Menolong Untuk Melupakan

Fashion-Styles-for-Girls-Online

Aku bertemu dengan seorang teman lama dari masa SMA, Rama,  di Bandung. Ya, sudah beberapa bulan kami tak bertemu. Karena kesibukan masing-masing dan jadwal yang tak pernah matching, empat sampai lima teman satu geng ketika Rohis di SMA hampir tak pernah berkumpul semua. Biarpun laki-laki, kami tak canggung untuk sekedar makan nasi goreng bersama, lalu ngobrol soal mimpi plus sekalian sharing ke sana kemari.

Sebelum kembali ke kosannya di Buah Batu, Rama sengaja datang ke Cileunyi untuk sekedar ngobrol bareng. Lalu kami sampai pada obrolan saat aku masih nganggur dan belum bergabung di Annida. Aku bercerita tentang teman di lingkaran rohis SMA, sebut saja namanya Ismail, yang tiba-tiba datang begitu saja ke rumah dan menawarkan diri untuk meminjamkan netbooknya.

"Iya, itu netbooknya si Leni kan. Tadinya aku yang mau beli. Tapi jadinya si Ismail yang beli karena memang mau minjemin buat kamu, Gung." ujar Rama.

Degh!

Setelah lebih dari dua tahun berkarya di Annida dan setahun lalu mengembalikan netbooknya yang selesai dipinjam, aku baru tahu kalau netbook itu ternyata sengaja dibeli dari teman untuk dipinjamkan padaku. Dulu dengan polosnya aku mengira ya Ismail meminjamkan netbooknya karena kebetulan dia punya lebih. Tak terpikirkan kalau dia sengaja beli netbook itu hanya untuk kemudian dipinjamkan padaku yang masih nganggur.

Aku surprise mendengar cerita Rama. Karena belum lama juga aku menjenguk Ismail yang kecelakaan motor, lalu kami pun ngobrol ngalur ngidul sembari makan sekoteng bareng. Jika bertemu dan ngobrol, Aku dan Ismail sudah tak pernah membahas netbook itu. Seolah dia tak pernah membantuku sama sekali. Seolah dia lupa pernah menolongku di saat sulit dan bingung menghadapi jalan keluar. Dia pernah menolong untuk kemudian melupakan begitu saja. Tak peduli apakah seseorang yang ditolong itu akan membalas kebaikannya atau tidak. Tak masalah saat ternyata dia sakit, teman yang pernah ditolongnya itu hanya datang menjenguk tanpa buah tangan lalu ngajak makan sekoteng bareng. Hehehe.

Aku pribadi sering kesal pada orang yang sudah dibantu tapi nggak tahu diri, misalnya enggan berterima kasih atau malah tak bisa membantu balik. Ya etis dong kalau kita bantu teman yang lagi susah, terus dia juga bantu pas giliran kita lagi susah? Paling nggak kalau lagi posisi jadi orang yang ditolong, aku paham cara berterima kasih.

Namun jika kita ada di posisi sebaliknya, pepatah bijak ini sungguh indah sekali, Kawan. Ketika kita diberi kesempatan oleh Allah untuk melakuan kebaikan dan menolong orang lain, maka segeralah lupakan kebaikan atau pertolongan kita itu. Tak perlu berharap orang yang ditolong mengucapkan terima kasih atau akan bantu kita di kemudian hari, cukup Allah saja yang akan membalas kebaikan kita kelak.

“Allah senantiasa menolong seorang hamba selama hamba itu menolong saudaranya”. (HR Muslim)

 

Foto: google

Agung Dodo Iswanto

Redaktur Pelaksana Annida yang freak banget dengan dunia kreatif aka creative wannabe. Lulusan SMAN Rancaekek ini sukses jadi juara pertama Netizen Journalism Indonesia Creative Power Kemenparekraf 2013. Selain membaca dan menulis, anggota madya FLP Jakarta ini juga demen backpacker dan melakukan riset serta pengembangan produk kreatif. Hobinya adalah sharing dan kolaborasi kreatif.Oya, dia juga tercatat sebagai member laki-laki pertama hijab @nalacity. Bukan buat jualan jilbab ke akhwat-akhwat, tapi ngajak ikhwan dan semua lelaki yang peduli pada ibu, istri dan saudara perempuannya, untuk menjadikan hijab sebagai hadiah terbaik dari seorang muslim pada muslimah. ^_^  

Fb : Agung D. Iswanto 

Twitter : @agungdodoiswant  

Blog : agungdodoiswanto.tumblr.com

Yuk, Jadi ORANGTUA ASUH (OTA) Santri Penghafal Qur'an Askar Kauny! Donasi Rp 150.000,-/bulan. Dapat Majalah Ummi (free ongkir)

Transfer ke Bank Muamalat 335-000-9175 a.n. Yayasan Askar Kauny

Konfirmasi ke 0813 8054 4843 : OTA#Nama#AlamatLengkap#Telp#jumlahtransfer#TanggalTransfer#JamTransfer

Tags:
loading...