Kita Masih Sering Salah Kaprah Soal Rezeki

Fashion-Styles-for-Girls-Online

Sobat Nida, indah rasanya jika rezeki yang Allah berikan tak kunjung henti. Namun, kita tahu setiap orang memiliki pola pikir yang berbeda-beda pun dengan definisi rezeki itu sendiri.

 

Sob, apakah uang adalah orientasi dari rezeki yang melimpah? Sungguh sedih rasanya jika orientasi kita sangat sempit pada lembaran  kertas dan tumpukan logam tersebut. Tidak munafik memang uang adalah rezeki yang kita inginkan. Namun, bukan berarti rezeki lain jadi tidak ada artinya.

 

Memang ada rezeki yang lebih indah dari banyaknya uang?

 

Saat musim hujan tiba beberapa dari kita mungkin akan mengeluh terutama jika hujan turun dengan derasnya sejak  subuh. Tak jarang kita jadi menggerutu hujan menghambat pekerjaan yang bermuara pada hambatan rezeki itu sendiri. Naudzubillah.

 

Pernah ada seorang  tukan koran pinggir jalan. Mata pencahariannya hanya bergantung  pada penghasilan korannya.  Namun, suatu hari hujan  turun dengan lebatnya dan tak ada tanda kapan berhentinya.  

 

Di sisi lain ada seorang pemuda yang mengamatinya, merasa iba pada tukang koran yang berada di pinggir warung sambil membaca Quran untuk menunggu hujan hentinya hujan. Ia berfikir jika hujan yang turun  akan menghambat si  tukang koran memperoleh penghasilnya. Pemuda tersebut menyambangi si tukang koran dan mengajaknya berbincang.

 

Pemuda tersebut bertanya mengenai susahnya hari tersebut bagi penjual koran untuk berjualan, lalu sang  penjual dengan mudah menjawab “Insha Allah rezeki sudah diatur oleh Allah”

Pemuda tersebut bertanya lagi jika hujan tak kunjung henti . sang penjual koran pun menjawab “berarti rezeki saya bukan jualan koran tetapi banyak berdoa. Karena ia ingat akan sabda Rasulullah bahwa saat yang mustajab untuk berdoa adalah ketika hujan, dan kesempatan doa itu adalah rezeki baginya.

Tak berhenti sampai disitu hal yang dikhawatirkan lagi muncul dalam benak pemuda. Jika sang penjual koran tak mendapat uang dan akhirnya tak bisa makan. Maka dengan mudah sang penjual koran menjawab  “ jika tak dapat uang berarti rezekinya untuk bersabar, jika tak bisa makan maka saat itu rezekinya puasa”

 

Sang pemuda masih bingung mengapa pikiran seorang tukang koran bisa sebegitu ikhasnya menghadapi  rezekinya. Dan saat ditanya kenapa  sang penjual koran hanya menjawab “ saya harus mensyukuri  rezeki apa saja yang Allah berikan. Maka walaupun tidak laku, tidak punya uang bahkan tidak bisa makan dan mengharuskannya berpuasa hal tersebut tidakakan membuatnya tersiksa kelaparan.

 

Sob,  kuncinya adalah syukuri dan berprasangka baik terhadap-NYA. Rezeki bukan melulu  menjadi indah karena uang. Namun, hidayah, sehat, puasa,  kesabaran, berdoa, beribadah dan hal baik lainnya adalah  rezeki yang indah dan harus kita sadari.

 

Bahwasannya rezeki kita pun telah diatur sebagaimana mestinya dariy ang Maha Pencipta.

 

Seperti yang disabdakan  Allah subhanahu wata’ala.

 

وَفِي السَّمَاءِ رِزْقُكُمْ وَمَا تُوعَدُونَ

فَوَرَبِّ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ إِنَّهُ لَحَقٌّ مِثْلَ مَا أَنَّكُمْ تَنْطِقُونَ

“Dan di langit ada (sebab-sebab) rizkimu, juga apa saja yang telah dijanjikan kepada kamu. Maka, demi Tuhan langit dan bumi, sesungguhnya yang dijanjikan itu adalah benar-benar (akan terjadi)  seperti  perkataan  yang  kamu  ucapkan.”  (Q.s. Adh-Dhâriyât; 22-23).

 

Ayat lain pun terdapatpenjelasan bahwa tiada makhluk ciptaan Allah yang luput dari  kedapatan rezeki.

 

وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۚ كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُبِينٍ

“Dan  tidak  ada  satupun  hewan  melata  di  muka  bumi  ini,  kecuali  rizkinya  telah ditetapkan oleh Allah. Dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh)” (Q.s. Hûd: 6).

 

Maka jangan khawatir ya Sob, jika rezeki materil atau uang tidak ada, karena mungkin Allah telah menyiapkan rezeki indah lainnya. Aamiin.

Semoga bermanfaat!

 

 

Referensi :d ari berbagai sumber

Foto illustrasi : google

Nurul Aprillianti 

 

 

Yuk, Jadi ORANGTUA ASUH (OTA) Santri Penghafal Qur'an Askar Kauny! Donasi Rp 150.000,-/bulan. Dapat Majalah Ummi (free ongkir)

Transfer ke Bank Muamalat 335-000-9175 a.n. Yayasan Askar Kauny

Konfirmasi ke 0813 8054 4843 : OTA#Nama#AlamatLengkap#Telp#jumlahtransfer#TanggalTransfer#JamTransfer

Tags:
loading...