Perlukah Berdzikir Setelah Shalat Sunah Rawatib?

Fashion-Styles-for-Girls-Online

Sobat Nida, yang jadi kebiasaan banyak orang setelah melaksanakan shalat fardhu atau shalat wajib lima waktu adalah duduk sejenak untuk berdzikir dan berdo'a, lalu melaksanakan shalat sunah rawatib.

Nah, bagaimana jadinya setelah melaksanakan shalat sunah rawatib? Apakah kita harus berdzikir lagi? Berikut ini ulasan Nida.

Ibnu Hajar al Haitami rahimahullah berkata, "Tidak akan luput, yaitu pahala dzikir dengan melaksanakan shalat sunah rawatib. Yang luput hanya kesempurnaannya, bukan lainnya." (Tuhfatul Muhtaj: 2/105-106)

Mendahulukan dzikir setelah shalat dan do'a sebelum shalat sunah rawatib adalah hal yang lebih utama.

Segera membaca dzikir sesudah shalat fardhu sebelum melaksanakan shalat sunah ba'diyah adalah bentuk pengamalan sunah yang lain, yaitu memberi jarak pembeda atau jeda antara shalat fardhu dan shalat sunah rawatib.

Dari Mu'awiyah bin Abi Sufyan radhiyallahu 'anhu ia berkata, "Sesungguhnya Rasulullah  shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan kami melakukan hal itu, agar disambung satu shalat dengan lainnya sehingga kami berbincang-bincang (berkata-kata) atau kami keluar." (HR. Muslim)

 

Baca juga: Pentingnya Merutinkan Shalat  Rawatib

 

Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah berkata, "Hadits itu menunjukkan bahwa apabila seorang muslim selesai mengerjakan shalat jum'at atau shalat fardhu lainnya agar tidak menyambungnya dengan shalat (sunah) apapun sehingga ia berbincang atau keluar dari masjid. Berbincang atau berkata-kata bisa dengan membaca dzikir yang Allah syariatkan, seperti ia membaca sesudah salam, 'Astaghfirullah, astaghfirullah, astaghfirullah. Allahumma antas salaam wa minkas salaam, tabaarakta dzal jalaali wal ikraam. Dan membaca macam-macam dzikir yang Allah syariatkan lainnya sesudah itu." (Majmu' Fatawa Ibni Bazz: 12/335)

Tsauban radhiyallahu 'anhu, beliau menceritakan dzikir yang dibaca Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam seusai shalat, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam setiap selesai shalat beliau membaca istighfar 3 kali, kemudian membaca, 

اللهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ، تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ

 Allahumma antas salam wa minkas salam tabaarakta ya dzal jalal wal ikram." (HR. Muslim 591, Nasai 1337, dan yang lainnya).

Ibnu Baz menjelaskan, "Setelah shalat  tidak ada dzikir khusus selain istighfar. Seusai salam dari shalat sunah, dia bisa membaca, astaghfirullah, astaghfirullah, astaghfirullah, Allahumma antas salam wa minkas salam tabaarakta ya dzal jalal wal ikram. Sedangkan dzikir-dzikir pasca-shalat yang lain, semuanya dibaca setelah shalat wajib. Sedangkan dzikir ini, dibaca setelah shalat wajib dan shalat .

Tsauban tidak mengatakan ‘setelah shalat wajib’. Ini menunjukkan bahwa dzikir itu dibaca di setiap usai shalat. Baik  maupun wajib.

Adapun dzikir laa ilaaha illallah wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa ’ala kulli syai-in qadir. Laa haula wa laa quwwata illa billaah. laa ilaaha illallah wa laa na’budu illaa iyyaah... dan seterusnya, dzikir ini sesuai aturannya, hanya dibaca setelah shalat wajib. Tidak ada keterangan yang sampai kepada kita dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, kecuali setelah shalat wajib. Dan tidak pernah ada riwayat yang sampai ke kita bahwa beliau melakukan itu setelah shalat sunah." (binbaz.org.sa/mat/11511)

Allahu a'lam.

 

Referensi: dari berbagai sumber

Foto ilustrasi: google

Yuk, Jadi ORANGTUA ASUH (OTA) Santri Penghafal Qur'an Askar Kauny! Donasi Rp 150.000,-/bulan. Dapat Majalah Ummi (free ongkir)

Transfer ke Bank Muamalat 335-000-9175 a.n. Yayasan Askar Kauny

Konfirmasi ke 0813 8054 4843 : OTA#Nama#AlamatLengkap#Telp#jumlahtransfer#TanggalTransfer#JamTransfer

Tags:
loading...