STIP Kembali Menjadi Sorotan Sekolah Kekerasan

Fashion-Styles-for-Girls-Online

 

Sobat Nida, beberapa tahun yang lalu, kasus kekerasan di dunia pendidikan sempat heboh diberitakan media massa. Pasalnya, kekerasan yang dilakukan dilakukan oleh senior terhadap juniornya itu dilakukan turun temurun. Dengan embel untuk menguatkan fisik, kekerasan tersebut dilakukan hingga menyebabkan korban meninggal dunia.  

Kasus pertama terjadi pada 2012, kemudian terjadi lagi pada 2013, dan yang terbaru ialah tanggal 10 Januari 2017. Terdapat enam taruna tingkat I di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP), Cilincing, Jakarta Utara, yang dianiaya lima seniornya tingkat II taruna.

“Korban enam, satu meninggal. Kondisi korban lain luka dan memar pada beberapa bagian tubuh,” kata Awal dalam jumpa pers di Mapolres Metro Jakarta Utara. Menurut Awal, para korban luka dan memar ialah AF, IW, BBP, JS, dan BS. Adapun korban tewas bernama Amirullah Aditra Putra (19), seperti dilansir dari Kompas(dot)com.

Polisi menyatakan, taruna junior tersebut dianiaya senior tingkat II di sebuah kamar, di Gedung Dormitory Ring 4 Kamar M 205 lantai 2.

“Kasus berawal dari jam 17.00 WIB, selesai kegiatan drum band, salah satu pelaku atas nama SM mengajak kumpul-kumpul pelaku lainnya untuk rencana ngerjain juniornya tingkat I yang merupakan bassist  drum band/tamtam,” Kata Argo saat dikonfirmasi, dilansir olehKompas(dot)com.

Kemudian pada pukul 22.00 WIB, enam taruna tingkat I, termasuk Amirulloh, dipanggil oleh empat pelaku. “Satu per satu taruna tingkat I tersebut datang ke TKP untuk dilakukan penganiayaan oleh para pelaku dengan cara pemukulan menggunakan tangan kosong secara bergantian yang diarahkan ke perut, dada, dan uluh hati,” lanjut kata Argo.

Amirullah yang juga dipukuli bergiliran tiba-tiba ambruk ke dada WH dan segera diangkat ke tempat tidur yang ada di kamar itu. Para pelaku yang panik akhirnya mengadu ke seniornya yang merupakan taruna tingkat IV yang kemudian dilanjutkan ke piket medis dan pembina STIP.

“Mengetahui kondisi korban tidak bernyawa setelah diperiksa dokter piket STIP, selanjutnya peristiwa itu dilaporkan ke Polsek Cilincing,” ujar Argo. Kasus ini tentunya langsung ditangani kepolisian. Pihak sekolah tidak menutup-nutupi kejadian tersebut, bahkan diketahui juga bahwa pimpinan dari STIP langsung dicabut jabatannya.

Sobat Nida, melihat dari kejadian ini, sudah seharusnya kekerasan dibersihkan dari dunia pendidikan agar tidak ada lagi nyawa melayang sia-sia karena pembunuhan bertopeng senioritas.

 

Hani DP 

Yuk, Jadi ORANGTUA ASUH (OTA) Santri Penghafal Qur'an Askar Kauny! Donasi Rp 150.000,-/bulan. Dapat Majalah Ummi (free ongkir)

Transfer ke Bank Muamalat 335-000-9175 a.n. Yayasan Askar Kauny

Konfirmasi ke 0813 8054 4843 : OTA#Nama#AlamatLengkap#Telp#jumlahtransfer#TanggalTransfer#JamTransfer

Tags:
loading...