perlu Bunuh Diri

Fashion-Styles-for-Girls-Online

Sobat Nida, beberapa waktu belakangan ini banyak terdengar tentang kasus orang yang bunuh diri. Alasannya juga berbagai macam. Ada yang frustrasi karena ditinggal pasangan, karena sering dibuli, atau ada juga yang karena terlalu sering menyimpan masalah sendiri.

Banyak deh faktornya. Apalagi kalau orang tersebut jauh dari Allah. Kemungkinan untuk melakukan tindakan bunuh dirinya semakin besar, karena orang tersebut tidak memiliki landasan keimanan yang kuat. Ada masalah?  Ya tinggal cari aja cara pintasnya. Mati!

Sebagian dari kita mungkin ada yang berfikir bahwa menjadi sukses, tenar, memiliki harta melimpah dan menjadi sorotan publik itu akan selalu membawa kebahagiaan. Kaya coy, kaya. Banyak duitnya! Mau beli ini itu tinggal tunjuk dah.

Padahal, tolak ukur kebahagiaan bukanlah kesuksesan duniawi semata. Nggak percaya?

Coba perhatikan kasus bunuh diri yang dilakukan Chester Bennington.  Kurang kaya dan sukses apalagi? Vokalis Linkin Park. Salah satu grup band dengan aliran musik rock yang penggemarnya ada di seluruh penjuru dunia.

Masih banyak juga artis-artis papan atas yang hidupnya berakhir dengan bunuh diri.

Apakah kemewahan dunia itu membuat mereka bahagia? Mungkin. Tapi mungkinkah orang bahagia akan melakukan bunuh diri? Mungkin juga... Kalau kebahagiaan yang dia dapatkan adalah kebahagiaan semu. Kebahagiaan yang tidak dilandasi dengan rasa syukur kepada Tuhan.

Tentu saja semua orang pasti memiliki masalah. Besar-kecil atau ringan beratnya, tentu Allah yang lebih tahu mana yang akan Allah berikan. Sesuai kadar kemampuan masing-masing orang tentunya.

Tapi mengakhiri sebuah masalah denga  cara bunuh diri bukanlah solusi. Islam jelas melarang kita melakukannya. Mendzalimi diri sendiri.

أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يَدْعُوَنَّ أَحَدُكُمْ بِالْمَوْتِ لِضُرٍّ نَزَلَ بِهِ وَلَكِنْ لِيَقُلْ اللَّهُمَّ أَحْيِنِي مَا كَانَتْ الْحَيَاةُ خَيْرًا لِي وَتَوَفَّنِي إِذَا كَانَتْ الْوَفَاةُ خَيْرًا لِي
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ بَشَّارٍ حَدَّثَنَا أَبُو دَاوُدَ يَعْنِي الطَّيَالِسِيَّ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَتَمَنَّيَنَّ أَحَدُكُمْ الْمَوْتَ فَذَكَرَ مِثْلَهُ

Dari Anas bin Malik, ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Janganlah salah seorang diantara kalian berdoa agar diberi kematian karena musibah yang menimpanya, akan tetapi hendaknya ia mengucapkan; ALLAHUMMA AHYINI MA KAANATIL HAYATU KHAIRAN LI WA TAWAFFANI IDZA KANATIL WAFATU KHAIRAN LI (ya Allah hidupkanlah aku selama hidup adalah lebih baik bagiku dan wafatkanlah aku apabila kematian adalah lebih baik bagiku." (HR Abu Daud No 2702)

Jadi Sob, kalau memang kita merasa pundak semakin berat dan seolah kita tak mampu lagi menanggungnya, jangan ragu-ragu untuk meminta dikuatkan lagi dan lagi kepada Allah. Dan jika masih terasa berat, ucapkan ALLAHUMMA AHYINI MA KAANATIL HAYATU KHAIRAN LI WA TAWAFFANI IDZA KANATIL WAFATU KHAIRAN LI.

Wallahua'lam bishowab.

Semoga kita semua akan wafat dalam keadaan khusnul khatimah. Bukan su'ul khatimah.

Yuk, Jadi ORANGTUA ASUH (OTA) Santri Penghafal Qur'an Askar Kauny! Donasi Rp 150.000,-/bulan. Dapat Majalah Ummi (free ongkir)

Transfer ke Bank Muamalat 335-000-9175 a.n. Yayasan Askar Kauny

Konfirmasi ke 0813 8054 4843 : OTA#Nama#AlamatLengkap#Telp#jumlahtransfer#TanggalTransfer#JamTransfer

Tags:
loading...