Sudah Tepatkah Paradigma Kita tentang Pernikahan?

Fashion-Styles-for-Girls-Online

Sobat Nida, pernahkah dengar ucapan seperti ini:

"Gue mau seneng-seneng dulu, nanti kalo udah nikah gak bisa seneng-seneng lagi sama temen..."
"Nikah itu cuma untuk status kalee, biar tetangga sama kerabat nggak ribut nanyain kapan nikah terus-terusan?"
"Nikah itu romantis dan indah, jika dijalani oleh dua orang yang saling cinta..."
"Nikah itu ngerepotin, bikin nggak bebas"
"Nikah itu ibadah... Seenggaknya sebelum mati, gue harus ngerasain yang namanya menikah tuh kayak gimana sih."

Memang, paradigma orang berbeda-beda tentang pernikahan, kita sendiri pasti punya sudut pandang tersendiri tentang pernikahan. Ada yang menganggap pernikahan itu menyenangkan dan penuh harapan, ada yang sebaliknya... menganggap pernikahan sebagai sesuatu yang suram dan lebih baik tidak dijadikan pilihan.

Terus, kalau paradigma itu ada berbagai macam, apakah lantas menjadikan semua paradigma tersebut PASTI TEPAT? SUKA-SUKA KITA gitu? Pastinya nggak dong Sob. Segala sesuatu akan jadi kacau kalau tidak ada panduannya dan serba suka-suka, bebas tafsir. Maka itu, kita perlu mengetahui paradigma nikah yang tepat itu seperti apa sih.

Apa yang jadi acuan untuk menentukan paradigma yang tepat tentang nikah? Yap, pastinya Al Quran dan hadits... jadi, sepakati dulu yuk, segala paradigma yang tidak sesuai dengan al Qur'an dan hadits perlu kita hapus dari benak. Install ulang dengan paradigma/sudut pandang yang baru.

Kenapa perlu paradigma yang tepat? Suka-suka orang dong mau pakai sudut pandang apa tentang pernikahan...

Ya, silakan sih... nggak ada yang maksa juga kan? Toh dalam beragama pun tidak ada paksaan (Qur'an surah Al Baqarah ayat 256). Akan tetapi, sudut pandang yang tepat tentang pernikahan, bisa mempengaruhi caramu bersikap ketika jodoh tak kunjung datang, mempengaruhi juga caramu membuat kriteria jodoh, bahkan berpengaruh banget terhadap caramu menghadapi berbagai cobaan dalam rumah tangga nantinya.

Orang yang punya paradigma 'nikah itu cuma untuk hal-hal manis dan indah', ketika menjalani pernikahan terus mendapatkan hal-hal yang pahit, akan sangat mudah down, gampang pengen cerai, bahkan bisa trauma terhadap pernikahan.

Orang yang punya paradigma 'nikah itu ibadah', akan cenderung kuat bertahan ketika ada goncangan dalam pernikahannya. Kalaupun ia akhirnya memilih perpisahan, itu karena sudah sampai di satu titik di mana pasangan hidupnya telah melakukan banyak pelanggaran terhadap ajaran Islam. Coba perhatikan deh... betapa paradigma seseorang tentang pernikahan sangat terlihat dari sikap dia dalam rumahtangganya.

Ada yang bahagia banget punya anak, ada yang kesel bahkan gak mau punya anak karena bisa mengganggu karirnya, dllsb.

Sudah siap untuk install ulang paradigma kita dengan sudut pandang pernikahan yang paling tepat berdasarkan Al Qur'an dan hadits? Ada banyak pandangan Qur'an dan hadits tentang pernikahan:

1. Jodohmu cerminan dirimu

“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)” (QS. An-Nur: 26)

Mengetahui ayat ini, semestinya kita sibuk berbenah diri ketimbang sibuk galau karena jodoh tak kunjung datang. Jauhi zina, jauhi nonton pornografi, karena jodoh kita akan Allah berikan yang sesuai dengan diri kita.

Trus gimana doong kalau saya pernah lihat istri shalihah tapi kok menikah dengan suami yang zalim?

Kalau istrinya kita yakini benar-benar shalihah, dan suaminya memang benar-benar zalim, bisa kita pertanyakan cara mereka menikah (proses ta'aruf sampai keputusan menikah), kalau caranya juga sudah benar... melalui istikhoroh, tanpa pacaran dllsb. Maka, bisa jadi suami yang zalim itu merupakan cara Allah mencintai istri shalihah tadi. Agar si istri shalihah ini makin banyak mengingat Allah, makin mendekat pada Allah, meminta perlindungan atas kezaliman suaminya.

Bukankah salah satu dari 4 wanita penghuni surga adalah Asiyah istri Fir'aun? Jangan lupakan pula istri Nabi Luth yang berkhianat pada suaminya. Jadi, bukannya 'Jodohmu Cerminan Dirimu' itu salah, melainkan bab pembahasannya berbeda untuk kasus-kasus luar biasa seperti ini.

2. Allah memberi rezeki melalui pernikahan

“Dan nikahkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan mengkayakan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (pemberianNya) dan Maha Mengetahui.”
(QS. An Nuur : 32)

Salah banget Bro, kalau kamu ogah nikah karena takut miskin, takut gak bisa ngasih makan buat anak istri. Lihat nih sudut pandang yang benernya... justru dengan nikah, Allah akan mengkayakan kita dengan karuniaNya. Kita sudah yakin belum dengan janji Allah ini? Baca qur'an sudah khatam berkali-kali... tapi kok yaa nggak percaya sama janji Allah.

3. Agar hati makin tenteram

"Dan di antara tanda-tanda kekuasaanNya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikanNya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir." (Qs. Ar. Ruum : 21)

Ayat ini paling populer kita baca dalam undangan walimah, tapi barangkali kita belum jadi orang-orang yang berpikir sebagaimana yang Allah sebut di akhir ayat. Wong kitanya aja masih percaya dengan paradigma 'nikah itu ngerepotin, nikah itu beban, nikah itu penghambat karir'. Karena paradigmanya salah, akhirnya apa yang kamu yakini itulah yang kejadian beneran begitu berumahtangga. Serem ah...

Kenapa nikah bisa membuat tenteram? Karena setiap manusia punya kebutuhan biologis yang perlu dipenuhi, kalau kebutuhan seksual ini tidak terlampiaskan di tempat yang halal, maka akan tersalurkan ke tempat yang haram, dan jadilah terkena penyakit seksual menular, HIV Aids, hamil di luar nikah, aborsi, apakah ada ketentraman kalau begitu caranya?

“Dialah yang menciptakan kalian dari satu orang, kemudian darinya Dia menciptakan istrinya, agar menjadi cocok dan tenteram kepadanya” (QS. Al-A’raf: 189)

4. Untuk memiliki keturunan

"Wahai manusia, bertaqwalah kamu sekalian kepada Tuhanmu yang telah menjadikan kamu satu diri, lalu Ia jadikan daripadanya jodohnya, kemudian Dia kembangbiakkan menjadi laki-laki dan perempuan yang banyak sekali." (Qs. An Nisaa: 1)

Tahu nggak kekacauan yang terjadi di negara-negara yang generasi mudanya ogah menikah? Ogah melahirkan juga... Contohnya Jepang.

Mengapa orang Jepang, terutama kalangan muda usianya kini males menikah, apalagi punya anak? Sementara survei 2011 menunjukkan, 61% pria dan 49% wanita tidak menikah yang berusia 18-34 tahun. Lalu survei tahun 2013 untuk wanita yang berusia 16-24 tahun, sebanyak  45% tidak berminat menikah. Survei dilakukan Asosiasi Perencanaan Keluarga Jepang (JFPA).

"Benar sekali anak muda Jepang saat ini males atau enggan untuk menikah, baik laki maupun wanita. Yang lelaki tampaknya  seperti ingin menjadikan wanita seperti pet (Red.: Binatang Peliharaan). Sementara yang wanita punya perasaan dan punya segalanya, tak menikah pun bisa merasa kuat berdiri sendiri, hidup sendiri," papar Ai Aoyama (53) Penasehat seks Jepang terkenal, khusus kepada Tribunnews.
 
"Kedua orang baik laki maupun perempuan punya dunia sendiri, masing-masing, dan merasa suduh cukup senang hidup sendiri. Kalau bersama malah mungkin tambah repot dan apalagi kalau punya anak terasa menjadi beban, banyak biaya dan kesusahan lain. Itulah yang ada di pikiran anak muda sekarang sehingga males menikah, apalagi punya anak," papar Ai Aoyama.

Lihat paradigmanya yang keliru tentang pernikahan, bikin males nikah kan ya? Lalu, kekacauan apa yang terjadi?

Nikkan Gendai edisi 27 Januari melaporkan kalau fenomena “kodokushi” yang berarti “mati sendirian” biasanya diasosiasikan dengan para orang tua. Namun istilah tersebut kini semakin populer di antara para pemuda Jepang berusia 20-30 tahun.

Profesor dari Universitas Dokkyo, Yasuhiro Yuuki menjelaskan salah satu faktor yang mendorong terjadinya fenomena ini, “Salah satu hal yang membuat masalah ini adalah banyaknya orang dewasa yang hanya memiliki anak tunggal, dan orang-orang itu terbiasa hidup sendirian.”

Ada loh Sob orang yang sudah meninggal berminggu-minggu, tapi baru ketahuan... saking tidak punya keluarga, karena mereka tidak menikah, mereka tidak punya anak, atau, punya anak pun cuma satu, sedang sibuk-sibuknya kerja, jadi orangtuanya tidak terurus, sudah tua masih harus bekerja memenuhi kebutuhan hidupnya, akhirnya meninggal pun tidak ketahuan. Na'udzubillah min dzalik.

Dan di kalangan pemuda-pemudi pun banyak juga yang dying alone, tidak ada yang memperhatikan, biasanya ketahuan sudah meninggal karena sudah lama tidak bayar uang sewa apartemen misalnya, akhirnya ketahuan deh yang bersangkutan sudah tiada. Astaghfirullah.

Ujung dari permasalahan takut nikah dan takut punya anak ini tidak main-main,makanya dalam Islam, kita diajarkan untuk tidak takut melahirkan anak sebanyak-banyaknya, setiap anak akan membawa rezekinya sendiri-sendiri...

Sebenarnya masih ada banyak sudut pandang tentang pernikahan yang bisa kita dapatkan dari Qur'an dan hadits... tapi rasanya 4 hal ini dulu saja yang perlu kita pahami baik-baik, agar tidak ikut-ikutan paradigma kebanyakan orang saat ini, "Rugi lo nikah, masih muda juga!"

Maaf ya, kalau saya justru berpendapat sebaliknya, "Rugi lo gak persiapan nikah padahal masih muda."

Sama seperti naik haji, kenapa ibadah sepenting dan seberat itu banyak yang baru mempersiapkan ketika sudah usia senja? sebelumnya jalan-jalan dulu ke Eropa, Amerika? hadeuh. Padahal, kalau berhaji di usia muda, in syaa Allah lebih dahsyat efeknya untuk kehidupan.

Demikian juga menikah. Kenapa nunggu mapan dulu, nunggu punya rumah dulu, nunggu begini begitu dulu? Padahal kalau sudah dipersiapkan sejak dini, in syaa Allah efeknya bisa luar biasa sekali untuk kehidupan kita, dunia-akhirat.

Foto ilustrasi: google

Yuk, Jadi ORANGTUA ASUH (OTA) Santri Penghafal Qur'an Askar Kauny! Donasi Rp 150.000,-/bulan. Dapat Majalah Ummi (free ongkir)

Transfer ke Bank Muamalat 335-000-9175 a.n. Yayasan Askar Kauny

Konfirmasi ke 0813 8054 4843 : OTA#Nama#AlamatLengkap#Telp#jumlahtransfer#TanggalTransfer#JamTransfer

Tags:
loading...