Sejarah Batu di Bumi yang Berasal dari Surga

Fashion-Styles-for-Girls-Online

Sobat Nida, tahukah kamu ada dua batu dari surga yang diturunkan ke bumi? Di manakah letak batu tersebut? Bagaimanakah sejarah batu tersebut hingga berada di bumi?

Hajar Aswad

Batu pertama ialah Hajar Aswad. Batu hitam yang berada di Masjidil Haram ini dulunya berwarna putih dan bersinar, tapi setelah dipegang oleh manusia yang banyak berdosa akhirnya menjadi hitam.

Pada awalnya Allah Ta’ala memerintahkan Nabi Ibrahim ‘Alaihis Salam untuk membangun Ka'bah. Seperti yang dilansir dari kitab Qishash al-Anbiyaa' (kisah para Nabi dan Rasul), Ibnu Katsir menjelaskan bahwa saat pembangunan Ka'bah hampir selesai dan masih terdapat satu ruang kosong untuk menutupi temboknya, Nabi Ibrahim berkata kepada anaknya, Nabi Ismail, untuk mencari batu agar ruang kosong itu bisa segera tertutupi.

Ismail pergi dari satu bukit ke bukit lain untuk mencari batu yang paling baik. Ketika sedang mencari, malaikat Jibril datang dan memberi Nabi Ismail sebuah batu, yaitu Hajar Aswad. Dengan senang hati ia menerima batu itu dan segera membawa batu itu untuk diberikan pada ayahnya. Nabi Ibrahim pun bahagia dan mencium batu itu beberapa kali.

Kemudian Nabi Ibrahim bertanya pada putranya, ''Dari mana kamu memperoleh batu ini?'' Nabi Ismail pun menjawab, ''Batu ini aku dapat dari yang tidak memberatkan cucuku dan cucumu.'' Lalu, Nabi Ibrahim mencium batu itu lagi dan diikuti Nabi Ismail. Sampai saat ini banyak yang berharap bisa mencium batu yang dinamai Hajar Aswad itu.

Maqam Ibrahim

Batu kedua dari surga ialah batu tempat berdiri atau Maqam Ibrahim. Dahulu Nabi Ibrahim bersama putranya, Nabi Ismail, diperintah oleh Allah SWT membangun dasar-­dasar Ka’bah, beliau berpijak pada sebuah batu besar. Lalu, batu tersebut terkenal dengan istilah Maqam Ibrahim. Pada batu tersebut terdapat sepasang tapak Nabi Ibra­him.

Beberapa ahli sejarah berbeda pendapat mengenai sejarah batu ini. Ada yang berpendapat batu ini berasal dari sur­ga yang diturunkan Malaikat Jibril bersama batu Hajar Aswad. Ada juga yang berpendapat bahwa batu terse­but mulanya terletak pada Jabal Qubis, lalu diambil oleh Nabi Ismail untuk tempat berdiri ayahnya membangun Ka’bah.

Dahulu batu Maqam Ibrahim sangat dekat dengan dinding Ka’bah. Tapi, Amirul Muk­minin Umar bin Khattab memindahkan batu tersebut beberapa meter supaya tidak mengganggu orang Thawaf. Lalu, pemerintah Arab Saudi membuat pengaman yang mirip sangkar dan dicat kuning emas agar menjaga kesucian dan keselamatan Maqam Ibrahim. Oleh karena itu, jamaah haji dan Umrah pun sekarang bisa melihat tapak Nabi Ibrahim, tetapi tak bisa memegangnya.

Batu ini termasuk syiar dari beberapa syiar Islam. Allah berfirman:

Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadah) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia. Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah; Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” (QS. Ali Imran: 96­-97).

Sobat Nida, itulah sejarah dua batu yang berasal dari surga, yakni Hajar Aswad dan Maqam Ibrahim. Semoga bermanfaat. (Dina Nazhifah)

Sumber: republikaco(dot)id, baiturrahmanonline(dot)com, dan berbagai sumber
Ilustrasi: google

Yuk, Jadi ORANGTUA ASUH (OTA) Santri Penghafal Qur'an Askar Kauny! Donasi Rp 150.000,-/bulan. Dapat Majalah Ummi (free ongkir)

Transfer ke Bank Muamalat 335-000-9175 a.n. Yayasan Askar Kauny

Konfirmasi ke 0813 8054 4843 : OTA#Nama#AlamatLengkap#Telp#jumlahtransfer#TanggalTransfer#JamTransfer

Tags:
loading...