Sejarah Singkat Masuk Islamnya Umar Bin Khattab

Fashion-Styles-for-Girls-Online

Sobat Nida, seperti yang kita ketahui bahwa Umar Bin Khattab merupakan salah satu tokoh besar Islam. Beliau adalah mertua Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Khilafatul Rasyidin kedua, menggantikan Abu Bakar.

Umar bukanlah sahabat Rasulullah yang paling pertama memeluk Islam. Dahulu, Umar dikenal sangat antipati terhadap dakwah Rasulullah. Karena memiliki masa lalu yang kelam, ia menjadi tidak mudah menerima Islam. Lalu, bagaimanakah cara beliau masuk Islam?

Tidaklah aneh jika kala itu kaum muslim mengakui bahwa Umar adalah lawan yang paling diperhitungkan. Hal ini karena Umar memang sudah mempunyai reputasi yang sangat baik sebagai ahli strategi perang dan seorang prajurit yang sangat tangguh pada setiap peperangan yang dilalui. Umar juga dicatat sebagai orang yang paling banyak dan paling sering menggunakan kekuatannya untuk menyiksa para sahabat Rasulullah.

Pada saat puncak kebenciannya kepada Rasulullah, Umar pun memutuskan untuk mencoba membunuh Rasulullah. Akan tetapi, ketika diperjalanan ia bertemu dengan salah seorang sahabat Rasulullah yang bernama Nu'aim bin Abdullah.

Nuaim bertanya, “Wahai Umar, engkau akan pergi ke mana?” Dengan lantang, Umar berkata, “Aku hendak mencari Muhammad. Aku akan membunuhnya.” Nuaim berkata, “Wahai Umar, sebelum engkau membunuh Muhammad, selesaikan dulu permasalahan keluargamu.” Umar bertanya keheranan, “Apa maksud perkataanmu?” Nuaim berkata, “Adikmu, Fatimah dan suaminya, Said bin Zaid, telah memeluk agama Islam.” Mendengar hal itu, Umar bergegas ke rumah adiknya.

Sesampai di rumah adiknya, Umar mendengar Fatimah dan suaminya sedang membaca Al-Qur’an. Pada saat itu, Khabab bin Arats juga berada di rumah Fatimah. Menyadari ada orang di luar rumahnya, Fatimah berhenti membaca Al-Qur’an dan menyembunyikannya. Sementara  itu, Khabab bersembunyi di sudut rumah.

Umar mendesak Fatimah menyerahkan Al-Quran, tetapi Fatimah tidak mau. Kemudian, Umar memukul Fatimah dan Said tanpa rasa kasihan. Melihat tangisan dan tetesan darah fatimah, Umar tersadar dan tersentuh hatinya.

Setelah itu, Umar meminta Fatimah membaca Al-Qur’an sekali lagi. Umar mulai tersentuh hatinya oleh lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Umar pun berniat untuk menemui Rasulullah dan masuk agama Islam.

Mendengar niat Umar, Khabab keluar dari tempat persembunyian dan berkata., “Wahai Umar, aku mendengar Rasulullah bersabda, “Ya Allah, kuatkan Islam dengan salah seorang lelaki yang Engkau kasihi; Amr bin Hisyam atau Umar bin Khattab.”

Perkataan Khabab membuat Umar semakin bersemangat. Umar segera meneruskan langkah menuju rumah Al-Arqam di bukit Safa. Sesampai di sana, para sahabat menjadi gempar dengan kedatangan Umar. Melihat Umar dengan pedang tersandang di pinggangnya, mereka enggan membukakan pintu.

Kemudian, Hamzah, paman Rasululah, berkata, “Bukakan pintu untuknya. Jika dia bermaksud baik, kita akan menerimanya. Jika dia bermaksud buruk, kita akan hadapi dia.” Setelah pintu dibuka, Umar masuk. Kaum muslim yang ada di sana bersiap menghunus pedang. Mendengar keributan Rasulullah keluar dari suatu ruangan. Lalu, Umar menyatakan keinginan untuk memeluk agama Islam. Umar mengucapkan kalimat syahadat dan bergemalah takbir di rumah Al-Arqam.

Sobat Nida, masuk Islamnya Umar bin Khattab menimbulkan kegemparan di kalangan orang-orang musyrik, sebaliknya disambut suka cita oleh kaum muslimin. (Dina Nazhifah)

Sumber: Berbagai sumber
Ilustrasi: google

 

Yuk, Jadi ORANGTUA ASUH (OTA) Santri Penghafal Qur'an Askar Kauny! Donasi Rp 150.000,-/bulan. Dapat Majalah Ummi (free ongkir)

Transfer ke Bank Muamalat 335-000-9175 a.n. Yayasan Askar Kauny

Konfirmasi ke 0813 8054 4843 : OTA#Nama#AlamatLengkap#Telp#jumlahtransfer#TanggalTransfer#JamTransfer

Tags:
loading...