Kisah Kelahiran Nabi Isa Dalam Al-Quran

Fashion-Styles-for-Girls-Online

Nabi Isa adalah nabi penting dalam agama Islam dan merupakan salah satu nabi yang mendapat gelar Ulul Azmi (sebuah gelar khusus bagi golongan nabi pilihan yang mempunyai ketabahan luar biasa dalam menyebarkan ajaran tauhid). Berbeda dengan manusia lainnnya, Nabi Isa terlahir tanpa seorang Ayah. Dan ibunya, Maryam adalah seorang wanita suci dan shalihah.

Allah berfirman dalam surat Al-Imran ayat 59,

إِنَّ مَثَلَ عِيسَىٰ عِنْدَ اللَّهِ كَمَثَلِ آدَمَ ۖ خَلَقَهُ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ قَالَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ

“Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: "Jadilah" (seorang manusia), maka jadilah dia.”

Berita tentang kelahiran Nabi Isa menyebar perlahan. Satu per satu orang tahu, bahwa Maryam yang tidak bersuami melahirkan anak laki-laki. Saat hendak melahirkan putranya, Maryam menyendiri di ujung timur Masjid al-Aqsha. Sebagaimana firman Allah, “Maka Maryam mengandungnya, lalu ia menyisihkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh.” (Q.S. Maryam ayat:22)

Maryam menyepi dan menyendiri. Ia takut beredar fitnah tentang dirinya. Maryam pergi ke Betlehem. Saat sampai di sana ia berucap, “Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi barang yang tidak berarti, lagi dilupakan.” (Q.S. Maryam:23)

Ia berharap seandainya mati, karena beratnya keadaan. Lalu Allah menghibur Maryam dengan ayat ini, “Maka menyerunya dari tempat yang rendah: “Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu, maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu.” (Q.S. Maryam: 24-26)

Setelah merasakan ketenangan, Maryam pulang dan bertemu kaumnya. “Maka Maryam membawa anak itu kepada kaumnya dengan menggendongnya. Kaumnya berkata: “Hai Maryam, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang amat mungkar. Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina.” (Q.S. Maryam:27-28)

Orang-orang fasik langsung menuduh Maryam. Mereka mencerca Maryam dengan telah melakukan sesuatu yang sangat mungkar, yaitu perzinahan. Mereka bawa-bawa kedua orang tuanya yang baik-baik, agar Maryam semakin malu.

Lalu mereka menuduh Nabi Zakaria lah yang menzinainya. Tanpa pengadilan, mereka hakimi Zakaria dengan membunuhnya. Di antara mereka juga ada yang menuduh Yusuf an-Najjar, sepupu Maryam, adalah bapaknya Isa.

Maryam mengetahui jikalau anaknya mampu berbicara dan bersaksi. Ia pun mengatakan, “Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih di dalam ayunan?” (Q.S. Maryam ayat:29)

Isa memberikan jawaban dan persaksian, membantah tuduhan keji yang dilemparkan pada ibunya. Berkata Isa: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi,” (QS:Maryam | Ayat: 30).

Kalimat pertama dari lisan Isa menegaskan bahwa dia adalah hamba Allah, bukan anak Tuhan. Sekaligus juga membantah tuduhan kaumnya terhadap ibunya. Ia membantah orang yang mengatakannya anak Allah atau anak zina.

“Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup; dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali.” (Q.S. Maryam ayat:31-33).

Dalam Al-Qur’an Allah berfirman dalam surat Maryam ayat:34-35

ذَٰلِكَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ ۚ قَوْلَ الْحَقِّ الَّذِي فِيهِ يَمْتَرُونَ. مَا كَانَ لِلَّهِ أَنْ يَتَّخِذَ مِنْ وَلَدٍ ۖ سُبْحَانَهُ ۚ إِذَا قَضَىٰ أَمْرًا فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ

“Itulah Isa putera Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya. Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya: “Jadilah”, maka jadilah ia.”

Itulah riwayat lahirnya Nabi Isa alaihissalam yang terkandung dalam Al-Qur’an. Semoga dengan kita mengetahui riwayat Nabi Isa ini, semakin menambah wawasan kita tentang agama, ya Sobat Nida. (Cucu Rizka Alifah)

Sumber: Berbagai sumber
Ilustrasi: Google

 

Yuk, Jadi ORANGTUA ASUH (OTA) Santri Penghafal Qur'an Askar Kauny! Donasi Rp 150.000,-/bulan. Dapat Majalah Ummi (free ongkir)

Transfer ke Bank Muamalat 335-000-9175 a.n. Yayasan Askar Kauny

Konfirmasi ke 0813 8054 4843 : OTA#Nama#AlamatLengkap#Telp#jumlahtransfer#TanggalTransfer#JamTransfer

Tags:
loading...