Mengenal Sosok Abu Hurairah, Sang Rujukan Hadits

Fashion-Styles-for-Girls-Online

Sobat Nida, siapa yang tidak mengenal sosok sahabat Nabi yang satu ini. Ia adalah Abu Hurairah. Beliau adalah salah satu sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits, yaitu 5374 hadits. Apakah Sahabat Ummi ingin mengenal lebih dekat sosok Abu Hurairah? Mari, disimak!.

Memiliki nama lengkap Abdurrahman bin Shakhr ad-Dausi, beliau dijuluki “Abu Hurairah” oleh Rasulullah, sebab Abdurrahman seringkali menggendong kucing kecilnya kesana kemari. Beliau juga pernah meriwayatkan hadits tentang seorang wanita yang masuk neraka karena kucing.

Abdurrahman bin Abu Labibah memberikan sifat khusus bagi Abu Hurairah. Ia berkulit sawo matang, bahu dan pundaknya cukup lebar, rambutnya dikepang dan dibelah dua, dan gigi serinya renggang.

Muhammad bin Sirin memberikan ciri khusus, bahwa Abu Hurairah adalah seorang yang berkulit putih, halus, lembut dan tidak kasar. Dia mengecat jenggotnya dengan hanna’ atau pohon pacar dan berpakaian dengan kain katun.

Ia lahir di daerah Ad Daus Yaman, daerah yang mulanya selalu menentang risalah Nabi Muhammad, sampai datanglah seorang sahabat bernama Thufail bin Amru Ad Dausi.

Thufail bin ‘Amru Ad Dausi yang mendakwahkan Islam kepada kaum Ad Daus, namun tidak ada dari kota Ad Daus yang menerima Islam kecuali satu orang, yaitu Abu Hurairah

Abu Hurairah mulai hidup dengan Rasulullah di Madinah pada tahun 7 Hijriah seusai perang Khaibar.

Beliau yang merupakan tamu baru di kota Madinah, dikenal pada saat itu sebagai sahabat yang sangat miskin. Keputusan ia berhijrah dari Yaman ke Madinah membuatnya kehilangan harta yang ia miliki di Yaman. Namun, kaum muslimin saat itu telah menyediakan tempat untuk tamu Allah yang tidak mempunyai harta dan keluarga. Mereka akan di tempatkan di masjid, seraya belajar Islam bersama Rasulullah.

Suatu hari, Rasulullah mendoakan Abu Hurairah agar memiliki hafalan kuat. Menurut Abu Hurairah, sejak saat itu ia tak pernah lupa sesuatu yang didengar dari Rasulullah.

Layaknya Ahlu as-Shuffah atau para sahabat yang hidup di beranda masjid, Abu Hurairah dikenal sebagai orang yang zuhud dan ahli ibadah. Beliau sering memilih untuk terus menuntut ilmu sambil mengikat batu di perutnya sebagai pengganjal rasa lapar.

Abu Hurairah adalah hamba Allah yang selalu mendirikan shalat berjamaah bersama istri dan anak perempuannya. Ia berdoa kepada Allah pada sepertiga malam. Tidak satu jam pun malam berlalu di rumah Abu Hurairah tanpa doa.

Beliau wafat pada umur 78 tahun di Madinah. Menjelang kematian, Abu Hurairah tampak menangis. Lalu, orang-orang di sekitarnya bertanya apakah alasan ia menangis karena takut mati. Ia menjawab, “Tidak, saya menangis karena saya tahu akan menghadapi perjalanan yang sangat jauh, namun perbekalan saya sangatlah sedikit.”

Sobat Nida, Abu Hurairah bisa menjadi sosok teladan bagi kita semua. Bahwasanya kita bisa belajar dari semangatnya dalam menuntut ilmu, kesabarannya saat kehilangan harta, dan ketekunan ia dalam ibadah. (Dina Nazhifah)

Sumber: Muslim(dot)or(dot)id
Ilustrasi: Google

 

 

Yuk, Jadi ORANGTUA ASUH (OTA) Santri Penghafal Qur'an Askar Kauny! Donasi Rp 150.000,-/bulan. Dapat Majalah Ummi (free ongkir)

Transfer ke Bank Muamalat 335-000-9175 a.n. Yayasan Askar Kauny

Konfirmasi ke 0813 8054 4843 : OTA#Nama#AlamatLengkap#Telp#jumlahtransfer#TanggalTransfer#JamTransfer

Tags:
loading...