Memaafkan Memang Butuh Proses, Jika Sukses Keuntungannya pun Besar

Fashion-Styles-for-Girls-Online

Sobat Nida, salah satu hal yang sulit dilakukan oleh seseorang adalah memaafkan orang-orang yang pernah menyakiti hatinya.

Terkadang, meskipun orang tersebut sudah meminta maaf, tidak serta merta membuat hati menjadi langsung memaafkan orang tersebut. Meskipun sedikit, ada aja yang masih ngeganjel di hati. Butuh proses yang sangat panjang agar hati itu benar-benar dapat mengikhlaskan. Sampai hati bena-benar ngerasa 'gue oke' disaat orang lain mungkin ngebahas masalah yang pernah menimpanya.

Wajar sih, karena memaafkan itu bukan berarti melupakan. Karena kenangan, baik pahit ataupun manis, bukanlah sesuatu yang bisa kita edit, copy, atau paste sesuka hati. Kalau udah kecetak seperti itu, ya akan begitulah seterusnya.

Itu sebabnya, dalam kehidupan sehari-hari atau dalam bermuamalah dengan sesama, kita harus memikirkan segala sesuatunya sebelum bertindak. Jangan sampai nih, apa yang kita lakukan ternyata melukai hati/perasaan orang lain. Apalagi kalau kita melakukannya terus-menerus dan tanpa sadar. Berapa banyak orang yang sudah kita sakiti coba? Padahal, kita harus berhati-hati lho sama orang yang sedang terdzalimi, karena do'a mereka makbul dan tanpa batas.

Dari Abu Hurairah berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tiga doa yang mustajab dan tidak ada keraguan di dalamnya, yaitu; doa orang yang terdzalimi, doa orang yang dalam perjalanan serta doa orang tua kepada anaknya." (HR Ahmad)

Bayangkan, jika setiap orang yang hatinya tersakiti oleh ucapan atau perbuatan kita lantas mendo'akan keburukan kepada kita? Mungkin nggak hidup kita bakal nggak tentram dan sering mendapatkan berbagai macam masalah? Mungkin banget!

Bisa jadi, masalah-masalah itu hadir sebagai wujud pengabulan do'a-do'a orang yang terdzalimi tersebut. Sehingga akhirnya Allah mengirimkan teguran karena perbuatan salah kita. Makanya kita harus hati-hati deh, apalagi sama yang namanya lisan. Kepleset dikit, bisa bikin hati orang tersayat-sayat. *Lebai amat sih, Nida!

Meskipun demikian, di dalam Islam kita juga dianjurkan untuk memaafkan. Bahkan, jika kita mampu memaafkan perbuatan jahat orang lain dan membalasnya dengan kebaikan, kita dijanjikan akan mendapatkan keuntungan yang besar.

Allah subhanahu wata'ala berfirman,

“Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar.” (QS. Fushilat: 34-35)

Keuntungan di sini bukan berarti berupa harta ya Sob. Keuntungan yang dimaksud tersebut maknanya luas. Mungkin Allah akan memberikannya di dunia,mungkin juga di akhirat. Atau bahkan Allah akan membalasnya di dunia dan akhirat.

Selain itu, dengan memaafkan orang lain, akan membuat kita termasuk ke dalam golongan orang-orang yang dicintai Allah.

Allah subhanahu wata'ala berfirman,

“(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS. Ali Imran: 134)

Maa Shaa Allah. Siapa sih yang nggak mau dicintai sama Allah? Sobat Nida pasti semuanya mau dong dicintai sama Allah?

Yuk, Sob kita belajar memaafkan kesalahan orang lain. Dan juga kita harus belajar untuk mengakui kesalahan dan tidak ragu untuk meminta maaf jika sudah berbuat salah.

Wallahua'lam bishawab

Yuk, Jadi ORANGTUA ASUH (OTA) Santri Penghafal Qur'an Askar Kauny! Donasi Rp 150.000,-/bulan. Dapat Majalah Ummi (free ongkir)

Transfer ke Bank Muamalat 335-000-9175 a.n. Yayasan Askar Kauny

Konfirmasi ke 0813 8054 4843 : OTA#Nama#AlamatLengkap#Telp#jumlahtransfer#TanggalTransfer#JamTransfer

Tags:
loading...