Menjemput Pasangan Melalui Biro Jodoh

Fashion-Styles-for-Girls-Online

Sobat Nida, amankah mencari suami atau istri melalui biro jodoh? Banyak orang melekatkan citra negatif para mereka yang bergabung dengan biro jodoh. Padahal kini layanan biro jodoh makin berkembang, bukan hanya mempertemukan dua orang yang hendak menikah namun juga menyediakan konsultasi psikologis dan kepribadian diri. Pilihannya pun makin beragam, dari biro jodoh Islami, umum, lokal dan internasional, onlinemaupun offline.

Cakupan peserta biro jodoh juga tidak lagi didominasi usia lambat menikah, namun juga anak muda berumur 20-25 tahun. Sebagian mengaku memiliki karakter introvert (tertutup) sehingga sulit bertemu jodoh, lainnya merasa jenuh karena berkali-kali kandas dalam menjalin hubungan. Banyak pula duda atau janda yang ingin memulai hidup baru, laki-laki yang mencari istri kedua, atau yang sengaja bergabung demi menemukan pasangan berkewarganegaraan asing.

 

Tabu, Penipu, dan Hadiah

Ratnawati Utami, guru di Yogyakarta, mengaku sudah 5 tahun bergabung di berbagai biro jodoh online (dating site). Twoo, Badoo, Indonesian Cupid, Muslima, Single Muslim dan Setipe merupakan beberapa situs perjodohan yang sudah dicobanya. Banyak pengalaman yang ia dapat, mulai dari bertemu orang yang mengajak chat tiap hari, bule yang mencari pacar sesaat karena hendak berkunjung ke Indonesia, penipu yang menguras kantong (scammer), predator seksual (exhibitionist), hingga lelaki baik yang memang berniat mencari pasangan hidup.

Berkaca dari pengalamannya, perempuan yang biasa dipanggil Amy ini menyatakan ada beberapa hal yang perlu disiapkan jika ingin mencari jodoh melalui dating site. Salah satunya, mesti siap ditanya mengenai seks, meskipun baru satu atau dua kali berbincang. Topik ini memang tabu di Indonesia, namun menjadi hal biasa di luar negeri. Menurutnya, yang penting tenang dan berkepala dingin, jika ada yang ‘kurang ajar’ tinggal diblok saja.

“Hati-hati dengan scammers. Mereka biasanya satu tim, berkulit hitam dan berasal dari Afrika Barat atau Nigeria. Mereka profesional, pandai bicara, bahkan tahu teknik menghipnotis lewat suara. Banyak korban yang tertipu habis-habisan dan nggak cuma orang Indonesia, tapi juga Amerika, Eropa, dan Australia. Salah satu cara menghindarinya, dengan melakukan live video call,” ucap Amy seraya menambahkan bahwa scammer biasanya memasang profil bule ganteng untuk menjerat mangsa.

Hal lain yang perlu disiapkan, kata Amy, menyikapi semua tawaran pertemanan dengan tenang, ramah, jujur—namun jangan mengumbar semua informasi, dan jangan matre. Tentu boleh-boleh saja mencari sosok pendamping mapan, tapi tidak etis jika pembicaraan melulu seputar uang. Dari beberapa hubungan, Amy menemukan lelaki Muslim baik dan serius ingin menikah, tak segan memberi hadiah serta mengirimkan uang, sayangnya belum ada yang berakhir di pelaminan.

           

Media Taaruf

Ada pula biro jodoh muslim bernama Rumah Ta’aruf myQur’an. “Saya lebih nyaman dengan istilah ‘media taaruf’ ketimbang biro jodoh, karena aktivitas utama kami bukan menjodohkan tapi ‘menaarufkan’. Jodoh adalah urusan Allah, tugas kami sebatas mediator atau perantara taaruf,” ujar Tri Wahyu Nugroho, pengelola website Rumah Ta’aruf myQur’an.

Proses taaruf yang difasilitasi lembaga ini mencakup pengisian biodata lengkap dengan melampirkan foto, termasuk pernyataan izin menikah dari wali untuk lajang perempuan dan sertifikat cerai bagi janda/duda. Lalu, berdasarkan kriteria masing-masing, mediator akan menukarkan biodata calon pasangan. Jika kedua pihak sepakat melanjutkan, maka proses berikutnya adalah taaruf online melalui email, lanjut taaruf offline atau pertemuan langsung, taaruf keluarga, kemudian penentuan khitbah/lamaran dan tanggal pernikahan. Dalam menjalani semua proses tersebut, para anggota akan didampingi mediator.

Dua tahun berdiri, media taaruf ini sudah memiliki anggota laki-laki sebanyak 770 orang dan perempuan 1.960 orang. Karena membludaknya peminat, pertengahan November lalu pendaftaran anggota ditutup sementara. Hingga saat itu ada 1.200 pasangan yang sedang taaruf online, 229 pasangan taaruf offline, 55 pasangan yang sudah menikah, serta 4 pasangan yang sudah khitbah dan tinggal menunggu hari pernikahan.

Aini Firdaus

 

Sumber: Majalah Ummi, Ragam 12-XXVIII Desember 2016

 Foto ilustrasi : Google

Yuk, Jadi ORANGTUA ASUH (OTA) Santri Penghafal Qur'an Askar Kauny! Donasi Rp 150.000,-/bulan. Dapat Majalah Ummi (free ongkir)

Transfer ke Bank Muamalat 335-000-9175 a.n. Yayasan Askar Kauny

Konfirmasi ke 0813 8054 4843 : OTA#Nama#AlamatLengkap#Telp#jumlahtransfer#TanggalTransfer#JamTransfer

Tags:
loading...