Siapalah Diri Ini

Fashion-Styles-for-Girls-Online

Terlibat dalam sebuah kondisi dimana diri menjadi sangat diperlukan dan di hormati, namun ketika masa itu berakhir akan lain lagi ceritanya. Tentunya mengembalikan diri sepenuhnya menjadi orang yang biasa serta seolah tak dianggap memang butuh waktu untuk mendamaikan hati yang terlanjur terbiasa.

Yah seperti seorang Presiden yang selama 5 tahun lamanya selalu di hormati, didengarkan idenya, keputusannya, serta dilayani segala keperluannya, ketika masa jabatannya berakhir dan dia harus bersiap menghadapi dirinya sendiri bukan orang lain, untuk mengembalikan ke pribadi diri yang sesungguhnya.

Berdamai dengan hati menjadi sebuah kewajiban jika tidak, maka rasa tidak dihargai akan menjadi bumerang yang membuat hidup sengsara, pasalnya kamu sudah terbiasa dengan kondisi yang serba dan serba. Tiba-tiba berubah menjadi orang yang idenya tak lagi menjadi pertimbangan orang, dan kamu seolah sudah terbuang dari kumpulannya, serta tak lagi orang menjadikanmu begitu penting.
Berbeda kepentingan memang, ketika jabatan menjadikan kau seolah raja maka dengan terlepasnya dirimu dari itu semua, kau bukanlah siapa-siapa lagi, dan disinilah dirimu akan diuji akankah kau bisa menjadi diri sendiri seutuhnya, manusia yang legowo dan rendah hati.

Berbicara tentang pribadi yang rendah hati lagi neriman, rasanya memang mudah di ucapkan. Tapi tidak bagi orang-orang yang fikirannya penuh dengan ketamakan jabatan, gila akan hormat, serta gila akan pujian dan sanjungan-sanjungan. Lantas bagaimana orang yang telah terlanjur lupa agar teringat kembali bahwa kita bukanlah siapa-siapa.

Jadi ketika kita selalu merendahkan hati dan diri di hadapan-Nya yang maha dahsyat memang kita amatlah kecil. Sehingga menjadikan kita sadar bahwa kita bukanlah apa dan siapa, wajar saja ketika orang lain memperlakukan seolah tidak membutuhkan kita lagi.

Orang yang hatinya sakit, akan sulit menyadarkan dirinya sendiri dalam penyakit yang satu ini. Namun ada beberapa tips yang bisa dicoba untuk menjadi orang yang legowo dan rendah hati.

Pertama, dengan senantiasa merenungi kebesaran-Nya menjadikan diri lebih tunduk dan merunduk rendah, dan mengikis semua kecongkakan diri dan keangkuhan diri.

Kedua, Beristighfar segera dan bertaubat di hadapan_nya atas kesombongan diri, karena kesombongan itu hanya layak bagi Sang Pencipta yaitu Allah SWT. Itu adalah pakaian-Nya. Kita manusia tidak sedikitpun pantas menggunakannya, karena Allah tidak akan memasukkan seseorang kedalam syurga ketika masih memilki rasa kesombonga, naudzubillah mindzalikh.

Ketiga, banyak melihat kea rah bawah, artinya bergaul kepada orang-orang yang memilki kerendahan hati, biasanya orang yang hidupnya sederhana dan tidak banyak harta, namun bukan yang berhartapun tidak bisa pula rendah hati, tentu bisa tergantung dengan karakter manusia itu sendiri.

Keempat, hiburlah diri bahwa semua yang kita miliki adalah pinjaman, dan kita bukanlah siapa-siapa. Karena dunia hanya permainan semata, tempat kembali hanya pada Robb-Mu.

Kelima, ketika orang lain tak merasa memerlukanmu, bahkan mengabaikanmu. Laa Tahzaan, sebuah kewajaran. Yang perlu kau takuti adalah ketika kau tak lagi di hiraukan oleh Tuhanmu maka itulah kesedihan yang sejati.

So…diri kita bukanlah siapa-siapa dalam dunia permainan ini, hanya seorang hamba yang hanya ada di dunia untuk berbakti kepada Allah SWT, beribadah pada-Nya. Maka setiap detik waktu yang berlalu niatkan untuk beribadah pada-Nya.
Semoga bermanfaat

 

Titis As Sausan

Aktivis LDK BADARIS dan KOMANDO BSI ini gabung jadi sekretaris redaksi Annida di awal 2013. Menghabiskan masa kecil di Lahat, Palembang, pemilik nama lengkap Titi Suprihatin ini setelah lulus SMK kembali menimba ilmu di tanah kelahirannya, Jakarta. Kuliah IT tapi hobi berorganisasi dari SMP dan kini menangani semua detail event Annida. Jadi aktivis bikin doi bisa berbagi dengan banyak orang, salah satunya lewat menulis juga suka jeprat jepret mengabadikan momen kehidupan dari balik kamera hape.

> Fb : Titis As Sausan

>Twitter : @maratushalihah

>Blog : http://titisankata.wordpress.com

Yuk, Jadi ORANGTUA ASUH (OTA) Santri Penghafal Qur'an Askar Kauny! Donasi Rp 150.000,-/bulan. Dapat Majalah Ummi (free ongkir)

Transfer ke Bank Muamalat 335-000-9175 a.n. Yayasan Askar Kauny

Konfirmasi ke 0813 8054 4843 : OTA#Nama#AlamatLengkap#Telp#jumlahtransfer#TanggalTransfer#JamTransfer

Tags:
loading...