Mitos Gerhana Bulan di Berbagai Negara dan Jawaban Islam tentang Gerhana

Fashion-Styles-for-Girls-Online

Sobat Nida, pernah dengar berbagai mitos tentang gerhana bulan dari berbagai negara di dunia? Sungguh menarik memang, tapi kita perlu tahu bagaimana sebenarnya penjelasan Islam mengenai fenomena gerhana bulan dan matahari.

1. Mitos dari Afrik
Dalam mitos itu diyakini bahwa matahari dan bulan bertempur selama gerhana dan orang-orang mendorong mereka untuk berhenti.

2. Mitos dari Cina
Orang-orang Tiongkok percaya bahwa seekor naga raksasa tengah menelan bulan pada saat gerhana. Untuk menakuti-nakuti sang naga, orang dewasa akan membunyikan petasan untuk mengusir naga tersebut.

3. Mitos dari Mesopotamia
Dalam budaya Mesopotamia, orang-orang memandang gerhana bulan sebagai serangan terhadap raja mereka. Untuk mengantisipasi gerhana, mereka akan memasang seorang raja pengganti yang akan menanggung risiko serangan apa pun. Sementara itu, raja yang sebenarnya berpura-pura menjadi seorang warga biasa.

4. Mitos dari Bali
Di Indonesia, tepatnya di Bali, pada saat gerhana, dipercaya bahwa matahari atau bulan tengah dimakan raksasa (batarakala) yang tengah marah. Begitu pula di beberapa daerah di Jawa hingga kini.

Jawaban Islam tentang gerhana bulan dan matahari:

"Sesungguhnya matahari dan bulan adalah salah satu di antara tanda-tanda kebesaran Allah. Keduanya tidak mengalami gerhana karena kematian seseorang maupun lahirnya seseorang. Akan tetapi, dengan gerhana itu, Allah menginginkan hamba-hamba-Nya bertakwa." (HR. Bukhari, Muslim)

Hadits tersebut ada berdasarkan pada kisah kematian anak Nabi Muhammad SAW bernama Ibrahim. Kematian Ibrahim diiringi dengan peristiwa gerhana matahari dan para sahabat mengira bahwa fenomena tersebut disebabkan oleh kematian Ibrahim. Oleh karena itu, Rasulullah pun bersabda melalui hadits tersebut.

”Di masa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam pernah terjadi gerhana matahari ketika hari kematian Ibrahim. Kemudian orang-orang mengatakan bahwa munculnya gerhana ini karena kematian Ibrahim. Lantas Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, ‘Sesungguhnya gerhana matahari dan bulan tidak terjadi karena kematian atau lahirnya seseorang. Jika kalian melihat gerhana tersebut, maka shalat dan berdo’alah.’” (HR. Bukhari no. 1043)

So... begitulah Sob, kita dianjurkan untuk melaksanakan shalat dan berdoa ketika terjadi gerhana baik bulan maupun matahari. 

Semoga artikel singkat ini bermanfaat.

Yuk, Jadi ORANGTUA ASUH (OTA) Santri Penghafal Qur'an Askar Kauny! Donasi Rp 150.000,-/bulan. Dapat Majalah Ummi (free ongkir)

Transfer ke Bank Muamalat 335-000-9175 a.n. Yayasan Askar Kauny

Konfirmasi ke 0813 8054 4843 : OTA#Nama#AlamatLengkap#Telp#jumlahtransfer#TanggalTransfer#JamTransfer

Tags:
loading...