Kenapa Harus Repot Mengingatkan Orang Lain?

Fashion-Styles-for-Girls-Online

"Dosa-dosa gue. Kenapa Lo pada yang repot?"

"Yaelah dasar Netizen. Biarin aja sih si fulan berbuat dosa, maksiat atau ngapain aja. Dia sendiri yang nanggung dosanya kok, bukan elu."

"Hello... Nggak usah julid deh. Surga-neraka itu urusan gue, bukan urusan Lo, jadi nggak usah ikut campur sama urusan gue."

"Nggak usah ikut campur sama urusan orang lain, yang penting kita nggak berbuat dosa atau membuat kesalahan seperti mereka."

Sahabat Ummi, pernah nggak mendengar, membaca, atau ... na'udzubillahnya mengucapkan kalimat yang sejenis di atas kepada orang lain. Sebuah kalimat yang intinya menjelaskan bahwa kita nggak perlu mengingatkan orang lain karena kita nggak akan nanggung dosa mereka. Nggak usah menegur orang yang salah selama kita sendiri udah sholeh.

Padahal saling mengingatkan merupakan kewajiban setiap orang yang beriman. 

اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَ عَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ ۙ  وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

"Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran." (QS. Al-'Asr [103]: 3)

Menjadi sholeh tetapi hanya untuk diri sendiri tidaklah mencerminkan kepribadian muslim yang beriman. Karena jika kita hanya mementingkan ibadah untuk diri sendiri justru dapat menjerumuskan kita ke dalam api neraka. 

وَاِذْ قَالَتْ اُمَّةٌ مِّنْهُمْ لِمَ تَعِظُوْنَ قَوْمًا   ۙ  اللّٰهُ مُهْلِكُهُمْ اَوْ مُعَذِّبُهُمْ عَذَابًا شَدِيْدًا   ۗ  قَالُوْا مَعْذِرَةً اِلٰى رَبِّكُمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَّقُوْنَ

"Dan (ingatlah) ketika suatu umat di antara mereka berkata, Mengapa kamu menasihati kaum yang akan dibinasakan atau diazab Allah dengan azab yang sangat keras? Mereka menjawab, Agar kami mempunyai alasan (lepas tanggung jawab) kepada Tuhanmu, dan agar mereka bertakwa." (QS. Al-A'raf 7: Ayat 164)

So, mengingatkan orang lain ketika mereka bersalah, mengingatkan orang lain untuk berbuat kebaikan itu merupakan sebuah kewajiban. Bukan hanya karena orang tersebut memang perlu diingatkan, tetapi juga supaya kelak, ketika di akhirat kita tidak ikut terseret ke dalam api neraka karena ada yang bilang: 

"Dulu dia nggak pernah mengingatkan Saya."
"Dia selalu shalat, tapi nggak pernah ngajakin Saya."
"Dia cuma sholeh untuk dirinya sendiri."

Nggak mau kan, udah shalat dan beribadah pagi sampai malam tapi ternyata masih masuk neraka? 

Oleh sebab itu, jangan pernah meremehkan yang namanya saling mengingatkan.

Allah juga tidak pernah menghukum atau mengadzab suatu kaum kecuali Allah pasti sudah mengirimkan seseorang Nabi atau Rasul untuk memberikan peringatan kepada suatu kaum.

Allah SWT berfirman:

مَنِ اهْتَدٰى فَاِنَّمَا يَهْتَدِيْ لِنَفْسِهٖ   ۚ  وَمَنْ ضَلَّ فَاِنَّمَا يَضِلُّ عَلَيْهَا   ۗ  وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِّزْرَ اُخْرٰى   ۗ  وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِيْنَ حَتّٰى نَبْعَثَ رَسُوْلًا

"Barang siapa berbuat sesuai dengan petunjuk (Allah), maka sesungguhnya itu untuk (keselamatan) dirinya sendiri; dan barang siapa tersesat maka sesungguhnya (kerugian) itu bagi dirinya sendiri. Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain, tetapi Kami tidak akan menyiksa sebelum Kami mengutus seorang rasul." (QS. Al-Isra' [17]: 15)

Sekarang, jangan pernah lagi menutup mata ketika ada kedzaliman di sekitar kita dan teruslah saling meningatkan dalam kebenaran serta kesabaran. 

Wallahua'lam bishowab.
 
Foto ilustrasi : Google 

Yuk, Jadi ORANGTUA ASUH (OTA) Santri Penghafal Qur'an Askar Kauny! Donasi Rp 150.000,-/bulan. Dapat Majalah Ummi (free ongkir)

Transfer ke Bank Muamalat 335-000-9175 a.n. Yayasan Askar Kauny

Konfirmasi ke 0813 8054 4843 : OTA#Nama#AlamatLengkap#Telp#jumlahtransfer#TanggalTransfer#JamTransfer

Tags:
loading...