Kesulitan Air Bersih Hingga Penyakit Kulit Menyerang Warga Bima

Fashion-Styles-for-Girls-Online

Sobat Nida, duka saudara  di Bima, Nusa Tenggara Barat merupakan duka kita juga. Belum lama sejak Aceh diguncang gempa, kini Kota dan sekitar Kabupaten Bima dilanda hujan deras yang menyebabkan banjir bandang.

Kerugian yang diakibatkan pun tidak sedikit, hampir satu triliun kerugian materi. Fasilitas kesehatan, pendidikan, jalan, jembatan, prasarana air minum, persampahan, pertanian, rumah penduduk, dan tempat usaha termasuk kerugian di dalamnya.

Sejumlah warga di pengungsian mulai diserang penyakit kulit dan cacar air. Tidak memandang usia, anak-anak hingga orang dewasa mulai mengalami gatal-gatal. Salah satu korbannya adalah Erpan, pengungsi Masjid Annur, Kelurahan Monggonao, Kota Bima.

Dirinya mengaku sudah mengalami gatal-gatal dan cacar air semenjak banjir bandang surut, Sabtu lalu. Selain dia, masih banyak yang terkena penyakit gatal-gatal dan cacat air. Termasuk, salah satu anaknya.

“Kami sangat membutuhkan bantuan obat-obatan dan petugas kesehatan,” ujar Erpan, seperti yang dilansir oleh Antara, Senin (26/12).

 

Baca juga: Dompet Dhuafa Respon Cepat Darurat Banjir Bandang di Bima

 

Tidak dapat dipungkiri bahwa pasca dilanda banjir, warga Kota Bima pun kesulitan air bersih karena listrik mati sehingga mesin pompa air tidak bisa berfungsi. Mau tidak mau waga terpaksa menggunakan air selokan untuk kebutuhan sehari-hari.

Banjir yang menerjang 5 kecamatan di daerah itu membuat warga terpaksa menggunakan air selokan untuk kebutuhan mandi dan mencuci pakaian serta perabotan rumah tangga. Mereka lebih memilih menggunakan air selokan karena air sisa dan air sumur di sekitar sudah tercampur lumpur.

Sementara untuk memasak dan minum, mereka lebih menggunakan air hujan yang ditampung saat mengungsi. Banyak warga yang tidak peduli bahwa menggunakan air kotor itu bisa menyebutkan penyakit. Warga tak ada pilihan keciali memanfaatkan air keruh.

Warga berharap bantuan-bantuan lainnya seperti persediaan air bersih segera disediakan, dan jaringan listrik yang sudah lama padam bisa dihidupkan kembali.

Saat ini kita masih bisa menggunakan air bersih untuk mandi, memasak, dan minum. Sobat Nida, kita harus banyak-banyak bersyukur dengan apa yang kita rasakan sekarang. Bayangkan bagaimana rasanya orang-orang dipengungsian yang tidak dapat air bersih, dan mau tidak mau lingkungannya membuat kulit gatal-gatal sampai cacar air.

Hani Dwi Putri

Yuk, Jadi ORANGTUA ASUH (OTA) Santri Penghafal Qur'an Askar Kauny! Donasi Rp 150.000,-/bulan. Dapat Majalah Ummi (free ongkir)

Transfer ke Bank Muamalat 335-000-9175 a.n. Yayasan Askar Kauny

Konfirmasi ke 0813 8054 4843 : OTA#Nama#AlamatLengkap#Telp#jumlahtransfer#TanggalTransfer#JamTransfer

Tags:
loading...