Kenapa Harus Tetap Meminta Hidayah Meskipun Sudah Beriman?

Fashion-Styles-for-Girls-Online

(Yaitu) orang-orang yang dimatikan oleh para malaikat dalam keadaan berbuat lalim kepada diri mereka sendiri, lalu mereka menyerah diri (sambil berkata); “Kami sekali-kali tidak mengerjakan sesuatu kejahatan pun”. (Malaikat menjawab): “Ada, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang telah kamu kerjakan”. Maka masukilah pintu-pintu neraka Jahanam, kamu kekal di dalamnya. Maka amat buruklah tempat orang-orang yang menyombongkan diri itu." (QS, An-Nahl, 16 : 28-29)


Sobat Nida, keimanan yang telah kita miliki saat ini tidaklah dapat menjadi jaminan bahwa ketika meninggal kita akan tetap berada dalam keimanan tersebut.


Oleh sebab itu kita harus selalu meminta Allah agar mengistiqamahkan kita dalam keadaan beriman hingga akhir hayat.


Allah menunjunjukkan banyak contoh melalui kisah-kisah orang terdahulu yang mana mereka pernah memiliki keimanan yang tinggi, namun pada akhir hayatnya justru meninggal dalam keadaan kekafiran.


Sebutlah kisah Bal'am bin Baura. Seorang bani Israil yang dikaruniai ilmu yang tinggi, namun ternyata hatinya condong kepada harta dan keindahan dunia. Bahkan, do'a-do'anya selalu diijabah oleh Allah SWT. Tetapi apa yang terjadi? Ya, Bal'am bin Baura meninggal dalam keaadaan kafir karena kesombongannya. Kisahnya diabadikan dalam surat Al A'araf ayat 175-177.


“Dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah Kami berikan kepadanya ayat-ayat Kami (pengetahuan tentang isi al-Kitab), kemudian dia melepaskan diri daripada ayat-ayat itu, lalu dia diikuti oleh syaitan (sampai dia tergoda), maka jadilah dia termasuk orang-orang yang sesat.

Dan kalau Kami menghendaki, sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, maka perumpamaannya seperti anjing, jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya, dia mengulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir.

Amat buruklah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan kepada diri mereka sendirilah mereka berbuat dhalim.”
(QS. Al-A’raaf: 175-177)

 

Atau seperti Ubaidilah bin Jahsy yang dulu pernah membela Islam, pernah mengikuti hijrah ke Habasyah. Namun karena kecintaannya kepada khamr membuatnya memilih untuk meninggalkan Islam dan memeluk agama Nashrani, Ubaidilah bin Jahsy pun meninggalkan dalam keadaan kafir.

 

Masih banyak kisah-kisah nyata yang Allah tunjukkan kepada kita baik melalui firman-Nya di dalam Al-Qur'an maupun riwayat hadits. Namun sayangnya, masih ada saja orang sombong. Dia merasa bahwa dirinya baik dan menganggap rendah orang yang belum beriman.

 

Padahal, tidak pernah ada jaminan bahwa kita pun akan meninggal dalam keadaan beriman. Itulah sebabnya, Rasulullah mengajarkan kita untuk senantiasa berdo'a kepada Allah, agar senantiasa diberikan hidayah. Karena tidak ada yang dapat menjamin surga, kecuali Allah.


 “Dan sesungguhnya, Kami telah berulang-ulang kepada manusia dalam Al-Quran ini dengan bermacam-macam perumpamaan. Tetapi manusia adalah makhluk yang paling banyak membantah.” (QS. Al-Kahfi, 18: 54).

 

Semoga kita termasuk ke dalam golongan orang-orang yang mendapatkan petunjuk.

Yuk, Jadi ORANGTUA ASUH (OTA) Santri Penghafal Qur'an Askar Kauny! Donasi Rp 150.000,-/bulan. Dapat Majalah Ummi (free ongkir)

Transfer ke Bank Muamalat 335-000-9175 a.n. Yayasan Askar Kauny

Konfirmasi ke 0813 8054 4843 : OTA#Nama#AlamatLengkap#Telp#jumlahtransfer#TanggalTransfer#JamTransfer

Tags:
loading...