Mengapa Babi Diciptakan Namun Diharamkan dan Dijadikan Najis

Fashion-Styles-for-Girls-Online

Mungkin Sobat Nida sudah mengetahui bahwa hewan ini merupakan hewan yang paling kotor dan haram jika dimakan. Hewan tersebut ialah babi. Lalu, pernahkah Sobat Nida berpikir, mengapa Allah menciptakan babi tetapi malah menjadikan hewan tersebut haram dan najis? Apakah Allah mempunyai alasan khusus?

Seperti yang kita ketahui bahwa Al-Quran dengan tegas menyatakan haramnya daging babi. Bahkan, haramnya babi disebutkan sebanyak empat kali, yakni di Surat Al Baqarah ayat 173, Surat Al Maidah ayat 3, surat Al An’am ayat 145, dan surat An Nahl ayat 115.

Allah Ta’ala berfirman,

لَا يُسْأَلُ عَمَّا يَفْعَلُ وَهُمْ يُسْأَلُونَ

Allah tidak ditanya tentang apa yang diperbuat-Nya dan merekalah yang akan ditanyai.” (QS. Al-Anbiya’: 23)

Ayat di atas menerangkan bahwa setiap umat Muslim tidak harus mengetahui hikmah dari apa yang dilakukan oleh Allah Ta’ala, termasuk menciptakan babi. Manusia hanya punya kewajiban untuk membenarkan dan beriman, karena Allah yang lebih mengetahui mana yang terbaik untuk hamba-Nya daripada diri kita sendiri. Allah tidak mungkin melarang dan menjauhkan kita dari sesuatu kecuali mengandung mudarat atau bahaya. Begitu pula, Allah tidak mungkin memerintahkan dan mendekatkan kita pada sesuatu kecuali ada kebaikan di dalamnya.

Berikut tiga hikmah Allah menciptakan babi:

1. Menguji Manusia

Allah Ta’ala berfirman,

Dialah (Allah) yang menciptakan mati dan hidup untuk menguji kalian siapakah di antara kalian yang paling banyak amalnya.” (QS Al-Mulk ayat 2)

Ayat di atas menjelaskan bahwa Allah terkadang menciptakan sesuatu sebagai bahan ujian bagi manusia, apakah akan patuh atau melanggarnya, seperti memakan babi. Manusia yang memakannya, maka ia tidak lulus dalam ujian itu. Sementara manusia yang berpegang teguh dengan tidak memakannya, maka ia lulus dalam ujian itu.

2. Tidak Mengikuti Tabiatnya

Babi terkenal sebagai hewan yang malas, rakus, dan jorok. Diciptakannya babi selayaknya dapat mengingatkan manusia agar tidak mengikuti tabiat hewan tersebut.

Allah Ta’ala menggunakan babi sebagai lambang keburukan. Bahkan, ada kaum terdahulu yang dikutuk menjadi babi karena perbuatan buruknya. Allah berfirman,

قُلْ هَلْ أُنَبِّئُكُمْ بِشَرٍّ مِنْ ذَلِكَ مَثُوبَةً عِنْدَ اللَّهِ مَنْ لَعَنَهُ اللَّهُ وَغَضِبَ عَلَيْهِ وَجَعَلَ مِنْهُمُ الْقِرَدَةَ وَالْخَنَازِيرَ وَعَبَدَ الطَّاغُوتَ أُولَئِكَ شَرٌّ مَكَانًا وَأَضَلُّ عَنْ سَوَاءِ السَّبِيلِ

Katakanlah (Muhammad), "Apakah aku akan beritakan kepadamu tentang orang yang lebih buruk pembalasannya dari (orang fasik) di sisi Allah? Yaitu, orang yang dilaknat dan dimurkai Allah, di antara mereka (ada) yang dijadikan kera dan babi dan (orang yang) menyembah thaghut." Mereka itu lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus.” (QS. Al Maidah: 60).

3. Manusia sebagai Khalifatullah

Manusia merupakan khalifatullah fil ardh yang bertugas memakmurkan bumi. Banyak hewan yang dikira tidak memiliki manfaat ternyata membuat manusia menjadi lebih kreatif dan berkembang secara intelektual, termasuk babi. Dengan adanya babi, manusia bisa mengetahui berbagai penyakit yang ada di hewan itu dan tertantang untuk meneliti obatnya. Seperti kita ketahui bahwa babi mengandung cacing pita dan virus flu babi (swine influenza) yang kini sudah ada obatnya.

Sobat Nida, itulah beberapa alasan dan hikmah mengapa Allah menciptakan babi di dunia ini. Semoga kita bisa menghindari tabiat-tabiat buruk yang ada pada babi dan dapat menjadi khalifatullah fil ardh untuk memakmurkan bumi. Aamiin. (Dina Nazhifah)

Sumber: kabarmakkah(dot)com, tarbiyah(dot)net, rumaysho(dot)com
Ilustrasi: Google

Yuk, Jadi ORANGTUA ASUH (OTA) Santri Penghafal Qur'an Askar Kauny! Donasi Rp 150.000,-/bulan. Dapat Majalah Ummi (free ongkir)

Transfer ke Bank Muamalat 335-000-9175 a.n. Yayasan Askar Kauny

Konfirmasi ke 0813 8054 4843 : OTA#Nama#AlamatLengkap#Telp#jumlahtransfer#TanggalTransfer#JamTransfer

Tags:
loading...