Mengapa Banyak Gedung Tidak Ada Lantai 4 nya?

Fashion-Styles-for-Girls-Online

Sobat Nida, pernah melihat atau mungkin sering menjumpai  lantai pada lift di sebuah gedung tidak ada angka 4 atau yang berdasar angka 4 seperti 14, 24, 34 dan seterusnya?  Merasa bingung dan bertanya- tanya Sob?

Tentu hal tersebut memiliki penjelasannya Sob.

 

Dilansir dari hipwee(dot)com, hilangnya angka 4 karena kepercayaan masyarakat Cina atau Tiongkok pada fengshui atau biasa disebut dengan peruntungan orang Cina.  Menurut mereka  Angka 4 itu kakinya satu misalnya. jika dipikir menggunakan logika itu bukanlah hal yang seimbang. Dengan ‘bentuk tubuh’ begitu, hanya berdiri kaki tunggal, dia sangat rentan untuk menopang ‘tubuh’nya sendiri. Lalu, angka empat memiliki model seperti kursi terbalik. Sehingga angka ini pun dinilai tidak bagus untuk kedudukan dan jabatan, karena diprediksi  bisa menyebabkan jabatan yang dimiliki akan turun atau jatuh.

 

Pembahasan lain menyebutkan  pada pelafalan bahasa Cina, angka 4 dibaca shi yang  jika diartikan bisa bermakna mati. Beda lagi dengan pelafalan bahasa Jepang, empat justru bermakna kesedihan. Hal yang dianggap sama-sama memiliki arti buruk inilah  angka empat dianggap tabu untuk digunakan karena disinyalir nggak membawa keberuntungan.

 

Tak ayal kejadian buruk atau kecelakan yang berhubungan dengan kamar atau pun lantai 4 yang terjadi di berbagai gedung seperti kecelakaan mobil boxyang terjun langsung darilantai 4 pasar Cipulir Jakarta dan lainnya memperkuatadanya kepercayaan pada angka sial tersebut.

 

Tiadanya angka 4 pada bangunan juga menjadi antisipasi tersendiri bagi para pemiliki bangunan ataupun perusahaan. Tetraphobia ialah rasa takut terhadap angka 4 yang dialami oleh seseorang. Dimana fobia  lebih dari sekadar ketidaknyamanan ringan. Karena gejala fobia ini bisa berupa mual, muntah, kesulitan bernafas, denyut jantung sangat cepat, berkeringat, dan perasaan panik berlebihan.

 

Terlepas dari pemilik fobia pada angka 4 mari kita melihat dari kacamata islam. Apakah islam memperbolehkan percaya pada angka 4 ini sebagai angka sial?  Berikut penjelasannya Nida dilansir dari muslimah(dot)or(dot)id.

 

Hal tersebut adalah termasuk kesyirikan yang merupakan bentuk tathoyyur. Secara istilah Thatoyyur diartikan menanggap adanya kesialan karena adanya sesuatu (An Nihayah Ibnul Atsir 3/152, Al Qoulul Mufid Ibnu Utsaimin, 2/77. Lihat majalah Al-Furqon, Gresik). Tathoyyur atau thiyaroh secara bahasa diambil dari kata thair (burung). Hal ini dikarenakan tathoyyur merupakan kebiasaan mengundi nasib dengan menerbangkan burung; jika sang burung terbang ke kanan, maka diartikan bernasib baik atau sebaliknya jika terbang ke kiri maka berarti bernasib buruk.

 

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

 

أَلا إِنَّمَا طَائِرُهُمْ عِندَ اللّهُ وَلَـكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لاَ يَعْلَمُونَ

 

Artinya, “Ketahuilah, sesungguhnya kesialan mereka itu adalah ketetapan dari Allah, akan tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.” (QS. Al A’raaf [7]:131)

 

Syaikh Abdurrahman berkata, “Ibnu Abbas rodhiyallahu ‘anhu berkata, ‘Kesialan mereka, yaitu ‘Apa yang ditakdirkan kepada mereka.’ Dalam suatu riwayat, ‘Kesialan mereka adalah di sisi Allah dan dari-Nya.’ maksudnya kesialan mereka adalah dari Allah disebabkan kekafiran dan keingkaran mereka terhadap ayat-Nya dan rasul-rasul-Nya.” (Fathul Majid).

 

sesungguhnya tathoyyur adalah perbuatan yang dapat merusak tauhid karena ia termasuk kesyirikan. Terdapat riwayat dari Ibnu Mas’ud rodhiallahu ‘anhu secara marfu’,

 

الطِّيَرَةُ شِرْكٌ، الطِّيَرَةُ شِرْكٌ، وماَ مِنَّا إلاَّ، وَلَكِنَّ اللّهض يُذْهِبُهُ بِالتَّوَكُّلِ

 

“Tathoyyur adalah kesyirikan, tathoyyur adalah kesyirikan, dan tidak ada seorang pun dari kita kecuali (telah terjadi dalam dirinya sesuatu dari hal itu), akan tetapi Allah menghilangkannya dengan tawakal.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi dan ia menyatakan shahih dan menjadikan perkataan terakhir adalah dari perkataan Ibnu Mas’ud. Lihat Fathul Majid)

Maka jika muncul rasa was-was dalam hati seseorang karena mendengar atau melihat sesuatu yang itu merupakan tathoyyur, maka hendaklah ia mengucapkan,

 

اللّهُمَّ لاَ يَأْتِي بِااْحَسَنَاتِ إلاَّ أَنْتَ وَلاَ يَدْفَعُ السَّيِّآتِ إلاَّ أنْتَ وَلاَ حَوْلَ وَ لاَ قُوَّةَ إلاَّ بشكَ

 

“Ya Allah, tidak ada yang mendatangkan kebaikan kecuali Engkau, dan tidak ada yang menolak keburukan kecuali Engkau, dan tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Engkau.” (HR. Abu Daud dengan sanad shahih)

 

Semooga kita termasuk orang-orang yang dilindungi oleh Allah subhanahuwata’ala. Aamiin.

 

Referensi : dari berbagai sumber

Foto ilustrasi : google

Nurul Aprillianti

 

 

Yuk, Jadi ORANGTUA ASUH (OTA) Santri Penghafal Qur'an Askar Kauny! Donasi Rp 150.000,-/bulan. Dapat Majalah Ummi (free ongkir)

Transfer ke Bank Muamalat 335-000-9175 a.n. Yayasan Askar Kauny

Konfirmasi ke 0813 8054 4843 : OTA#Nama#AlamatLengkap#Telp#jumlahtransfer#TanggalTransfer#JamTransfer

Tags:
loading...