Saat Kita Merasa Terlalu Bergantung Pada Orang Lain

Fashion-Styles-for-Girls-Online

"Aku lagi belajar nggak bergantung sama orang lain..."

Kawan, apa yang pertama kau rasakan jika mendapatkan whatsapp seperti itu dari seorang teman?

Bukan tentang masalah bergantung pada orang lain atau nggak yang kupikirkan saat itu, namun karena kami biasa sharing di whatsapp tentang berbagai hal, kok tiba-tiba hal itu dianggapnya sebagai bergantung? Aku pribadi tak setuju jika punya teman sharing itu sama dengan bergantung padanya. Bahkan sekalipun aku punya teman sangat baik yang sering menolongku di saat-saat sulit, aku tak mau bergantung padanya. Aku juga nggak mau dibilang bergantung padanya. Dan, aku tak kan marah padanya andai dia tak bisa membantuku karena satu dan lain hal.

Lah kok logikanya seperti itu?

Allah SWT akan mengabulkan harapan bagi siapa saja yang berharap hanya kepada-Nya”(QS. Al Baqarah: 186)

Bukankah bergantung itu seharusnya hanya kepada Allah, Kawan?

Nggak jarang kan kita berharap pada manusia. Bahkan dalam masalah sederhana misal teman curhat saja. Menyenangkan sekali memiliki teman curhat yang mau mendengarkan, tidak menjudge, selalu memotivasi, bisa diajak usaha bareng, lebih dewasa, pokoknya tuh dia bagian dari orang-orang terbaik yang kita temui di dunia ini.Tapi lama-lama kita merasa bergantung padanya atau kecewa saat dia sibuk serta tak sempat untuk sekedar membalas whatsapp.

Kawan, bahkan orang-orang terbaik dalam hidup kita semisal orangtua, suami atau istri, atau bahkan teman baik pun bisa saja mengecewakan kita. Ya, pada akhirnya ketika kita tak melabuhkan harap hanya pada Allah maka siap-siap saja kita dikecewakan orang lain. Karena yang sempurna cuma Allah.

Lantas ketika ingin bergantung hanya pada Allah, apakah itu berarti ketika terbiasa sharing dengan teman maka itu sama saja kita dengan bergantung pada manusia? Jawabannya bisa jadi iya kita bergantung pada teman kalau kita marah pada saat dia mengecewakan kita. Benar kita bergantung padanya kalau kita lebih senang curhat dengannya daripada dengan Allah.

Hanya kepada Allah kita bergantung. Kita membutuhkan orang lain. Dan dalam hidup ini kita saling tolong menolong dengan sesama. Itu sebuah keniscayaan dan fitrah buat manusia.

Jika kita saat ini masih merasa bergantung pada orang lain, terus-terusan ditolong orang lain, belum punya kemandirian finansial, masih gamang dalam mengambil keputusan, dan sering bikin salah dan mengecewakan banyak orang, maka bersyukurlah, Kawan. Karena aku pribadi merasakan hal yang sama. #Ehhh. Bukan itu maksudnya.

Kita harus bersyukur karena Allah telah menurunkan malaikat-malaikat penolongnya. Lewat perantara mereka lah kasih sayang Allah datang pada kita. Jangan sedih atau kecewa ketika orang-orang terdekat tak bisa membantu kita, kan kita bergantung cuma pada Allah dan Dia bisa menurunkan pertolongannya lewat siapa saja, lewat orang-orang yang tak pernah kita sangka.

Akan jadi cerita menyenangkan kelak saat kita sudah dewasa, mapan dan lebih bijak lalu mengenang masa muda. Masa kita masih galau, bingung, banyak bikin salah dan sering mengecewakan harapan orangtua dan keluarga. Merasakan keadaan inferior dan serba kekurangan membuat kita lebih mudah berempati pada mereka yang bernasib kurang beruntung.

Kawan, tegakkan tubuh dan angkat wajah yang menunduk itu. Pertolongan orang lain pada kita, sungguh itu pertolongan dari Allah. Segala kelemahan dan kekurangan hari ini, adalah cara Allah mendidik kita. Agar saat kita menjadi orang yang lebih kuat esok hari, kita bisa berempati dan menjadi perantara Allah untuk menolong hamba-hambaNya.

Foto: google

Agung Dodo Iswanto

Redaktur Pelaksana Annida yang freak banget dengan dunia kreatif aka creative wannabe. Lulusan SMAN Rancaekek ini sukses jadi juara pertama Netizen Journalism Indonesia Creative Power Kemenparekraf 2013. Selain membaca dan menulis, anggota madya FLP Jakarta ini juga demen backpacker dan melakukan riset serta pengembangan produk kreatif. Hobinya adalah sharing dan kolaborasi kreatif.Oya, dia juga tercatat sebagai member laki-laki pertama hijab @nalacity. Bukan buat jualan jilbab ke akhwat-akhwat, tapi ngajak ikhwan dan semua lelaki yang peduli pada ibu, istri dan saudara perempuannya, untuk menjadikan hijab sebagai hadiah terbaik dari seorang muslim pada muslimah. ^_^  

Fb : Agung D. Iswanto 

Twitter : @agungdodoiswant  

Blog : agungdodoiswanto.tumblr.com

 

Yuk, Jadi ORANGTUA ASUH (OTA) Santri Penghafal Qur'an Askar Kauny! Donasi Rp 150.000,-/bulan. Dapat Majalah Ummi (free ongkir)

Transfer ke Bank Muamalat 335-000-9175 a.n. Yayasan Askar Kauny

Konfirmasi ke 0813 8054 4843 : OTA#Nama#AlamatLengkap#Telp#jumlahtransfer#TanggalTransfer#JamTransfer

Tags:
loading...