Keadaan Manusia Setelah Imam Mahdi Wafat

Fashion-Styles-for-Girls-Online

Sobat Nida, tentu tidak asing ketika mendengar nama “Imam Mahdi” bukan? Ya Imam Mahdi merupakan sosok pembela Islam di akhir zaman. Imam Mahdi akan menemani Nabi Isa Alaihi Salam untuk membunuh Dajjal yang dapat menyesatkan umat Islam hingga terjerumus ke dalam neraka. Imam Mahdi hanyalah seeorang manusia biasa yang telah menjadi pilihan Allah di akhir zaman untuk membantu kaum muslimin, sehingga dapat selamat dari dajjal. Imam Mahdi sebagai manusia selayaknya dapat meninggal dunia. Lalu, bagaimanakah kondisi manusia ketika Imam Mahdi meninggal dunia?

Perlu diketahui Sob, munculnya Imam Mahdi dan turunnya Nabi Isa Alaihi Salam ke dunia merupakan tanda-tanda qubro hari kiamat akan datang. Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda dalam sebuah hadits yang artinya, “Dia berasal dari keluargaku. Namanya (yaitu Muhammad) sama dengan namaku. Nama ayahnya (yaitu ‘Abdullah) pun sama dengan nama ayahku.” Dalam hadits lainnya, Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam juga bersabda, yang artinya, “Imam Mahdi adalah dari keluargaku dari keturunan Fathimah.”

Dari kedua hadits tersebut dapat dijelaskan bahwa Imam Mahdi berasal dari keturunan keturunan Fatimah putri Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam. Serta memiliki nama yang sama dengan Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam dan ayahnya Abdullah, juga masih berasal dari keluarga Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam.

Selanjutnya, Dalam sebuah hadits, Rasullulah Shalallaahu Alaihi Wassalam bersabda, yang artinya, “Dunia ini tidak akan sirna hingga seorang pria dari keluargaku yang namanya sama dengan namaku (yaitu Muhammad) menguasai Arab.”  (HR. Tirmidzi no. 2230, dari ‘Abdullah bin Mas’ud. At Tirmidzi mengatakan bahwa hadits tersebut diriwayatkan pula oleh ‘Ali, Abu Sa’id, Ummu Salamah, dan Abu Hurairah, status hadits ini hasan shahih. Syaikh Al Albani mengatakan dalam Misykatul Mashobih 5452 bahwa hadits ini hasan)

Maksud dari hadits bahwa orang tersebut (Imam Mahdi) akan menguasai Arab adalah ia juga akan menguasai non Arab. Ath Thibi mengatakan bahwa dalam hadits tersebut tidak disebutkan non arab, tetapi mereka termasuk dalam hadits tersebut. Karena jika dikatakan menguasai Arab, maka berarti juga menguasai non Arab karena Arab dan non Arab adalah satu kata dan satu tangan.

Hadits tersebut juga dapat berarti bahwa kedatangan Imam Mahdi akan muncul pada akhir zaman. Ibnu Katsir mengatakan bahwa Imam Mahdi akan muncul di akhir zaman, serta munculnya Imam Mahdi adalah sebelum turunnya Nabi ‘Isa, sebagaimana ditunjukkan oleh hadits-hadits yang menyebutkan hal ini. Lalu bagaimanakah keadaan manusia saat Imam Mahdi datang ke dunia?

Ada sebuah hadits mengatakan, yang artinya “Ia akan diutus ke muka bumi apabila terjadi perselisihan antara manusia bergejolak hebat.” (HR. Musnad Imam Ahmad Ahmad 10898). Selain itu, berdasarkan riwayat Imam Ahmad bin Hambal bahwa turunnya Imam Mahdi saat dunia penuh dengan kebutaan karena perselisihan antarumat. Keadaan saat itu adalah kacau balau.

Sobat Nida, dalam sebuah hadits Rasullulah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda, yang artinya, “Sesungguhnya Al Mahdi itu dari keturunanku. Ia akan memenuhi bumi dengan kejujuran dan keadlian sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kezhaliman dan kegelapan. Dia berkuasa selama 7 tahun” (HR. Abu Dawud, Syekh Al Bani)

Dari hadits tersebut dapat diketahui bahwa keadaan manusia sebelum datangnya Imam Mahdi dalam keadaan yang dipenuhi dengan kezhaliman, perselisihan dan kegelapan. Tetapi ketika datangnya Imam Mahdi, saat masa pemerintahannya akan tersebar kemakmuran dan keadilan. Dari Abu Sa’id Al Khudri, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya, “Imam Mahdi berasal dari keturunanku. Beliau memiliki dahi yang lebar dan hidung yang mancung. Di masanya, akan tersebar keadilan di muka bumi, sebagaimana sebelumnya penuh dengan kezholiman dan kelaliman. Beliau akan berkuasa selama 7 tahun.”  Dalam riwayat Al Hakim juga dikatakan, yang artinya, “Imam Mahdi akan keluar di akhir umatku. (Pada masanya), Allah akan menurunkan hujan, akan menumbuhkan tanaman di muka bumi, harta akan dibagi secara merata. Binatang ternak akan semakin banyak, begitu juga umat akan bertambah besar. Imam Mahdi hidup selama 7 atau 8 tahun.” 

Begitulah masa pada saat Imam Mahdi memerintah dan menguasai Arab. Kehidupan penuh dengan kedamaian dan ketentraman. Kembali pada masa-masa yang tenang dan jauh dari pergejolakan. Lantas bagaimana keadaan manusia setelah Imam Mahdi meninggal dunia? Tidak ada yang dapat memprediksi bagaimana kedaan manusia nanti ketika Imam Mahdi meninggal dunia. Tidak ada pula hadits yang menerangkan mengenai bagaimana keadaan seluruh umat manusia pada saat Imam Mahdi wafat.

Yang dapat diketahui dari beberapa sumber bahwa saat akhir zaman turunlah Nabi Isa Alaihi Salam, yang akan sholat di belakang Imam Mahdi sebagai makmumnya. Hal ini terjadi sebelum Imam Mahdi wafat dan saat akhir zaman. Dalam hadits yang muttafaqun ’alaih (disepakati Bukhari dan Muslim), Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, yang artinya, ”Bagaimana kalian jika ’Isa bin Maryam turun di tengah-tengah kalian dan imam kalian dari kalangan kalian sendiri?”  Selain itu, Dari Jabir bin ’Abdillah, Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, yang artinya, ”Sekelompok dari umatku ada yang akan terus membela kebenaran hingga hari kiamat. Menjelang hari kiamat turunlah ’Isa bin Maryam. Kemudian pemimpin umat Islam saat itu berkata, ”(Wahai Nabi Isa), pimpinlah shalat bersama kami.” Nabi ’Isa pun menjawab, ”Tidak. Sesungguhnya sudah ada di antara kalian yang pantas menjadi imam (pemimpin). Sungguh, Allah telah memuliakan umat ini.”

Berdasarkan penjelasan hadits di atas, bahwa turunya Nabi Isa Alaihi Salam yang merupakan pertanda datangnya kiamat, dan hadir ditengah-tengah masa kepemimpinan Imam Mahdi saat sebelum Imam Mahdi wafat.

Ada yang menyebutkan bahwa Imam Mahdi wafat di kota Kuah. Namun sebelum beliau meninggal dunia, Ia telah melakukan perang melawan Dajjal, mengadakan pertemuan dengan Nabi Isa Alaihi Salam dan telah membawa suatu pemerintahan di bawah naungan hukum syariah, telah membawa zaman keemasan penuh kemakmuran, kedamaian, ketenteraman serta kecukupan sebelum kiamat datang. Wallahua’lam bishowab. (Fikriah NurJannah)

Sumber : rumaysho(dot)com dan berbagai sumber
Ilustrasi: Google

 

 

Yuk, Jadi ORANGTUA ASUH (OTA) Santri Penghafal Qur'an Askar Kauny! Donasi Rp 150.000,-/bulan. Dapat Majalah Ummi (free ongkir)

Transfer ke Bank Muamalat 335-000-9175 a.n. Yayasan Askar Kauny

Konfirmasi ke 0813 8054 4843 : OTA#Nama#AlamatLengkap#Telp#jumlahtransfer#TanggalTransfer#JamTransfer

Tags:
loading...