Mengapa Harus Berbakti Kepada Orangtua?

Fashion-Styles-for-Girls-Online

Sobat Nida, berbuat baik atau berbakti kepada orangtua merupakan sebuah kewajiban bagi setiap muslim. Apalagi bagi laki-laki, tanggungjawabnya terhadap orangtua adalah seumur hidup. Karena bagi seorang wanita yang sudah menikah, baktinya berpindah kepada suaminya. Tapi anak perempuan tetap tidak boleh menutup mata juga ketika orangtua benar-benar membutuhkannya.

Ibu merupakan orang terpenting dan utama yang harus didengarkan baik-baik nasihatnya. Selama masih dalam koridor kebaikan, tidak ada salahnya mendengatrkan dan melaksanakan apa yang Ibunya inginkan. Karena Ibu merupakan sosok mulia yang bahkan Rasulullah menyebutnya hingga tiga kali.

Dari Abu Hurairah bercerita, seorang laki-laki berkata; 'Ya Rasulullah, siapakah orang yang paling berhak dengan kebaktianku? Beliau menjawab: 'Ibumu, lalu Ibumu, lalu Ibumu, kemudian bapakmu, kemudian orang yang terdekat denganmu dan seterusnya.' (HR Muslim No 4622)

Tapi nih Sob. Jaman sekarang, ada aja anak yang tega menelantarkan orangtuanya yang sudah berusia lanjut. Boro-boro ngerawat mereka dengan baik sebagaimana kita dirawat selagi masih kecil, ada bahkan yang lebih memilih meninggalkan orangtuanya yang sudah pikun di pinggir jalan, bahkan mengirimkan orangtuanya ke panti jompo. Seolah pengorbanan yang telah orangtua lakukan selama ini hanyalah angin lalu. Tidak ada yang perlu dipedulikan lagi setelah dirinya dewasa dan mampu mencukupi kebutuhan hidupnya sendiri.

Ada juga kasus-kasus baru yang bermunculan. Dimana anak menuntut orangtuanya karena sejumlah uang tertentu. Seakan harta lebih berharga dibandingkan orangtua kandungnya.

Duh, kalau nemu orang yang begini, pingin banget Nida bilang: "Eh, elu ada di dunia juga karena orangtua elu!"

Padahal, berbakti kepada orang tua yang sudah lanjut usia merupakan kewajiban yang Rasulullah ajarkan. Mengingkarinya, dapat memasukkan pelakunya ke dalam golongan orang yang celaka!

Dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: "Dia celaka! Dia celaka! Dia celaka!" lalu beliau ditanya; "Siapakah yang celaka, ya Rasulullah?" Jawab Nabi shallallahu 'alaihi wasallam: "Barang Siapa yang mendapati kedua orang tuanya (dalam usia lanjut), atau salah satu dari keduanya, tetapi dia tidak berusaha masuk surga (dengan berusaha berbakti kepadanya dengan sebaik-baiknya)." (HR Muslim No 4627)

Di dalam hadits lain juga disebutkan bahwa perbuatan durhaka terhadap orangtua merupakan salah satu perbuatan yang diharamkan. Itu artinya tidak boleh dilakukan kepada orangtua kita.

Dari Al Mughirah bin Syu'bah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam beliau bersabda: "Sesungguhnya Allah mengharamkan atas kalian durhaka kepada kedua orang tua, tidak suka memberi namun suka meminta-minta dan mengubur anak perempuan hidup-hidup. Dan membenci atas kalian tiga perkara, yaitu; suka desas-desus, banyak bertanya dan menyia-nyiakan harta." (HR Bukhari No 5518)

Orangtua kita nggak sempurna? Iyalah pasti. Ada sebagian dari kita yang dilahirkan dari keluarga atau orangtua yang riwayatnya baik-baik saja. Baik dari sisi ekonomi, pendidikan, akhlak, dan lainnya. Ada juga sebagiannya lagi yang lahir dari orangtua yang bisa dikatakan mungkin cukup bermasalah. Entah miskin, tidak berpendidikan, dan lainnya. Tapi itu semua tidak akan merubah apapun. Kewajiban seorang anak untuk berbakti kepada orangtuanya harus tetap dilaksanakan. Sebab orangtua, selamanya orangtua kita.

Semoga kita termasuk ke dalam golongan orang-orang yang berbakti kepada kedua orangtua ya Sob.

Yuk, Jadi ORANGTUA ASUH (OTA) Santri Penghafal Qur'an Askar Kauny! Donasi Rp 150.000,-/bulan. Dapat Majalah Ummi (free ongkir)

Transfer ke Bank Muamalat 335-000-9175 a.n. Yayasan Askar Kauny

Konfirmasi ke 0813 8054 4843 : OTA#Nama#AlamatLengkap#Telp#jumlahtransfer#TanggalTransfer#JamTransfer

Tags:
loading...