PERCAYA NAGA

Fashion-Styles-for-Girls-Online

Penulis: Agung Dodo Iswanto




Ada yang kenal dengan Rupert Grint? Bagiku dia seorang aktor yang idealis, aktingnya yang kadang konyol sebagai Weasley sahabat dekat Harry Potter itu dilakukannya dengan total. Menurutku dia juga agresif dan penuh tekad. Buat para wanita pasti tampannya itu tak terlewatkan. Rahasianya karena dia lahir di tahun Naga. Dan aku juga punya teman yang mempunyai kepribadian yang sama dengan Rupert Grint dan dilahirkan di hari yang sama, namanya Naga.

Buatku Naga punya segalanya untuk jadi orang sukses. Dia idealis, total dan penuh semangat. Aku yang lahir di tahun Macan benar-benar dapat peruntungan yang buruk di tahun Naga Air 2653 ini. Saat membaca ramalan dari Suhu favoritku di suatu majalah, aku langsung lemas.

Warga Shio Macan di tahun Naga Air
Keberuntungan sedang tidak memihak artinya warga shio macan kurang mendapat bantuan dari teman dan kerabat serta family. Kalu ingin mendapat sesuatu atau sukses harus mengandalkan kecerdikan dan kekuatan diri sendiri.
Kemungkinan akan berita sedih atau dilanda hal yang kurang baik. Jika tidak penting sebaiknya hindari melayat orang yang meninggal atau menjenguk orang sakit keras.

Aduh, gimana nih Suhu? Sejak kecil aku tidak punya kecerdikan ataupun kekuatan yang menonjol.

Pada akhirnya aku menemukan jalan terbaik untuk sukses di tahun Naga ini. Apalagi kalau bukan berteman dengan Naga?

Bersaing dengan orang-orang bershio Naga bukan pilihan yang bijak, mereka bis
a membakarmu. Begitu kata Suhu favoritku.

Jadi pilihan yang paling rasional saat ini adalah berteman dengan Naga. Yang terbaik dari Naga adalah dia orangnya akraban dan fleksibel. Biasanya orang bershio Naga infleksibel dan mementingkan diri sendiri. Tapi faktanya Naga berbeda, kami berteman lama dan semakin akrab sampai sekarang.

Naga, kita kan dah lulus kuliah nih! Loe mau langsung cari kerja atau buka usaha?” tanyaku.

Buka usaha dong! Sebenarnya gue udah dapat tawaran kerja di salah satu perusahaan minuman ringan. Hanya saja memang sejak masuk kuliah dulu kan kepenginnya setelah lulus buka usaha!” jawab Naga enteng.

Fuih, untung Naga menolak pinangan dari perusahaan minuman ringan itu. Padahal tak bisa dimungkiri lagi kalau di tahun Naga Air ini yang namanya hoki akan membanjiri bidang
pekerjaan yang mempunyai unsur air di dalamnya. Dari mulai transportasi air, perusahaan minuman ringan sampai tukang gali sumur.

Hmm, kebetulan beberapa perusahaan kurang beruntung bisa nerima SDM berkualitas kayak gue jadi karyawan mereka. Kalau gitu gue join bisnis sama loe aja, gimana? Kalau nggak buka restoran kita buka usaha air minum isi ulang aja!”

Jadi langsung saja kusarankan dia untuk buka usaha di sekitar bidang pekerjaan berelemen air. Aku jadi kasihan sama iklan itu,

Kamu tuh nggak cocok kerja di air.


Sekalian aja ditambahin cocoknya jadi direktur PDAM atau Vice President Coca Cola. Lebih-lebih sekarang ini di tahun Naga Air, betul tidak? Kalau sampai ada iklan seperti itu lagi di tahun ini, itu namanya penyesatan publik.

Dalam hati aku sudah senang bukan kepalang dan coba nahan senyum supaya tidak terlihat terlalu
excited. Ayolah Naga, ikuti saranku. Please! Akhirnya aku harus kecewa, Naga menggeleng.

Bukan mau usaha air galon, Dul! Cuma mau buka distro kecil-kecilan doang. Kebetulan bibi gue punya tempat yang cukup strategis di Bandung. Dari awal gue memang mau ngajak loe gabung. Ditambah Astrid sama Melly, kita berempat yang ngurus desain clothing sama marketingnya. Untuk urusan produksi biar bibi gue yang handle. Astrid sama Melly dah setuju kemarin. Nah giliaran loe sekarang mau apa nggak?”

Naga… Naga… Aku jadi kecewa sama kamu. Seperti orang yang tidak tahu saja kita sedang ada di tahun Naga Air. Kalau kita di tahun Kambing sih mau buka usaha jaket kulit atau pabrik sepatu juga aku beli. Hiks, karena peruntunganku di tahun ini sangatlah buruk. Mau tidak mau aku harus gabung sama orang-orang shio Naga. Dan hanya Nagalah yang masuk kriteria itu. Orang-orang bershio Naga lainnya cenderung sombong dan infleksibel. Pokoknya jangan sampai di tahun Naga ini aku sial tujuh turunan, kalaupun tidak sampai sukses total yang penting hoki sedikit, hehehe.

Ya pasti lah Naga, nyari kerja zaman sekarang kan susah. Apalagi persaingan di dunia marketing. Kan jarang perusahaan besar yang mau hire freshgraduate kayak kita.”

Kamu beruntung Naga, diberi tawaran perusahaan yang sama levelnya dengan Coca Cola malah menolak.”

Tadinya aku ingin bilang langsung seperti itu, tapi karena sudah lama kenal aku tahu Naga tidak suka dipuji atau sekedar disebut
lucky.

“Nggak perlu kecil hati, Dul,” lanjutnya. “Yang penting kita berupaya dan biar Allah yang memutuskan semua.”

Seperti biasa, jika aku mengeluh Naga kan berkata halus dan memotivasi. Saat seperti ini dia tidak kelihatan seperti seseorang yang lahir di tahun Naga, kalau tidak disebut anak Ustadz pasti fansnya Mario Teguh.

“Ya udah, karena loe udah setuju. Persiapkan segala sesuatunya, besok kita langsung berangkat ke Bandung!” ucap Naga santai.

Apa? Besok langsung ke Bandung?” Aku kaget. Bagaimana tidak, hari ini baru deal besok sudah harus pergi ke Bandung. Anak ini memang agresif dan jika sudah maksa sulit sekali buat nolaknya.

“Ya iyalah, Dul! Memangnya loe mau udah lulus kuliah kayak gini terus mendem aja di rumah. Bergerak dong!”

Aku hanya mengangguk sambil menampang muka nano nano. Kalau sudah begini aku baru ingat kalau Naga ini memang terlahir di tahun Naga.
***

Dengan menumpang bus berwarna hijau
jurusan Jakarta-Sumedang dari terminal Kampung Rambutan, akhirnya kami meninggalkan Jakarta untuk menuju Bandung. Uniknya harga tiket bus AC ini sama dengan bus ekonomi. Urusan milih memilih Bus memang Naga jagonya.

Setelah sampai di tol Cileunyi kami berganti angkutan umum dan tiba di daerah Ujung Berung. Memang bukan kawasan Bandung Kota yang ramai seperti Pasteur maupun Dago tapi kawasan ini cukup padat dan banyak sekali anak muda berseliweran. Ya, tidak salah memang kalau Naga bilang tempat ini cukup strategis. Tapi, Ya Tuhan
!

“Kenapa loe, Dul? Melongo tuh mata kayak orang kesurupan aja. Jangan dipelototin terus, ayo masuk!”

Aku belum mau masuk. Sebenarnya kemarin aku sempat buat persiapan spesial untuk usaha bersama Naga dan teman-teman ini. Mana biaya untuk konsultasinya tidak sedikit lagi.


Naga berjalan masuk dan menengok kembali ke belakang melihatku masih terpaku di depan bangunan ini. Dia lalu melipat tangannya di depan dada.

Mau sampai kapan loe berdiri disitu, Dul? Ayo cepetan masuk! Banyak hal yang harus kita persiapkan. Beberapa sampel desain T-shirt dari Astrid dan Melly udah ada di tas gue. Tinggal gimana marketing disini dan nyulap ini tempat jadi distro yang bagus!”

Maaf Naga, ini tempat bener-bener nggak bagus. Gue ragu kita bakalan sukses kalau buka distro di tempat ini!” Aku berbicara serius dan tegas. Dan Naga memperhatikan setiap kata-kataku.

Apa maksud loe, Dul? Tolong jelasin, apa sense marketing gue di tempat ini salah?” tanya Naga.

“Kemarin malam, gue konsultasi dengan pakar via email. Mana biayanya premium lagi terus gue kirimin data data kita lengkap. Menurut sang pakar tersebut bila dikaji dari ilmu 10 Batang Langit dan 5 elemen lalu digabung dengan hoki gabungan antara gue, loe ma Astrid dan Melly, maka arah atau posisi usaha yang terbaik adalah arah utara. Hindari untuk posisi kutub selatan, karena dapat membuat kesengsaraan.” jelasku.

Eh…, tunggu, Dul! Kayaknya gue belum pernah baca buku marketing atau manajemen yang judulnya ilmu 10 Batang Langit dan 5 elemen? Terus memangnya tuh pakar siapa dan data yang loe kasih ke dia itu data apaan?”

“Yeah, buku Ilmu 10 Batang Langit dan 5 elemen itu bukan buku marketing. Pakar itu ahli Fengshui terkenal dan data yang gue kasihin itu ya data tentang kelahiran kita lah!"

“Astaghfirullah! Kampret loe, Dul!” Naga marah seperti sang Naga yang siap menyemburkan api. “Silahkan pilih, mau masuk ke tempat ini sekarang atau sujud sama dukun Fengshui itu dan jangan pernah bertemu gue lagi!”

Naga mengatakannya dengan sangat keras. Sejak bertemu dengannya saat pertama masuk kuliah sampai sekarang baru kali ini aku melihatnya marah. Aku bergegas masuk ke tempat itu. Aku hanya bisa berdoa semoga berteman dengan Naga jadi-jadian ini akan membawa keberuntungan untukku.

***

Aku tidak menyangka distro kecil-kecilan yang kami buka awal tahun 2012 lalu hanya dalam tempo 10 bulan saja telah memiliki belasan cabang yang tersebar di Jakarta, Bandung, Semarang dan Surabaya. Dibandingkan peranku, Astrid, Melly ataupun bibinya Naga, peran Naga lah yang membuat semua keberhasilan ini menjadi mungkin.

Kepemimpinan, semangat yang berapi-api, agresif, jujur dan yang lebih keren dari itu malah kemampuannya untuk bersosialisasi dengan berbagai jenis orang membuat usaha kami yang bermula di daerah pinggiran Bandung bisa mencapai keberhasilan yang indah seperti sekarang. Ya disinilah kami sekarang di rumah Bi Nia, bibinya Naga, mengadakan syukuran kecil hanya untuk perintis distro ini.

“Alhamdulillah, usaha kita bisa maju sampai seperti sekarang ini. Bibi nggak pernah nyangka, semua ini bisa terjadi berkat Naga.” ucap Bi Nia memberikan selamat.

“Iya Naga, gue sama Melly bener-bener beruntung diajak gabung sama loe buat buka distro ini.” kata Astrid. Melly hanya ikut ngangguk dengan mulut penuh makanan. Kayaknya balon aja kalah telak sama badan si Melly. Naga cuma tersenyum mendengar pujian mereka.

“Hmm, maaf ya Naga. Tapi dari awal gue udah percaya sama loe. Loe punya semua sifat orang sukses dari lahir. Loe bener-bener beruntung karena lahir pas di tahun Naga!” ucapku.

Ups, keceplosan. Naga itu orangnya paling tidak suka disebut beruntung. Kenapa aku malah mengatakan hal yang tidak dia suka tadi, payah!


“Yah mungkin bener kalau gue ini beruntung. Tapi tetep aja yang memberikan keberuntungan kepada manusia itu kan Allah. Dan Allah juga pasti kasih keberuntungan itu sama hambanya yang taat kan. Jadi jangan salahin gue dong kalau loe yang kualat sama Allah!”

Begini ni yang namanya Naga. Kalau giliran suasan hatinya jelek, bicaranya seakan halus dan lembut tapi endingnya nusuk.

Jujur Dul, gue bisa punya kepribadian plus plus ini ya karena Bi Nia yang merawat gue sejak kecil. Beliau tidak hanya ngasih makan, minum sama tempat tidur tapi beliau juga mengajarkan semua sikap dan sifat yang gue butuh untuk bisa survive saat dewasa seperti ini. Bagi gue, Bi Nia adalah ibu gue!” ucap Naga sambil menatap haru Bi Nia.

Ihh, Naga so sweet!” ucap Melly. Akhirnya mulutnya mengeluarkan suara juga setelah dari tadi mulut mungilnya disiksa dengan jejalan makanan padat lemak dan bahan pengawet. Aku jadi kasihan sama mulutnya si Melly.

“Tapi tetep aja kan loe dah punya semua sifat itu dari lahir. Yang buat gue bingung sih kok bisa ya loe orangnya fleksibel gitu sama orang. Padahal biasanya kan orang bershio Naga itu infleksibel?”

Naga hanya tersenyum dan menatap bibinya, Bi Nia yang akhirnya bersuara.

“Naga itu memang sejak kecil orangnya akraban dan senang bergaul. Justru dia itu dulu semangatnya rendah, kurang agresif dan cepat puas. Sejak kecil memang Bibi mendidik Naga supaya jadi anak yang tegas dan berani. Harus punya semangat yang tinggi, agresif dan terus maju bukan jadi anak yang lembek dan cengeng!”

Loh, gue kira malah sebaliknya, Naga! Kok beda jauh ya sama orang bershio Naga?” tanyaku.

“Ah, terserah loe deh. Pokoknya hari lahir gue itu barengan sama Rupert Grint. Kalau nggak tahu browsing aja di google.” kata Naga.

“Yeah, berarti bener dong tahun Naga. tapi kok aslinya sifat-sifat loe dulu malah jauh ya?”

Naga sudah tak tertarik menjawab pertanyaanku. Kalau dipikir-pikir memang ada beberapa ramalan shio Naga yang meleset sih di tahun Naga Air ini. Tapi buktinya aku berteman dengan Naga yang bershio Naga jadi hoki.


Hmm, yah namanya juga ramalan, Naga! Nggak mungkin selalu benar pasti kadang ada salahnya juga.” tambahku.

Yang jelas salah itu loe kali, Dul. Bisa-bisanya percaya sama ramalan. Sekalian aja ganti nama jangan Abdullah, nama doang hamba Allah. Ganti aja jadi Abdul Fengshui. Si hamba Fengshui, hahaha!” kata Melly sambil ketawa dengan mulut penuh makanan itu.

Hahahha, cocok Mel, beneran Dul ganti aja deh nama loe jadi Abdul Fengshui!” Astrid tertawa renyah, sedangkan Bi Nia hanya tersenyum geli.

“Dul…, Dul… Zaman modern gini masih percaya sama ramalan gituan. Percaya sama Allah aja deh. Memangnya loe piker kalau gue nggak punya keyakinan kuat sama Allah bisa berhasil kayak gini?” ucap Naga.

“Iya juga sih!”

Hmm, perasaanku dongkol sangat disindir Melly yang mirip buah apem itu. Yah mau itu Naga kek, Macan kek, utara atau selatan yang penting urusan percaya sama Allah saja. (*)

Yuk, Jadi ORANGTUA ASUH (OTA) Santri Penghafal Qur'an Askar Kauny! Donasi Rp 150.000,-/bulan. Dapat Majalah Ummi (free ongkir)

Transfer ke Bank Muamalat 335-000-9175 a.n. Yayasan Askar Kauny

Konfirmasi ke 0813 8054 4843 : OTA#Nama#AlamatLengkap#Telp#jumlahtransfer#TanggalTransfer#JamTransfer

Tags:
loading...